Para peneliti energi dunia terus mencari cara agar listrik dari matahari dan angin dapat digunakan secara lebih andal. Sumber energi terbarukan memang ramah lingkungan, namun keduanya memiliki sifat yang tidak selalu selaras dengan kebutuhan manusia. Matahari hanya bersinar di siang hari, sementara angin bertiup tidak menentu. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan besar bagi sistem listrik modern yang membutuhkan pasokan stabil setiap saat. Salah satu solusi yang semakin populer adalah penggunaan baterai penyimpanan energi dalam skala besar. Penelitian baru yang terbit pada tahun 2025 memperlihatkan bagaimana baterai besar dapat membantu menata ulang pasar listrik, menurunkan harga listrik, dan mendorong pertumbuhan energi terbarukan.
Penelitian ini berfokus pada kondisi pasar energi di California, salah satu wilayah dengan pertumbuhan energi terbarukan paling pesat di dunia. Para peneliti mengembangkan kerangka analisis untuk memahami bagaimana baterai besar mempengaruhi pasar listrik ketika energi terbarukan sudah mencapai skala yang dominan. Hasilnya memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kapan investasi baterai menguntungkan, bagaimana baterai dapat menekan harga listrik, serta apa saja dampak jangka panjangnya terhadap industri energi secara keseluruhan.
Baca juga artikel tentang: Pahlawan Hijau yang Tersamar: Mengapa Sayuran Brassica Bisa Jadi Kunci Kesehatan Dunia
Energi terbarukan dan baterai digambarkan sebagai teknologi yang saling melengkapi. Energi terbarukan menyediakan listrik bersih dengan biaya marginal yang rendah. Baterai membantu menyimpan listrik tersebut ketika produksi berlebih dan melepaskannya kembali ketika kebutuhan meningkat. Hubungan tersebut membuat keduanya dapat bekerja bersama untuk mengurangi emisi karbon. Para peneliti kemudian mencoba menjawab pertanyaan penting yaitu pada titik mana investasi baterai mulai menghasilkan keuntungan tanpa perlu subsidi pemerintah.
Hasil analisis menunjukkan bahwa unit penyimpanan energi pertama dapat mencapai titik impas pada tahun 2024 ketika porsi energi terbarukan di California mendekati setengah dari seluruh produksi listrik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa baterai menjadi semakin layak secara ekonomi ketika energi terbarukan semakin dominan. Ketika listrik dari matahari dan angin melimpah, harga listrik di pasar grosir turun drastis. Baterai dapat membeli listrik murah ini, menyimpannya, lalu menjualnya kembali pada jam dengan harga lebih tinggi. Selisih harga tersebut menjadi sumber keuntungan yang memungkinkan investasi baterai kembali modal.

Penelitian tersebut juga membahas efek keseimbangan pasar ketika kapasitas penyimpanan baterai mulai bertambah. Peningkatan kapasitas baterai sebesar 5000 megawatt jam mampu menurunkan harga listrik grosir sekitar lima koma enam persen. Harga yang lebih rendah menguntungkan konsumen dan industri yang bergantung pada listrik. Namun, ketika kapasitas penyimpanan terus meningkat ke angka antara 25000 hingga 50000 megawatt jam, dampak penurunan harga menjadi lebih kecil yaitu sekitar dua koma enam persen. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa manfaat ekonomi baterai tidak meningkat secara linear. Ketika jumlah baterai masih sedikit, pengaruhnya terhadap harga sangat besar. Namun ketika jumlahnya sudah banyak, pasar mulai mencapai titik jenuh.
Para peneliti menemukan bahwa baterai besar tidak hanya mempengaruhi harga listrik, tetapi juga pendapatan yang diterima oleh pembangkit listrik tradisional dan pembangkit energi terbarukan. Ketika baterai menyimpan listrik pada jam harga rendah, pembangkit listrik jenis apa pun akan menerima pendapatan yang lebih kecil. Ketika baterai melepaskan listrik penyimpanan pada jam harga tinggi, harga puncak turun dan pendapatan pembangkit juga terpengaruh. Penurunan pendapatan tersebut terjadi baik pada pembangkit berbahan bakar fosil maupun pembangkit energi terbarukan. Temuan ini menunjukkan bahwa baterai berperan sebagai penyeimbang pasar yang menahan lonjakan harga sekaligus menyangga kekurangan pasokan.
Meskipun baterai jelas menawarkan banyak keuntungan, penelitian tersebut menunjukkan bahwa tanpa insentif atau mandat pemerintah, adopsi baterai besar mungkin berjalan sangat lambat sampai tahun 2030. Hal ini terjadi karena perubahan harga akibat baterai juga mengurangi keuntungan bagi investor. Ketika baterai semakin banyak, selisih harga antara jam murah dan jam mahal menyempit sehingga potensi keuntungan berkurang. Penurunan selisih harga tersebut mengurangi insentif untuk menambah investasi pada baterai baru.
Untuk memahami skenario lain, para peneliti juga mempertimbangkan dampak subsidi modal sebesar tiga puluh persen seperti yang diberikan oleh Undang Undang Inflation Reduction Act di Amerika Serikat. Dengan subsidi tersebut, kapasitas baterai sebesar lima ribu megawatt jam dapat tercapai jauh lebih cepat, yaitu sebelum tahun 2024. Angka tersebut cukup besar dan setara dengan tingkat penyimpanan yang diwajibkan oleh mandat penyimpanan energi di California. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan publik memainkan peran penting dalam mempercepat adopsi teknologi yang membantu transisi menuju energi bersih.
Penelitian tahun 2025 ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana teknologi penyimpanan energi dapat memengaruhi dinamika pasar listrik. Ketika energi terbarukan tumbuh pesat, volatilitas harga listrik meningkat. Pada hari dengan banyak sinar matahari, produksi melimpah dan harga jatuh. Pada malam hari, produksi menurun dan harga melonjak. Baterai membantu menghaluskan perbedaan tersebut sehingga harga menjadi lebih stabil bagi konsumen.
Studi ini juga menunjukkan bahwa manfaat baterai tidak hanya terletak pada kemampuannya menyimpan energi. Perannya dalam membentuk harga listrik dan menentukan strategi investasi menjadi faktor penting dalam membangun sistem energi yang lebih efisien dan tahan terhadap fluktuasi pasokan. Pasar listrik yang lebih stabil membantu industri merencanakan produksi dengan lebih baik. Konsumen rumah tangga juga mendapat keuntungan dari penurunan tarif listrik dalam jangka panjang.
Transisi menuju energi terbarukan membutuhkan sistem penyimpanan yang kuat agar dapat menggantikan bahan bakar fosil secara penuh. Penelitian ini memperlihatkan bahwa baterai memiliki peran penting dalam proses tersebut, namun investasi pada baterai tidak selalu berkembang otomatis. Ketika pasar mencapai titik keseimbangan baru, kebijakan publik sering kali diperlukan untuk mendorong adopsi lebih cepat. Pemerintah dapat memberikan subsidi, menetapkan mandat penyimpanan energi, atau menciptakan pasar yang lebih fleksibel untuk mendorong inovasi.
Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas bahwa penyimpanan energi merupakan kunci untuk menyerap kelebihan sinar matahari pada siang hari dan melepaskannya kembali pada saat masyarakat sangat membutuhkan listrik. Kemajuan teknologi baterai tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga memperkuat ketahanan sistem energi secara keseluruhan. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat dan pembuat kebijakan dapat merancang strategi yang lebih tepat untuk mempercepat transisi menuju masa depan yang bersih, aman, dan stabil secara ekonomi.
Baca juga artikel tentang: Kenali 8 Tanda Tubuh Mengalami Overdosis Garam yang Bisa Mengancam Kesehatan
REFERENSI:
Butters, R Andrew dkk. 2025. Soaking up the sun: Battery investment, renewable energy, and market equilibrium. Econometrica 93 (3), 891-927.

