Sebab Ilmiah Manusia Tidak Mendengar Suara di Dalam Air

Pengalaman mendengarkan suara di udara dan di air memiliki perbedaan yang signifikan. Ketika kita mendengarkan suara di udara, gelombang suara bergerak melalui udara dan diterima oleh telinga kita. Namun, ketika kita mencoba mendengarkan di bawah permukaan air, pengalaman ini berbeda.

blank

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasakan betapa dunia di dalam air memiliki sensasi yang berbeda dibandingkan dengan udara, termasuk pengalaman mendengarkan suara. Pengalaman mendengarkan suara di udara dan di air memiliki perbedaan yang signifikan. Ketika kita mendengarkan suara di udara, gelombang suara bergerak melalui udara dan diterima oleh telinga kita. Namun, ketika kita mencoba mendengarkan di bawah permukaan air, pengalaman ini berbeda.

Sementara fakta bahwa manusia mampu mendengar dengan ketajaman di udara, ketika mencoba mendengarkan di bawah permukaan air, pengalaman ini berbeda. Hal ini karena perbedaan fundamental dalam cara gelombang suara dikirimkan dan diterima antara udara dan air. Gelombang suara di udara bergerak melalui udara sebagai medium, sedangkan di air, gelombang suara bergerak melalui air sebagai medium. Perbedaan ini menyebabkan perbedaan dalam cara gelombang suara dikirimkan dan diterima, sehingga pengalaman mendengarkan di air berbeda dengan di udara.

Dalam konteks ini, masalah pendengaran bukanlah disebabkan oleh begitu saja lenyapnya suara di dalam air, melainkan lebih kepada perbedaan fundamental dalam cara gelombang suara dikirimkan dan diterima antara udara dan air. Perbedaan ini juga berarti bahwa manusia tidak dapat mendengar dengan sebaiknya di air karena perbedaan cara gelombang suara dikirimkan dan diterima.

Akibat perbedaan kecepatan propagasi suara dan karakteristik fisik kedua medium, suara di dalam air memiliki hambatan yang berbeda dalam mencapai pendengaran manusia daripada ketika berada di udara. Propagasi suara adalah proses di mana gelombang suara bergerak melalui medium, seperti udara atau air. Kecepatan propagasi suara di udara sekitar 343 meter per detik, sedangkan di air sekitar 1.482 meter per detik. Perbedaan ini menyebabkan hambatan dalam mencapai pendengaran manusia.

Proses ini melibatkan perubahan sifat gelombang, seperti kecepatan, frekuensi, dan amplitudo, yang pada gilirannya memengaruhi sejauh mana telinga manusia mampu menangkap dan memahami suara tersebut di berbagai media. Kecepatan gelombang suara di udara lebih cepat daripada di air, sehingga suara di udara dapat mencapai telinga manusia lebih cepat. Frekuensi gelombang suara juga berbeda, dengan frekuensi yang lebih tinggi di udara dan lebih rendah di air. Amplitudo gelombang suara, yang menggambarkan besar kecilnya gelombang, juga berbeda antara udara dan air. Perubahan sifat gelombang ini memengaruhi sejauh mana telinga manusia mampu menangkap dan memahami suara tersebut di berbagai media. Oleh karena itu, untuk mendengarkan di air, kita memerlukan teknologi khusus yang dapat mengatasi perbedaan ini, seperti perangkat bantu pendengaran di air.

1. Kecepatan Rambat Suara

Di udara, suara bergerak dengan kecepatan sekitar 343 meter per detik pada suhu 20 derajat Celsius. Kecepatan rambat suara di udara adalah suatu konsep yang menggambarkan seberapa cepat gelombang suara bergerak melalui medium, seperti udara. Kecepatan rambat suara di udara ini dipengaruhi oleh suhu udara, dengan kecepatan yang lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi.

Namun, air memiliki kecepatan rambat suara yang lebih cepat, sekitar 1482 meter per detik pada suhu yang sama. Kecepatan rambat suara di air juga dipengaruhi oleh suhu air, namun perbedaan kecepatan rambat suara antara udara dan air ini sangat signifikan. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan sifat fisik antara udara dan air, seperti kepadatan dan viskositas.

Akibatnya, ketika suara melewati perbatasan udara dan air, perbedaan ini menyebabkan pemantulan yang signifikan yang sulit ditangkap oleh telinga manusia di dalam air. Pemantulan adalah suatu proses di mana gelombang suara dipantulkan kembali ke medium asalnya ketika bergerak melalui medium lain. Pemantulan ini menyebabkan perubahan sifat gelombang suara, seperti kecepatan, frekuensi, dan amplitudo, yang pada gilirannya memengaruhi sejauh mana telinga manusia mampu menangkap dan memahami suara tersebut.

2. Pergeseran Frekuensi

Lain halnya dengan gelombang suara di udara, di mana aurikula (telinga) manusia cocok dengan frekuensi suara di udara, gelombang suara di air memiliki frekuensi yang lebih tinggi. Frekuensi suara adalah suatu konsep yang menggambarkan berapa kali gelombang suara bergerak dalam satu detik. Frekuensi suara di udara biasanya berada dalam rentang 20 Hz hingga 20 kHz, yang sesuai dengan kemampuan telinga manusia untuk mendengar.

Namun, gelombang suara di air memiliki frekuensi yang lebih tinggi, biasanya berada dalam rentang 20 kHz hingga 100 kHz. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan sifat fisik antara udara dan air, seperti kepadatan dan viskositas. Kepadatan air lebih tinggi daripada udara, sehingga gelombang suara di air bergerak lebih cepat dan memiliki frekuensi yang lebih tinggi.

Ini berarti telinga manusia kesulitan atau bahkan gagal menangkap informasi suara ini karena melewatinya saat bergerak melalui medium yang berbeda. Telinga manusia hanya dapat mendengar gelombang suara dalam rentang frekuensi yang sesuai dengan kemampuan telinga, sehingga gelombang suara di air yang memiliki frekuensi yang lebih tinggi sulit ditangkap.

3. Penghalang Bunyi untuk Menembus

Kita juga dapat mempertimbangkan bahwa air memiliki kepadatan yang jauh lebih tinggi daripada udara. Kepadatan adalah suatu konsep yang menggambarkan berapa banyak partikel yang terdapat dalam suatu medium. Air memiliki kepadatan yang lebih tinggi karena terdiri dari partikel-partikel yang lebih padat seperti molekul air dan gas lainnya.

Sebagai medium yang lebih padat, air menunjukkan hambatan yang lebih besar terhadap propagasi gelombang suara. Propagasi gelombang suara adalah suatu proses di mana gelombang suara bergerak melalui medium. Hambatan ini disebabkan oleh perbedaan sifat fisik antara udara dan air, seperti kepadatan dan viskositas. Kepadatan air yang lebih tinggi menyebabkan hambatan yang lebih besar terhadap propagasi gelombang suara.

Akibatnya, bunyi yang ditransmisikan melalui air memiliki rentang jarak yang lebih pendek dan cepat melemah dibandingkan dengan di udara. Rentang jarak adalah suatu konsep yang menggambarkan seberapa jauh gelombang suara dapat bergerak melalui medium. Karena hambatan yang lebih besar terhadap propagasi gelombang suara di air, bunyi yang ditransmisikan melalui air memiliki rentang jarak yang lebih pendek dan cepat melemah.

4. Adaptasi Evolusi

Sudah menjadi kodrat manusia sebagai makhluk yang beradaptasi dengan kehidupan di darat bahwa auditori kita terutama terarah untuk mendengar di udara. Auditori adalah suatu bagian dari telinga manusia yang berfungsi untuk mendengar suara. Manusia telah beradaptasi untuk hidup di darat, sehingga auditori kita terutama terarah untuk mendengar di udara. Kehidupan bawah air bukanlah lingkungan yang manusia ciptakan untuk berdiam dan komunikasi dalam rentang suara yang optimal.

Kehidupan bawah air memiliki lingkungan yang berbeda dengan kehidupan di darat. Air memiliki kepadatan yang lebih tinggi daripada udara, sehingga gelombang suara bergerak lebih cepat dan memiliki frekuensi yang lebih tinggi. Karena itu, komunikasi dalam rentang suara yang optimal tidak dapat terjadi di bawah air. Manusia tidak dapat beradaptasi untuk hidup di bawah air dengan cara yang sama seperti di darat, sehingga komunikasi dalam rentang suara yang optimal tidak dapat terjadi di bawah air.

Oleh karena itu, untuk berkomunikasi di bawah air, manusia memerlukan teknologi khusus yang dapat mengatasi perbedaan ini, seperti perangkat bantu pendengaran di air. Perangkat ini dapat membantu manusia untuk mendengar suara di bawah air dengan cara yang lebih efektif.

Meskipun manusia tidak bisa mendengar bunyi dengan jelas di dalam air, hal ini adalah contoh menarik tentang bagaimana sifat fisika lingkungan yang berbeda dapat mengubah cara percepatan dan pertukaran informasi. Percepatan dan pertukaran informasi adalah suatu konsep yang menggambarkan cara bagaimana informasi bergerak dan diubah dalam suatu lingkungan. Sifat fisika lingkungan, seperti kepadatan, viskositas, dan kecepatan rambat suara, dapat mengubah cara percepatan dan pertukaran informasi.

Walau demikian, hal ini membuat kita semakin mengagumi kompleksitas gelombang bunyi serta harusnya mengindahkan seberapa uniknya evolusi dan adaptasi pendengaran kita terhadap fisika lingkungan yang beragam di sekitar kita. Gelombang bunyi adalah suatu konsep yang menggambarkan cara bagaimana suara bergerak melalui medium. Evolusi dan adaptasi pendengaran adalah suatu proses di mana manusia beradaptasi untuk mendengar suara dalam lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu, hal ini menunjukkan bahwa manusia telah beradaptasi untuk mendengar suara dalam lingkungan yang berbeda, seperti udara dan air, dengan cara yang unik dan kompleks.

REFERENSI:

Ruslam, dkk. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Mendengar dalam Air. Jurnal Penelitian. Vol. 1, No. 3.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *