Bayangkan ada alam semesta “cermin” dari dunia kita, di mana setiap partikel yang kita kenal seperti elektron dan proton memiliki versi kebalikannya. Versi ini identik dalam banyak hal, seperti massa, tetapi memiliki muatan listrik yang berlawanan. Misalnya, jika proton bermuatan positif, maka “kembarannya” dalam dunia cermin itu disebut antiproton, bermuatan negatif. Sekumpulan partikel “cermin” inilah yang disebut sebagai antimateri.
Pada tahun 2025, sekelompok ilmuwan di CERN, yaitu lembaga penelitian fisika terbesar di dunia yang berlokasi di Swiss, mencetak sejarah penting. Mereka berhasil menciptakan qubit pertama dari antiproton (partikel antimateri yang menjadi pasangan dari proton).
Apa Itu Antimateri?
Antimateri adalah kebalikan dari materi biasa. Jika Anda punya elektron yang bermuatan negatif, maka antipartikel-nya disebut positron yang bermuatan positif. Begitu juga dengan proton (bermuatan positif), kembarannya adalah antiproton yang bermuatan negatif.
Saat antimateri bertemu dengan materi biasa, keduanya musnah dan melepaskan energi besar. Karena alasan ini, antimateri sering digambarkan sebagai bahan bakar super atau senjata pemusnah di fiksi ilmiah. Tapi dalam dunia nyata, antimateri sangat langka dan hanya bisa diproduksi di laboratorium seperti Antimatter Factory milik CERN.
Apa Itu Qubit?
Sebelum memahami mengapa penciptaan qubit dari antimateri itu penting, mari pahami dulu apa itu qubit.
Komputer biasa menyimpan informasi dalam bentuk bit, yaitu angka 0 atau 1. Komputer kuantum, di sisi lain, menggunakan qubit (quantum bit). Qubit bisa berada di 0, 1, atau keduanya sekaligus (berkat prinsip kuantum yang disebut superposisi). Ini membuat komputer kuantum berpotensi jauh lebih kuat untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu yang terlalu rumit untuk komputer biasa.
Mengapa Qubit dari Antimateri?
Qubit biasanya dibuat dari partikel seperti elektron atau ion. Namun kali ini, ilmuwan dari proyek BASE di CERN menciptakan qubit dari antiproton. Ini pertama kalinya partikel antimateri digunakan sebagai dasar qubit.
Mengapa ini menarik? Karena jika kita bisa mengontrol dan memanipulasi antimateri pada skala kuantum, kita bisa membuka banyak pintu untuk eksperimen fisika yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dari memahami perbedaan materi dan antimateri, hingga menguji simetri alam semesta.
Eksperimen Luar Biasa: Mengendalikan Antiproton
Membuat qubit dari antimateri bukan hal mudah. Pertama, antimateri tidak bisa bersentuhan dengan materi biasa, kalau tidak, keduanya akan musnah. Jadi, para ilmuwan harus “menjebak” antiproton dalam medan magnetik di ruang hampa agar tidak menyentuh apapun.
Lalu mereka menggunakan medan listrik dan magnetik super presisi untuk mengukur dan mengontrol spin dari antiproton. Spin ini bisa digunakan sebagai “0” dan “1” dalam sistem kuantum, artinya antiproton bisa berfungsi sebagai qubit.
Lebih hebatnya lagi, mereka bisa mengamati perubahan keadaan kuantum dari antiproton secara real-time, sesuatu yang belum pernah dilakukan dengan partikel antimateri sebelumnya.
Bukan untuk Komputer, Tapi Untuk Ilmu Pengetahuan
Meski terdengar seperti langkah menuju komputer kuantum dari antimateri, tim CERN menegaskan bahwa tujuan mereka bukan membuat mesin seperti itu. Sebaliknya, mereka ingin memahami sifat dasar dari antimateri.
Salah satu misteri besar dalam fisika adalah: mengapa alam semesta terdiri hampir sepenuhnya dari materi? Jika materi dan antimateri tercipta dalam jumlah yang sama saat Big Bang, ke mana perginya antimateri?
Dengan menciptakan qubit dari antimateri, ilmuwan bisa menguji apakah hukum fisika berlaku simetris antara materi dan antimateri. Misalnya, apakah antiproton memiliki massa dan muatan yang persis sama (hanya berlawanan tanda) dengan proton? Jika ada perbedaan kecil pun, itu bisa membantu menjawab misteri ini.
Walaupun saat ini kita belum akan melihat komputer kuantum antimateri dalam waktu dekat (bahkan mungkin tidak pernah), penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian antimateri sudah sampai ke tingkat yang sangat presisi.
Hal ini bisa berdampak besar dalam:
- Metrologi: Mengukur konstanta alam dengan akurasi lebih tinggi.
- Fisika fundamental: Menguji teori-teori besar seperti relativitas umum dan mekanika kuantum.
- Medis: Pemahaman lebih lanjut tentang positron bisa mendukung teknologi PET scan yang sudah digunakan di rumah sakit.
CERN sekali lagi membuktikan bahwa mereka berada di garis depan eksplorasi sains paling menakjubkan di dunia. Dengan menciptakan qubit dari antiproton, mereka membuka jalan baru dalam pemahaman kita terhadap alam semesta, bahkan jika itu bukan untuk membuat komputer kuantum.
Eksperimen ini adalah bukti bahwa ilmuwan tidak hanya mengejar teknologi, tapi juga pengetahuan murni. Dan dalam pencarian itu, kita semakin dekat untuk menguak misteri terbesar dari asal-usul kita sendiri.
Fakta Menarik: Untuk membuat dan menjebak hanya satu antiproton, dibutuhkan fasilitas canggih dan pendinginan ekstrem, jauh lebih sulit daripada menangkap satu elektron!
REFERENSI:
Carpineti, Alfredo. 2025. First Antiproton Quantum Bit Created At CERN’s Antimatter Factory. IFL Science: https://www.iflscience.com/first-antiproton-quantum-bit-created-at-cerns-antimatter-factory-80146 diakses pada tanggal 27 Juli 2025.

