Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri masih tinggi, salah satunya disebabkan kurangnya asupan zat besi. Kondisi ini dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi belajar, mudah lelah hingga mengganggu kesehatan reproduksi di masa depan. Pentingnya pencegahan anemia sejak dini, mahasiswa kelompok 7 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) 2025 yang ditempatkan di Kabupaten Siak, Riau tepatnya Desa Merempan Hulu, melaksanakan kegiatan sosialisasi pentingnya konsumsi tablet tambah darah kepada siswi MTs Darul Islam.

Adapun materi sosialisasi ini terdiri dari;
- Pengertian dan manfaat dari tablet tambah darah
- Cara konsumsi yang benar
- Gaya hidup sehat bagi remaja putri
Pengertian dan Manfaat dari Tablet Tambah Darah
Tablet tambah darah (TTD) adalah sediaan berbentuk tablet salut gula yang berisi mikroelemen zat besi (Fe) dalam bentuk garam seperti ferro sulfat, ferro fumarat atau ferro glukonat, serta asam folat. Zat besi (Fe) berperan krusial sebagai komponen pembentuk hemoglobin (Hb). Hb adalah protein yang mengikat dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Asam folat berkontribusi dalam sintesis sel darah dan mencegah anemia megaloblastik, terutama pada masa pertumbuhan bagi remaja putri.

Remaja putri sangat membutuhkan tablet tambah darah karena pada masa pubertas mereka mengalami menstruasi rutin yang meningkatkan risiko kehilangan zat besi, sementara kebutuhan gizi juga meningkat akibat pertumbuhan pesat. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang ditandai dengan lemas, menurunnya konsentrasi belajar, hingga gangguan perkembangan kognitif. Selain itu, anemia yang tidak ditangani sejak remaja dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan reproduksi, termasuk risiko komplikasi saat kehamilan dan bayi lahir dengan berat badan rendah.
Oleh karena itu suplemen tablet tambah darah menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas belajar, serta mempersiapkan generasi yang sehat di masa depan.
Cara Konsumsi Tablet Tambah Darah yang Benar
Menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan didukung WHO, anjuran konsumsi tablet tambah darah yang benar yaitu;
- Remaja putri usia 12-18 tahun mulai mengkonsumsi 1 tablet per minggu (berisi 60 mg zat besi elemental; 0,4-0,6 mg asam folat)
- Suplementasi ini berlanjut sampai usia produktif (sekitar 18-49 tahun) terutama bagi perempuan dengan risiko anemia tinggi.
- Kondisi tertentu (anemia sedang hingga berat), dapat diresepkan dosis harian sesuai indikasi medis.
Gaya Hidup Sehat bagi Remaja Putri
Tablet tambah darah hanyalah suplemen atau nutrisi tambahan. Agar remaja putri terhindar dari anemia perlu dukungan utama dari gaya hidup sehat. Remaja putri sebaiknya menerapkan gaya hidup sehat seperti;

- Asupan zat besi dan nutrisi seimbang
Pilih makanan kaya zat besi, seperti daging merah, ikan, hati ayam, telur, sayuran hijau tua, dan kacang-kacangan, serta kombinasikan dengan sumber vitamin C (jeruk, jambu, brokoli) untuk membantu penyerapan zat besi. Hindari minum teh, kopi, dan susu bersamaan dengan waktu makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
- Aktivitas fisik dan sirkulasi darah
Lakukan olahraga ringan hingga sedang seperti jogging, bersepeda, berenang, atau senam setidaknya 30 menit per hari. Aktivitas fisik ini dapat meningkatkan produksi dan sirkulasi sel darah merah melalui hormon eritropoietin.
- Cukup istirahat dan tidur berkualitas
Tidur cukup sekitar 8–9 jam per malam dikenal membantu pemulihan sel dan menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Kurang tidur dapat menurunkan level hemoglobin dan memperburuk gejala anemia
- Kebiasaan sehat pencegahan infeksi
Terapkan kebiasaan hidup bersih seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga makanan dan minuman tetap tertutup, serta melakukan penanganan terhadap infeksi penyebab anemia seperti kecacingan melalui pemeriksaan dan pengobatan bila diperlukan
- Suplementasi tablet tambah darah
Ikuti program konsumsi TTD, yaitu satu tablet per minggu sebagaimana dianjurkan pemerintah, khususnya di sekolah. Suplementasi ini sangat efektif dalam meningkatkan cadangan zat besi dan menurunkan angka anemia pada remaja putri
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 34 siswi MTs Darul Islam, dan mendapat sambutan baik dari Guru dan Tenaga Pendidik. Sosialisasi ini sejalan dengan upaya peningkatan kesehatan remaja putri di lingkungan sekolah.
“Kami berharap para siswi semakin peduli dengan kesehatan diri mereka. Tablet tambah darah bukan hanya suplemen, tapi juga investasi untuk masa depan, terutama bagi calon ibu dikemudian hari. Tentunya disertai gaya hidup yang sehat”, jelas Siti Mutiah selaku penanggung jawab kegiatan ini.

Melalui program sosialisasi kesehatan bagi remaja putri ini. KKN MAs hadir dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak usia sekolah. Sekaligus membantu desa dalam menekan angka anemia dikalangan remaja putri.
Oleh Mahasiswa KKN MAs 2025, Kelompok 7 di Desa Merempan Hulu, Kabupaten Siak, Riau.
Shalli Layla Hafni (UMRI), Muhammad Hafizh (UMRI), Sandi Zikrullah (UMRI), Rindy Karela (UMRI), Mutia Shananda (UMRI), M. Syauqi Mahbub (UMRI), Salsabilla Putri Naqiyyah (UMRI), Siti Mutiah Putri (UMRI), Muhammad Faiz Al Farizi (UMY), Ilham Ibnu Zaman (UMP), Shafakaisha Nabilla Yahya (UMJ).
Referensi
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Cegah anemia pada remaja putri dengan tablet tambah darah. Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/cegah-anemia-pada-remaja-putri-dengan-tablet-tambah-darah
Kesmas-ID. (2023). Cegah dampak negatif anemia pada remaja putri. https://kesmas-id.com/cegah-dampak-negatif-anemia-pada-remaja-putri/
Kesmas-ID. (2023). Remaja putri bebas anemia: Kunci sehat dan prestasi maksimal. https://kesmas-id.com/remaja-putri-bebas-anemia-kunci-sehat-dan-prestasi-maksimal/
Merdeka.com. (2024). Cara cegah anemia pada remaja putri dengan pola hidup sehat. https://www.merdeka.com/sumut/cara-cegah-anemia-pada-remaja-putri-dengan-pola-hidup-sehat-kln.html
Program Kemitraan Global Mahasiswa, Fakultas Kedokteran UGM. (2022). Pencegahan anemia pada remaja. Universitas Gadjah Mada. https://pkgm.fk.ugm.ac.id/2022/05/18/pencegahan-anemia-pada-remaja/
World Health Organization (WHO). (2011). Guideline: Intermittent iron and folic acid supplementation in menstruating women. WHO. https://www.who.int/elena/titles/intermittent_iron_women/en/
