Glove Detector: Sarung Tangan Pendeteksi Ayam Mati Kemaren (Tiren) Berbasis Kapasitansi Untuk Mengetahui Daging Ayam yang Sehat dan Halal

blank

Oleh: Muhammad Padila

Banyak produk pangan Indonesia yang tidak aman untuk dikonsumsi sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan dan penyakit bagi konsumen. Salah satunya adalah daging ayam yang dijual di pasar tradisional. Walaupun demikian, sebagian pelaku usaha daging ayam ras belum memperhatikan masalah keamanan pangan dengan banyaknya dijumpai pedagang yang menjual ayam mati kemarin (ayam tiren) di Bandung, Jakarta, Bangka, Karanganyar, Yogyakarta, dan daerah lainnya[4]-[9]. Daging ayam ini biasa tercampur dengan daging ayam tiren. Banyak kasus penjualan daging ayam tiren yang tidak layak dikonsumsi.

Baca juga: Ayam Cemani, Ayam Mistis dengan Julukan Ayam Lamborghini yang Mendunia

Ayam tiren (mati kemarin) atau bangkai ayam adalah ayam yang tidak tidak melalui proses penyembelihan baik. Daging ayam tidak melalui penyembelihan yang baik sehingga tiga saluran pada leher ayam (saluran pencernaan, saluran pernapasan dan pembuluh darah) tidak dipotong sepenuhnya yang tidak sesuai dengan syariat islam[1]. Hal ini menyebabkan darah tidak keluar dari tubuh dan darah mengendap pada daging terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala atau leher ayam, dan harganya lebih murah. Darah mengendap di dalam daging akan menjadi sumber nutrisi untuk pertumbuhan mikroorganisme (bakteri, virus dan jamur) lebih cepat. Ciri-ciri daging tiren beraroma agak amis, berwarna kebiru-biruan, pucat dan tidak segar. Pada leher potongan ayam terlihat tidak lebar, tidak mulus seperti ayam potong ketika hidup, kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat, karena pakai formalin. Hal ini menyebabkan masalah kesehatan konsumen yang mengkonsumsi daging ayam tersebut.

Berdasarkan uraian diatas, diperlukan sebuah solusi untuk mengatasi masalah merajalela pembelian dan penjualan tiren daging ayam oleh pedagang yang tidak bertanggung jawab. Salah satu metode yang sering diterapkan kepada Yayasan sistem deteksi daging ayam tiren adalah sifat cara biologis dan kimiawi dengan mengamati warna daging ayam dan mengamati kelembutan daging ayam, tetapi cara ini relatif mahal. Selain itu, perbedaan dalam cara nilai kapasitansi dapat diandalkan ayam tiren perbedaan dan daging ayam segar seperti penelitian yang dilakukan oleh Frida Agung Rakhmadi, Widayanti Anggar dan Astika Rusma. Oleh karena itu, tim peneliti dari Universitas Padjadjaran membuat sarung tangan ayam tiren kapasitansi berbasis deteksi adalah salah satu solusi untuk mendeteksi daging ayam tiren dengan pemanfaatan teknologi yang semakin berkembang.

Sarung tangan yang digunakan sebagai media praktis digunakan karena lebih banyak dan lebih unggul dibandingkan dengan alat-alat lain karena pedagang tidak mau jika dia menyentuh ayam menggunakan alat oleh konsumen. Sarung tangan ini juga berguna untuk menutupi tangan konsumen ayam sehingga ia tidak perlu mencuci tangan setelah menyentuh daging ayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kapasitansi daging ayam dan daging ayam tiren segar, serta membuat detektor ayam tiren sarung tangan.

Tim peneliti melakukan eksperimen selama 4 bulan di Fakultas Peternakan dan Fakultas Matematika dan Ilmu Alam Universitas Padjadjaran, Sumedang, Indonesia. Eksperimen dilakukan untuk mengukur nilai kapasitansi daging ayam dan pembuatan sarung tangan. Pengukuran nilai kapasitansi dilakukan dengan menggunakan baik kapasitansi meter, plat aluminium tipis, pisau, talenan, nampan dan plastik. Serta bahan berupa daging ayam segar dan ayam tiren. Pisau ini digunakan untuk memotong ayam, nampan untuk menyimpan sementara daging ayam, kontainer dan wadah plastik untuk alas tanah.

Kapasitansi meter digunakan untuk mengukur kapasitansi nilai di bagian daging ayam dan ayam tiren daging segar. Daging ayam diapit oleh aluminium tipis piring terhubung dengan kapasitansi meter. Sarung tangan-membuat dilakukan dengan menggunakan alat berupa alat jahit gunting, laptop, kabel data. Serta bahan dalam bentuk sarung tangan yang terbuat dari kulit, indikator warna cahaya hijau/merah, probe (aluminium tipis piring), kabel, dan mikrokontroler. Sarung tangan yang dibuat dengan toko dan mengelola data yang diperoleh pada Mikrokontroler menggunakan laptop terhubung melalui kabel data. Mikrokontroler yang sudah disimpan di bagian terprogram sarung tangan. Kabel akan terhubung mikrokontroler dengan probe. Di bagian atas mikrokontroler mulut lampu indikator. Alat jahit yang digunakan untuk menjahit sarung tangan.

Hasil Penelitian dari Tim Penguji dilihat Tabel 1 dan Tabel 2 menunjukkan nilai kapasitansi ayam tiren lebih tinggi dari nilai kapasitansi dari daging ayam segar pada semua bagian dari daging ayam. Perbedaan-perbedaan ini tampak lebih jelas pada grafik gambar 1.

Table 1. Nilai Kapasitansi Daging Ayam Normal[2]blank

 Table 2. Nilai Kapasitansi Daging Ayam Tiren[2]blank

Kapasitor adalah komponen listrik yang terdiri dari dua plat dilakukan dipartisi bahan sejajar dengan satu sama lain dengan listrik. Komponen ini sangat penting dalam elektronik atau listrik karena memiliki sifaf dapat menyimpan muatan listrik, dapat menahan arus langsung dan melewatkan arus bolak-balik[2]

blank

Gambar 1. Grafik kapasitansi nilai untuk daging ayam segar dan tiren[2]

Nilai kapasitansi dari ayam tiren lebih besar dari ayam segar menunjukkan bahwa ukuran kapasitas penyimpanan ayam tiren biaya lebih besar daripada ukuran kapasitas penyimpanan daging ayam segar, sehingga ayam tiren dielektrik lebih besar dari pada daging ayam segar. Besarnya dielektrik ayam tiren bila dibandingkan dengan daging ayam segar karena proses pembusukan dan dekomposisi bahan kimia dalam daging ayam tiren lebih cepat daripada daging ayam segar. Itu adalah karena mikroorganisme total pada daging ayam tiren adalah lebih dari ayam segar[2].

blank

blank

Gambar 2. Sarung Tangan Pendeteksi Ayam Tiren[2]

Perbedaan nilai kapasitansi daging ayam segar dan daging ayam tiren digunakan sebagai sebuah konsep dalam sarung tangan ayam tiren detektor. Semakin besar ayam segar dibandingkan ayam tiren kapasitansi menunjukkan bahwa ukuran kapasitas penyimpanan biaya ayam tiren lebih besar daripada ukuran kapasitas penyimpanan charge ayam segar.

Dengan referensi, mikrokontroler dapat menghitung dan memutuskan apakah ayam diuji positif atau tidak dengan diberitahu melalui warna lampu hijau untuk ayam segar dan lampu merah untuk ayam tiren.

Pada sarung tangan yang dibuat di sana adalah sebuah sensor (probe) terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian dari sensor (probe) dan indikator. Bagian probe sensor yang tertanam dalam sarung tangan yang akan datang ke dalam kontak dengan daging ayam. Nilai kapasitansi daging akan terbaca oleh mikrokontroler dan memperoleh nilai kapasitas 90%. Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai controller sirkuit elektronik dan memelihara program di dalam.

Mikrokontroler umumnya terdiri dari CPU (Central Processing Unit), memori, I/O dan mendukung unit seperti Analog ke Digital Converter (ADC) yang sudah terintegrasi di dalamnya. Lampu indikator dalam bentuk bagian-bagian kecil yang menghasilkan warna merah/hijau. Para peneliti dan penguji berharap bahwa sarung tangan dapat digunakan dan diimplementasikan kepada penjual daging ayam. Sehingga masyarakat tahu apakah daging ayam tersebut daging ayam tiren atau bukan. Hal ini dapat mencegah serta antisipasi masyarakat untuk tidak mengkonsumsi daging ayam tiren yang tidak baik bagi kesehatan.

Nilai kapasitansi daging ayam tiren semua bagian berbeda dengan nilai kapasitansi dari daging ayam segar, daging ayam tiren nilai kapasitansi lebih besar dari daging ayam segar. Sarung tangan deteksi daging ayam tiren menggunakan konsep nilai lebih besar kapasitansinya dari daging ayam segar, indikator daging ayam tiren lampu warna merah jika positif dan warna hijau jika tidak. Sehingga dengan sarung tangan ini dapat mencegah serta antisipasi masyarakat untuk tidak mengkonsumsi daging ayam tiren serta solusi mengkonsumsi daging ayam yang sehat dan halal di Indonesia.

 

Daftar Pustaka

[1] Zakaria, H. A. 2018. Menjelang Ramadhan, Yuk Kenali Ciri-Ciri Ayam Tiren. Diakses 13 Mei 2018.

[2] Rhegy, dkk. 2017. Capacitance-Based Tiren Chicken Meat Detector Glove As Chicken Meat Safety Solution In Indonesia. Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika. Departemen Fisika FMIPA Universitas Padjadjaran. Vol. 01, No. 02 (2017) 34 – 40.

[3] Badan Litbang Pertanian. 2017. Bagaimana Membedakan Ayam Segar dengan Ayam Tiren. http://new.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/2947/ Diakses 13 Mei 2018.

[4] Harlia, E., R. L. Balia, dan D. Suryanto. 2016. Studi Tentang Keamanan Karkas Ayam Broiler Ditinjau Dari Penjualan Ayam Tiren Dan Penggunaan Formalin Di Pasar Tradisional Bandung. Unpad Open Repository. http://repository.unpad.ac.id/9213/ DIakses 13 Mei 2018

[5] Yuliandri, R. 2016. Tim Gabungan Musnahkan Daging dan Ayam Tiren Hasil Temuan di Pasar Modern Koba. http://bangka.tribunnews.com/2016/08/26/tim-gabungan-musnahkan-daging-dan-ayam-tiren-hasil-temuan-di-pasar-modern-koba. Diakses 13 Mei 2018

[6] Yuwono, M. 2017. Polisi DIY Gerebek Tempat Pengolahan Daging Ayam Tiren dan Bangkai Anjing.

[7] Larasati, W. A. 2017. Daging Ayam Tiren Berbau dan Berformalin di Karawang. https://www.liputan6.com/news/read/3036608/daging-ayam-tiren-berbau-dan-berformalin-di-karawang

[8] Handayani, S., S. 2017. Satgas Mafia Pangan Polres Karanganyar Tangkap 2 Penjual Ayam Tiren. http://www.jatengpos.com/2017/12/satgas-mafia-pangan-polres-karanganyar-tangkap-2-penjual-ayam-tiren-876577. Diakses 13 Mei 2018

[9] Ellya. 2017. Nekat Jual Ayam Tiren, Dua Pedagang Diamankan Satgas Mafia Pangan.http://beritajateng.net/nekat-jual-ayam-tiren-dua-pedagang-diamankan-satgas-mafia-pangan/ Diakses 13 Mei 2018

Baca juga:
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *