Hiu biru (Prionace glauca) adalah salah satu makhluk laut yang memukau dengan kemampuan uniknya untuk mengubah warna. Meskipun hewan seperti bunglon dan gurita telah lama dikenal sebagai “master” dalam seni kamuflase, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hiu biru memiliki trik serupa yang tersembunyi di balik sisik mikroskopisnya. Penemuan ini tidak hanya mengungkap rahasia di balik warna biru khas hiu ini, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang mekanisme biologis yang berpotensi menginspirasi pengembangan teknologi masa depan.
Warna Biru yang Langka di Dunia Hewan
Warna biru adalah salah satu warna yang paling jarang ditemukan di dunia hewan. Untuk menghasilkan warna ini, banyak spesies telah mengembangkan strategi evolusi yang unik. Menurut Dr. Viktoriia Kamska, seorang peneliti pasca-doktoral di Universitas Hong Kong, proses biologis yang menghasilkan warna biru pada hiu biru sangat menarik karena kompleksitasnya. Dalam presentasinya di Konferensi Tahunan Biologi Eksperimental di Antwerp pada tahun 2025, Kamska menjelaskan bagaimana hiu biru memanfaatkan struktur mikroskopis untuk menghasilkan warna biru yang mencolok sekaligus kemampuan untuk mengubah warna tubuhnya.
Sisik Hiu Biru: Struktur Mikroskopis yang Menakjubkan
Sebagian besar hiu memiliki warna abu-abu, tetapi hiu biru menonjol dengan kombinasi warna biru di bagian punggung, perak di sisi tubuh, dan putih di bagian perut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rahasia di balik warna ini terletak pada sisiknya yang menyerupai gigi kecil, disebut dermal denticles. Struktur unik tersebut mengandung kristal guanin dan melanosom yang berfungsi untuk memantulkan dan menyerap panjang gelombang cahaya.
“Kombinasi kristal guanin dan melanosom ini bekerja seperti kantong kecil berisi cermin dan penyerap cahaya hitam, yang disusun secara dekat untuk menghasilkan efek warna tertentu,” jelas Kamska dalam siaran persnya.
Ukuran struktur ini sangat kecil, berada pada tingkat nanometer, sehingga para peneliti menggunakan berbagai teknik canggih seperti diseksi skala halus, mikroskop optik, dan mikroskop elektron untuk memahami mekanisme di balik kemampuan perubahan warna hiu biru.

Hiu Biru: Bunglon Laut
Meskipun kemampuan kamuflase hiu biru tidak se-ekstrim gurita atau bunglon, penelitian menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam formasi kristal guanin dapat memengaruhi warna tubuhnya. Dengan menggunakan teknik segmentasi 3D, para peneliti menciptakan model komputer sel-sel tersebut dan menemukan bahwa bahkan sel terkecil dapat mengandung hingga 152 kristal guanin terpisah.
Simulasi digital mengungkapkan bahwa mengubah sudut kristal dapat mengubah warna tubuh hiu dari biru menjadi abu-abu. Selain itu, eksperimen menunjukkan bahwa ruang sempit antara kristal menghasilkan warna biru, sementara ruang yang lebih luas menyebabkan perubahan warna menjadi hijau atau bahkan emas. Penemuan ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan seperti kelembapan atau tekanan air dapat memengaruhi warna tubuh hiu secara keseluruhan.
“Perubahan skala kecil seperti ini memungkinkan hiu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, baik dengan kamuflase maupun counter-shading,” jelas Mason Dean, seorang ahli biologi kelautan dan anatomi dari Universitas Hong Kong.
Potensi Aplikasi dalam Bidang Bioengineering
Penelitian tentang mekanisme perubahan warna pada hiu biru tidak hanya memberikan wawasan biologis yang menarik, tetapi juga membuka peluang untuk penerapan teknologi dalam berbagai bidang. Struktur kristal guanin pada sisik hiu biru dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan nanofabrikasi dan material canggih.
“Dengan semakin berkembangnya alat nanofabrikasi, kita memiliki peluang untuk mempelajari bagaimana struktur mikroskopis dapat menghasilkan fungsi baru,” ujar Dean. “Meskipun kita sudah memahami banyak tentang bagaimana ikan lain menghasilkan warna, hiu dan pari telah berevolusi secara terpisah dari ikan bertulang ratusan juta tahun yang lalu. Ini adalah jalur evolusi yang sepenuhnya berbeda dalam menciptakan warna.”
Penelitian Masa Depan: Menyelami Habitat Alami Hiu Biru
Para peneliti berharap dapat memahami lebih jauh mekanisme perubahan warna pada hiu biru dengan mempelajari spesies ini di habitat alaminya. Penelitian semacam ini tidak hanya membantu kita memahami anatomi salah satu predator laut paling menakjubkan, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang adaptasi evolusi di dunia bawah laut.
Selain itu, studi ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam bidang teknologi material. Dengan meniru struktur kristal guanin pada sisik hiu biru, para ilmuwan dapat mengembangkan material inovatif yang mampu berubah warna sesuai kondisi lingkungan. Aplikasi potensialnya mencakup pakaian pintar, perangkat optik, hingga teknologi militer.
Kesimpulan
Penemuan tentang kristal mikroskopis pada sisik hiu biru membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang dunia bawah laut sekaligus evolusi warna pada hewan. Kemampuan unik hiu biru untuk mengubah warna tubuhnya tidak hanya menjadi bukti keindahan alam tetapi juga sumber inspirasi bagi inovasi teknologi modern.
Melalui penelitian mendalam seperti ini, kita tidak hanya belajar tentang keajaiban alam tetapi juga menemukan cara untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hiu biru bukan hanya predator laut yang tangguh; ia juga menjadi simbol bagaimana alam dapat memberikan solusi kreatif bagi tantangan teknologi masa depan.
Referensi
- “Novel nanostructures in blue sharks reveal their remarkable potential for dynamic color-change.” Phys.org, Society for Experimental Biology (9 Juli 2025). Menjelaskan struktur sisik hiu biru, termasuk kristal guanin dan melanosom, yang menghasilkan warna biru dan potensi perubahan warna Phys.org.
- “This shark can change color — thanks to hidden nano mirrors in its skin.” ScienceDaily (11 Juli 2025). Menguraikan efek perubahan warna tergantung pada jarak antar lapisan kristal dan faktor lingkungan seperti tekanan air ScienceDaily.
- “Microscopic Crystals Are Behind Blue Sharks’ Ability to Change Color.” Discover Magazine, Rosie McCall. Menjelaskan simulasi digital, jumlah kristal per sel, dan efek variasi jarak antar kristal terhadap warna (biru, hijau, emas) Discover Magazine.
- “Blue Sharks May Be Secret Chameleons, Scientists Discover.” ScienceAlert. Memberikan konteks mekanisme yang mirip bunglon dan eksperimen simulasi perubahan warna ScienceAlert.
- “Blue, green and even gold – this shark uses crystals to change colour, new study finds.” Discover Wildlife, Melissa Hobson. Menyajikan detail tentang struktur kristal dalam dermal denticles dan potensi perubahan warna pada hiu biru Discover Wildlife.

