Cuka sari apel adalah jenis cuka yang dibuat dari proses fermentasi apel yang dihancurkan bersama dengan ragi dan gula. Cuka ini sering digunakan dalam berbagai masakan, seperti saus salad, acar, dan berbagai hidangan lainnya. Selain kegunaannya dalam masakan, banyak orang juga mengonsumsi cuka sari apel karena diyakini memiliki sejumlah manfaat kesehatan, di antaranya:
- Menurunkan kolesterol
- Menurunkan kadar gula darah
- Membantu penurunan berat badan
- Meningkatkan kesehatan kulit
Namun, karena sifat asam dan cara kerja cuka sari apel dalam tubuh, konsumsi cuka ini dapat berinteraksi dengan beberapa obat-obatan yang dikonsumsi. Hal ini dapat memengaruhi efektivitas obat-obatan tersebut atau bahkan berisiko menyebabkan efek samping yang merugikan. Berdasarkan informasi dari Health, berikut adalah daftar obat yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan cuka sari apel:
Baca juga artikel tentang: Rahasia Menikmati Camilan Lezat Tanpa Rasa Bersalah: Tips Memilih Camilan Sehat untuk Menghindari Makanan Cepat Saji!
1. Obat Diabetes dan Penurun Gula Darah
Cuka sari apel dapat membantu menurunkan kadar gula darah, yang membuatnya bermanfaat bagi pengidap diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa cuka sari apel bisa memperlambat proses pengosongan lambung dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap karbohidrat, yang pada gilirannya memengaruhi kadar gula darah. Namun, mengonsumsi cuka sari apel bersama dengan obat diabetes atau obat penurun gula darah bisa menyebabkan hipoglikemia, yaitu kondisi di mana kadar gula darah menjadi terlalu rendah.
Obat-obatan penurun gula darah yang perlu diwaspadai antara lain:
- Glucophage, Riomet, atau Glumetza (metformin)
- Glukotrol (glipizid)
- Insulin
- Ozempic atau Wegovy (semaglutide)
Selain itu, cuka sari apel juga dapat berinteraksi dengan ramuan herbal atau suplemen yang mengandung bahan seperti kayu manis dan teh hijau.
2. Digoxin
Digoxin adalah obat yang sering digunakan untuk mengobati gangguan jantung seperti fibrilasi atrium dan gagal jantung. Merek obat yang mengandung digoxin antara lain Digox dan Lanoxin. Menggabungkan digoxin dengan cuka sari apel bisa berisiko memicu keracunan, karena cuka sari apel dapat menurunkan kadar kalium dalam tubuh. Hal ini berbahaya karena digoxin tidak dianjurkan untuk digunakan ketika kadar kalium tubuh rendah.
Gejala keracunan digoxin meliputi:
- Kebingungan
- Penurunan kesadaran
- Kesulitan bernapas
- Detak jantung yang cepat
- Kehilangan nafsu makan
- Mual, muntah, dan diare
- Gangguan penglihatan
3. Diuretik
Diuretik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh dengan meningkatkan pengeluaran urine. Obat ini sering digunakan untuk mengobati kondisi jantung dan pembuluh darah. Beberapa diuretik dapat menurunkan kadar kalium dalam tubuh, dan mengonsumsi cuka sari apel yang juga menurunkan kadar kalium bisa meningkatkan risiko hipokalemia (kondisi di mana kadar kalium dalam darah terlalu rendah).
Contoh diuretik meliputi:
- Hidroklorotiazid
- Diuril (klorotiazid)
- Lasix (furosemid)
Jika keduanya dikonsumsi bersama, risiko kekurangan kalium dalam tubuh dapat meningkat, yang dapat menimbulkan masalah serius.
4. Pencahar Stimulan
Pencahar adalah obat yang digunakan untuk melancarkan buang air besar, sering digunakan untuk mengatasi sembelit. Pencahar stimulan, seperti senna dan Dulcolax (bisacodyl), bekerja dengan meningkatkan pergerakan usus dan mengurangi penyerapan air dari usus. Menggunakan pencahar stimulan bersama dengan cuka sari apel dapat meningkatkan risiko hipokalemia, karena kehilangan cairan melalui buang air besar dapat menyebabkan berkurangnya elektrolit penting, seperti kalium.
5. Glikosida Jantung
Glikosida jantung adalah jenis ramuan atau suplemen yang digunakan untuk mengobati gangguan jantung, termasuk fibrilasi atrium dan gagal jantung. Sama halnya dengan digoxin, kombinasi glikosida jantung dengan cuka sari apel dapat meningkatkan risiko keracunan akibat rendahnya kadar kalium dalam tubuh.
Secara keseluruhan, meskipun cuka sari apel menawarkan berbagai manfaat kesehatan, penting untuk memperhatikan interaksinya dengan obat-obatan tertentu. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan sebelum mengonsumsi cuka sari apel untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Baca juga artikel tentang: Satu Hari Satu Apel : Mengurangi Resiko Kanker dengan Flavonoid dan Polifenol
REFERENSI:
Hill, Kirstyn Hill. 2025. 8 Conditions You Didn’t Know Apple Cider Vinegar Could Help. Health: https://www.health.com/conditions-apple-cider-vinegar-can-help-with-8785399 diakses pada tanggal 26 Februari 2025.
Keshani, Mahdi dkk. 2025. The effects of apple cider vinegar on cardiometabolic risk factors: A systematic review and meta-analysis of clinical trials. Current Medicinal Chemistry.

