Indonesia Akan Punya Konstelasi Satelit Sendiri, BRIN Berencana Membuatnya

Konstelasi Satelit adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa satelit yang berada di orbit yang sama dan berfungsi sebagai satu unit yang terintegrasi. Konstelasi satelit ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti pengumpulan data, komunikasi, dan navigasi.

blank

Konstelasi Satelit adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa satelit yang berada di orbit yang sama dan berfungsi sebagai satu unit yang terintegrasi. Konstelasi satelit ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti pengumpulan data, komunikasi, dan navigasi.

Konstelasi satelit dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti:

  1. Konstelasi Satelit Pengumpulan Data: Konstelasi satelit ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang Bumi, seperti data cuaca, data keanekaragaman hayati, dan data lingkungan.
  2. Konstelasi Satelit Komunikasi: Konstelasi satelit ini digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih lokasi yang jauh, seperti pengiriman data, pengiriman pesan, dan pengiriman gambar.
  3. Konstelasi Satelit Navigasi: Konstelasi satelit ini digunakan untuk membantu navigasi, seperti GPS, GLONASS, dan Galileo.

Konstelasi satelit juga dapat dibagi menjadi beberapa kategori, seperti:

  1. Konstelasi Satelit Geostasioner: Konstelasi satelit ini berada di orbit geostasioner, yang berada pada ketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan Bumi.
  2. Konstelasi Satelit Low Earth Orbit (LEO): Konstelasi satelit ini berada di orbit rendah, yang berada pada ketinggian sekitar 200-2.000 kilometer di atas permukaan Bumi.
  3. Konstelasi Satelit Medium Earth Orbit (MEO): Konstelasi satelit ini berada di orbit medium, yang berada pada ketinggian sekitar 2.000-36.000 kilometer di atas permukaan Bumi.

Konstelasi satelit memiliki beberapa kelebihan, seperti:

  1. Kemampuan pengumpulan data yang luas: Konstelasi satelit dapat mengumpulkan data tentang Bumi dari berbagai sudut dan ketinggian.
  2. Kemampuan komunikasi yang luas: Konstelasi satelit dapat menghubungkan dua atau lebih lokasi yang jauh.
  3. Kemampuan navigasi yang akurat: Konstelasi satelit dapat membantu navigasi dengan akurasi yang tinggi.

Namun, konstelasi satelit juga memiliki beberapa kelemahan, seperti:

  1. Biaya yang tinggi: Konstelasi satelit memerlukan biaya yang tinggi untuk pengembangan, operasi, dan pemeliharaan.
  2. Risiko keamanan: Konstelasi satelit dapat menjadi target serangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
  3. Risiko teknis: Konstelasi satelit dapat mengalami kerusakan atau kegagalan karena berbagai faktor, seperti cuaca buruk atau gangguan teknis.

Dalam beberapa tahun terakhir, konstelasi satelit telah menjadi sangat penting dalam berbagai bidang, seperti pengumpulan data, komunikasi, dan navigasi. Dengan demikian, konstelasi satelit akan terus berkembang dan menjadi lebih penting dalam masa depan.

BRIN, sebuah lembaga penelitian nasional, telah mengumumkan rencana untuk membuat konstelasi satelit Indonesia yang dapat memungkinkan negara ini untuk mengumpulkan data citra satelit sendiri tanpa harus membeli dari luar negeri. Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, mengatakan bahwa Indonesia harus memiliki konstelasi satelit yang optimal untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Dikutip dari detik.com dalam konferensi pers, Dr. Handoko menjelaskan bahwa BRIN berencana untuk mengembangkan konstelasi satelit yang dapat mengumpulkan data citra satelit secara berkelanjutan dan terintegrasi. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengintegrasikan teknologi remote sensing dengan satelit. Remote sensing adalah teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang Bumi dari jarak jauh menggunakan satelit atau pesawat udara.

BRIN juga berencana untuk mengembangkan konstelasi satelit remote sensing pada orbit rendah (LEO) yang dapat membantu meningkatkan kualitas data yang dikumpulkan. Orbit rendah adalah orbit yang lebih rendah daripada orbit geostasioner, yang biasanya digunakan oleh satelit komunikasi. Orbit rendah ini dapat membantu meningkatkan resolusi data yang dikumpulkan dan memungkinkan pengumpulan data yang lebih detail.

Dengan memiliki konstelasi satelit sendiri, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan dalam mengumpulkan data tentang Bumi dan memantau kondisi lingkungan. Data ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti memantau perubahan iklim, mengawasi kegiatan pertanian, dan memantau kualitas udara. Dengan demikian, BRIN berharap bahwa konstelasi satelit Indonesia dapat menjadi salah satu contoh bagaimana negara dapat meningkatkan kemampuan dalam mengumpulkan data dan meningkatkan kualitas hidup rakyat.

BRIN tidak hanya berfokus pada pengembangan konstelasi satelit Indonesia, tetapi juga akan mengerahkan armada kapal riset yang berguna untuk mengumpulkan data dari konstelasi satelit itu secara komprehensif. Kapal riset adalah kapal yang dirancang untuk melakukan penelitian di laut atau di atas air, dan dalam kasus ini, kapal riset akan digunakan untuk mengumpulkan data dari konstelasi satelit Indonesia.

Kapal riset ini akan berguna untuk mengumpulkan data yang lebih detail dan akurat tentang Bumi, termasuk data tentang perubahan iklim, kegiatan pertanian, dan kualitas udara. Data ini akan digunakan untuk berbagai tujuan, seperti memantau perubahan iklim, mengawasi kegiatan pertanian, dan memantau kualitas udara. Dengan demikian, kapal riset ini akan menjadi salah satu contoh bagaimana BRIN berusaha meningkatkan kemampuan dalam mengumpulkan data dan meningkatkan kualitas hidup rakyat.

Selain itu, kapal riset ini juga akan menjadi basis ekonomi baru berbasis antariksa. Ekonomi berbasis antariksa adalah ekonomi yang berfokus pada pengembangan teknologi dan industri yang terkait dengan antariksa, seperti pengembangan satelit, pesawat udara, dan teknologi lainnya. Dengan memiliki kapal riset yang berguna, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan teknologi dan industri yang terkait dengan antariksa, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup rakyat dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tantangan global.

Dalam konteks ini, BRIN berharap bahwa kapal riset ini akan menjadi salah satu contoh bagaimana Indonesia dapat meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan teknologi dan industri yang terkait dengan antariksa, serta meningkatkan kualitas hidup rakyat. Target utama dari akuisisi data tersebut adalah mendapatkan data yang berkualitas secara berkelanjutan dengan biaya yang efektif. Ini juga diharapkan melibatkan sektor swasta serta berbagai sumber pendanaan

Tujuannya adalah mendukung perkembangan ekonomi berbasis teknologi dengan memanfaatkan data untuk industri dan startup. Lalu, mengembangkan aplikasi khusus untuk berbagai kebutuhan seperti penangkapan ikan, mitigasi bencana, perkebunan, pertanian, pengelolaan sampah plastik, cuaca, iklim, pemetaan, perencanaan wilayah, perdagangan karbon, dan pemantauan lingkungan. BRIN nantinya akan menyediakan data mentah dan algoritma dasar, sementara sektor swasta dan startup akan mengembangkan aplikasi dan layanan untuk berbagai sektor seperti perkebunan, perikanan, dan urban planning.

Terdapat lima stasiun bumi yang nantinya akan membantu menyukseskan tujuan tersebut. Stasiun bumi itu berada di Bukittinggi, Bogor, Pontianak, Parepare, dan Biak. Selanjutnya, Indonesia juga berpotensi untuk menjadi tempat peluncuran satelit. Hal itu memanfaatkan lokasi ekuatorial Indonesia yang menguntungkan Nantinya juga akan dibangun bandar antariksa di Biak Utara dengan luas lahan yang sudah disiapkan sebesar 100 hektar yang masih akan terus bertambah. Beberapa integrasi pembangunan juga dilakukan untuk mendukung fasilitas bandar antariksa tersebut. Adapun fasilitas-fasilitas tersebut seperti landasan peluncuran RPS (Roket Peluncur Satelit), gedung pendukung kontrol, lab, dan kantor. Lalu juga infrastuktur jalan, kebun raya nasional, dan dermaga armada kapal riset yang nantinya juga dapat digunakan oleh nelayan.

Bandar antariksa ini nantinya juga tidak hanya akan digunakan oleh Indonesia, tapi juga dapat digunakan oleh negara-negara sekitar. Selain itu, BRIN juga akan berkolaborasi dengan kampus baik Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta. Semua skema di BRIN kan terbuka ya. Jadi tidak hanya kampus bahkan industri juga .

REFERENSI:

S, Dr. Rizki, S. P. 2020. Konstelasi Satelit: Teori dan Aplikasi. Penerbit Universitas Indonesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *