Open Innovation, Kolaborasi dalam Kompleksitas

Dengan kemajuan dalam dunia informasi dan teknologi telekomunikasi, proses dan praktek inovasi sudah berevolusi sangat cepat. Inovasi sudah berubah dari sesuatu yang temukan oleh seorang peneliti brilian menjadi berpusat pada ekosistem atau perusahaan atau universitas.

Network creation digambarkan sebagai kumpulan dari ratusan atau bahkan mencapai ribuan orang berpartisipasi dari institusi yang berbeda untuk berkolaborasi menghimpun pengetahuan baru,  belajar satu sama lain, dan menyelesaikan suatu permasalahan. Seringkali pendekatan Open Innovation gagal untuk menciptakan dan mendukung keberagaman partisipan, menjaga interaksi, dan mengatur kolaborasi. Ada 2 (dua) tipe open innovation berdasarkan jenis partisipasinya yaitu membentuk persaingan pasar antar external innovator seperti Innocentive.com dan kolaborasi dengan external innovator seperti Linux dan SAP.

Dinamika kompetisi antar external innovator vs Komunitas antar external innovator diantaranya:

Kompetisi antar external innovator memberikan masuk yang sesuai untuk kebutuhan perusahaan, vs komunitas antar external innovator perkiraan atas asumsi yang dibutuhkan pasar, info teknologi dan berlanjut ke co-production

Kolaborasi dengan pasar menggunakan interaksi formal dan jangka pendek vs interaksi komunitas external innovator lebih cair dan membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan berkeadilan.

Kompetisi antar external innovator berorientasi profit vs Kolaborasi Komunitas berorientasi solusi yang membutuhkan integrasi keahlian, pengetahuan dan teknologi

Perbedaan Motif partisipasi Kolaborasi Market vs Kolaborasi komunitas external innovator.

Menurut pernyataan Mancur Olson pada tulisannya The Logic of Collective Action “Tiap orang yang tergabung dalam suatu komunitas memiliki perbedaan latar belakang dan toleransi pada biaya dan usaha. Semakin banyak jumlah partisipan dan perbedaannya, semakin besar tantangan untuk menyatukan mereka.”

Bagaimana cara komunitas ini bekerja yaitu membutuhkan pengaturan yang pas dalam mekanisme berkolaborasi, siapa yang bisa berpartisipasi, bagaimana perselisihan bisa diatasi, dan bagaimana kinerja bisa diukur sehingga penyedia platform dapat memobilisasi partisipasi dalam range yang besar. Komunitas Open Innovation mengorganisasi aktivitas kedalam modul, sehingga memudahkan sejumlah partisipan dan memberikan kebebasan untuk berinovasi dalam batasan modul aktivitas.

Komunitas Open Innovation mengandalkan Long Term Insentif untuk memotivasi dan meluruskan partisipasi. Partisipasi yang komersial bisa menghadiahkan sejumlah uang kas dalam jangka pendek atau kontrak untuk mengantarkan mereka pada kesuksesan inovasi.

Menyeimbangkan Inovasi di tingkat lokal dengan mengintegrasikan dengan perkembangan global yaitu dengan membedakan 3 tantangan pokok dalam proses produktivitas inovasi yaitu :

  1. Dapat berhubungan dan mengembangkan kerjasama dengan Talent yang sangat terdistribusi
  2. Menyediakan Konteks yang tepat agar banyak partisipasi dan keterlibatan dalam kolaborasi eksperimen, berpikir dan berinovasi
  3. Secara efektif menggabungkan kreativitas partisipan yang berbeda kedalam ilmu yang bisa dirilis

External innovator lebih menyukai autonomi, kewenangan untuk mendisain, dan memiliki akses kepada konsumen sehingga mereka dapat mendistribusikan pengetahuan, energy entrepreneur dan inisiatif. Sehingga pada kolaborasi komunitas dengan kontral penyedia platform yang ketatakan menyebabkan penolakkan. Ada 3 (tiga) platform bisnis model Open Innovation yaitu :

  1. Integrator Platform model : Penyedia Platform bekerja sama dengan external innovator dan menjual produk inovasi ke konsumen
  2. Product Platform model : Penyedia Platform membuat platform dimana external innovator dapat menjual produk inovasi kepada konsumen
  3. Two side platform model : external innovator dan konsumen bebas bertransaksi secara langsung.

blank blank

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *