Mengenal Lebih Dekat Jupiter, Si Planet Raksasa

Print Friendly, PDF & Email

Halo sahabat warstek, bagaimana kabarnya nih? Kali ini kami bakal membahas tentang salah satu planet di Tata Surya, yaitu planet Jupiter. Nah, apakah yang di ketahui nih seputar planet ini? Pastinya yang kita ketahui tentang Jupiter yaitu planet gas sekaligus menjadi yang terbesar di Tata Surya. Sebenarnya masih banyak lagi nih fakta dan misteri tentang Jupiter yang perlu di ketahui nih.

Tentang Jupiter

This new Hubble Space Telescope view of Jupiter, taken on June 27, 2019, reveals the giant planet's trademark Great Red Spot, and a more intense color palette in the clouds swirling in Jupiter's turbulent atmosphere than seen in previous years.

Planet Jupiter merupakan planet ke lima sekaligus planet terbesar di Tata Surya. Ukuran Jupiter di ketahui cukup besar sehingga jika jumlah planet di satukan maka akan mencakup setengah dari Jupiter. Bintik Merah Besar Jupiter yang ikonik merupakan badai raksasa yang berukuran lebih besar dari Bumi yang telah mengamuk selama 300 tahun lebih. Jupiter di kelilingi oleh puluhan bulan di mana 4 di antaranya merupakan satelit Galileo. Jupiter juga memiliki beberapa cincin, tetapi ini berbeda dari cincin Saturnus yang terkenal. Cincin Jupiter itu sangat redup yang terbuat dari debu, bukanlah es.

Di Jupiter sendiri merupakan tempat yang tidak mungkin bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup. Hal yang sama juga tidak berlaku untuk beberapa bulannya. Suhu, tekanan, dan material yang menjadi ciri planet ini memang cukup ekstrem dan mudah berubah sehingga tidak mungkin organisme untuk beradaptasi.

Jupiter juga adalah planet pertama dan yang tertua yang terbentuk di Tata Surya ini dari sisa – sisa nebula surya. Selain itu juga planet ini menjadi benda paling terang ke empat di malam hari dan menjadi salah satu dari lima planet yang bisa di lihat dari Bumi. Kelima planet itu adalah Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus.

Jupiter hanya memiliki kemiringan yang begitu kecil hanya 3,13 derajat, sehingga memiliki sedikit variasi musiman. Karena hal itu, daerah kutub secara konstan menerima lebih sedikit radiasi matahari daripada di wilayah khatulistiwa planet.

Adapun yang paling terkenal dari Jupiter adalah Bintik merah raksasa Jupiter. Badai besar tersebut meluncur di bawah puncak awan planet Jupiter sekitar 350 hingga 500 km. Badai tersebut memiliki lebar sekitar 16.000 km yang bergejolak di belahan selatan Jupiter. Awan tersebut berwarna merah tua yang berputar berlawanan arah jarum jam dengan berkecepatan sangat tinggi.

Ukuran, Jarak, Orbit dan Rotasi Jupiter

Dengan radius mencapai 69.911 KM, diameter di ekuator sekitar 142.984 km, dan di kutub sekitar 133,708 km sangat wajar jika Jupiter menjadi planet terbesar di Tata Surya. Apabila di bandingkan maka setara dengan 11 kali planet Bumi. Jika Bumi seukuran nikel, maka Jupiter seukuran bola basket. Jupiter sendiri memiliki jarak ke Matahari rata-rata mencapai 778 juta KM atau 5,2 AU. Di butuhkan waktu 43 menit cahaya matahari untuk menempuh perjalanan dari Matahari ke Jupiter.

Untuk 1 hari Jupiter membutuhkan sekitar 10 jam saja, ini merupakan rotasi terpendek di Tata Surya. Sedangkan setahun di Jupiter membutuhkan sekitar 4.333 hari atau 12 tahun Bumi lamanya.

Bulan di Jupiter

Sudah tahukah berapa banyak bulan di Jupiter? Bulan di Jupiter sendiri memiliki sekitar 79 bulan. Dimana 53 bulan di antaranya sudah di konfirmasi sedangkan 26 bulan sisanya itu masih menunggu konfirmasi penemuannya, cukup banyak bukan? Meskipun begitu, jumlah bulan di Jupiter masih kalah dengan planet Saturnus dengan jumlah mencapai 82 bulan. Di antara bulan-bulan ini, empat di antaranya memang cukup terkenal, yaitu :

  1. Io, terkenal karena aktivitas vulkaniknya
  2. Ganymede, karena ukurannya yang menjadi bulan terbesar yang diketahui dari planet mana pun
  3. Europa, di karenakan menampung kondisi yang menguntungkan untuk menemukan lingkungan masa kini yang cocok untuk beberapa bentuk kehidupan di luar Bumi
  4. Callisto, yang mungkin juga menampung lautan bawah permukaan. 

Mereka di kenal sebagai bulan Galilea karena pertama kali diamati oleh astronom Galileo Galilei pada tahun 1610 menggunakan teleskop versi awal. Bulan galilea ini menjadi salah satu dari beberapa tujuan paling menarik di tata surya kita. (Pelajari selengkapnya di sini)

Struktur, Permukaan, Dan Atmosfer

Di ketahui Jupiter tidak memiliki permukaan yang solid dan sebagian besar terdiri dari gas dan cairan yang berputar-putar seperti 90% hidrogen dan 10% helium. Tekanan dan suhu pun mulai meningkat semakin dalamnya dalam atmosfer Jupiter di mana ini memampatkan gas hidrogen menjadi cairan. Ini pun menjadikan Jupiter sebagai lautan terbesar di tata surya namun lautannya itu terbuat dari hidrogen, bukanlah air. Para ilmuwan masih berpikir bahwa pada kedalaman setengah dari atmosfer ke pusat planet, tekanannya itu menjadi sangat besar yang membuat elektron terjepit dari atom hidrogen. Nah, ini akan membuat cairan dapat menghantarkan listrik seperti logam.

Ilustrasi planet Jupiter. Badai Great Red Spot Jupiter yang menghiasi planet terbesar di Tata Surya ini ternyata memiliki ukuran jauh lebih lebar. Badai Jupiter disebut-sebut sebagai badai terbesar di Tata Surya.

Rotasi cepat Jupiter di perkirakan mendorong arus listrik pada wilayah tersebut. Sehingga dapat menghasilkan medan magnet yang cukup kuat di planet ini. Memang masih belum jelas sih apakah di kedalaman yang lebih dalam lagi itu Jupiter memiliki inti pusat dari bahan yang padat ataukah bisa saja berupa sup yang sangat kental, panas, dan padat pula. Pada misi Juno yang saat ini masih berlangsung bakal mengungkap lebih banyak lagi struktur bagian dalam Jupiter dan apakah memang Jupiter itu memiliki inti.

Sebagai planet raksasa gas, Jupiter memang tidak memiliki permukaan yang solid. Planet ini sebagian besar terdiri dari gas dan cairan. Untuk pesawat ruang angkasa tidak akan memiliki tempat untuk mendarat di Jupiter, dan tidak akan bisa terbang tanpa cedera. Ini dikarenakan terdapat tekanan dan suhu ekstrem jauh di dalam planet. Efeknya itu bakal menghancurkan, melelehkan, dan mampu menguapkan pesawat ruang angkasa yang mencoba terbang menuju planet ini.

Untuk awan Jupiter kemungkinan itu memiliki tiga lapisan awan yang berbeda. Apabila digabungkan maka akan membentang sejauh 71 km. Lapisan paling atas kemungkinan terbuat dari es amonia. Lapisan tengah kemungkinan terbuat dari kristal amonium hidrosulfida. Sedangkan lapisan terdalam kemungkinan terbuat dari es dan uap air.

Awan tersebut terletak di tropopause dan tersusun menjadi pita lintang yang berbeda. Dan ini dikenal sebagai daerah tropis yang dibagi menjadi zona berwarna lebih terang dan sabuk yang lebih gelap. Karena interaksi mereka, memiliki pola sirkulasi yang saling bertentangan satu sama lain, badai dan turbulensi pun tercipta. Kecepatan anginnya mencapai 100 m/s – 360 km/jam dan ini biasa terjadi di zonal jet. 

blank

Atmosfer atas itu terdiri dari sekitar 88-92% hidrogen dan 8-12% helium. Karena atom helium memiliki massa lebih banyak daripada atom hidrogen, maka komposisinya pun bisa berubah. Dengan demikian, atmosfer di perkirakan terdiri dari sekitar 75% hidrogen dan 24% helium. 1% sisanya itu terdiri dari unsur-unsur lain seperti metana, uap air, amonia, senyawa berbasis silikon, karbon, etana, oksigen, dan banyak lagi.

Medan Magnet

Perlu di ketahui juga bahwa medan magnet Jupiter sebesar 14 kali lebih besar dari yang ada di Bumi. Ini berkisar dari 4,2 gauss / 0,42 mT di ekuator hingga 10-14 gauss / 1,0 – 1,4 mT di kutub. Hal ini menjadikan Jupiter sebagai medan magnet terbesar di Tata Surya. Ada pengecualian di beberapa fenomena salah satunya “bintik matahari”, yang terjadi di Matahari yang bahkan lebih kuat.

Ilmuwan pun meyakini bahwa hidrogen logam cair yang ada di Jupiter itu bertanggung jawab untuk ini. Bersamaan dengan aktivitas vulkanik yang ada di bulan Jupiter Io di mana dia memancarkan sebagian besar belerang dioksida yang membentuk torus gas di sepanjang orbit bulan. Nah gas ini terionisasi di magnetosfer dan melalui pengaruh yang berbeda dapat menciptakan lembaran plasma di bidang ekuator Jupiter. Hal ini menyebabkan deformasi medan magnet dipol menjadi magnetodisk.

5 Hal Mengerikan yang Akan Terjadi Jika Manusia Mendarat di Jupiter
Bintik raksasa Jupiter. Nasa.gov

Hal ini juga mengakibatkan aurora Jupiter itu lebih kuat. Ini setara dengan satu juta Megawatt aurora Bumi. Kombinasi medan magnet yang kuat dan partikel bermuatan dari Io di torus plasma itu menciptakan aurora paling terang di Tata Surya. Namun sayangnya, kebanyakan dari mereka hanya dapat di lihat melalui ultraviolet, tak bisa dengan yang lain. Dikarenakan Jupiter dikelilingi oleh torus plasma ini, maka akan sangat sulit bagi pesawat ruang angkasa untuk mendekati planet ini. Walaupun begitu, masih ada beberapa zona yang tidak begitu berbahaya tetapi radiasinya itu masih ada.

Iklim Jupiter

Suhu di Jupiter memang bervariasi dari -145 derajat Celcius di awan suhu terlalu tinggi di dekat pusat planet. Beberapa memperkirakan bahwa itu akan menjadi lebih panas daripada permukaan Matahari. Salah satu fitur utama Jupiter adalah Bintik Merah Besar yang sudah ada sejak tahun 1831 silam. Benda berbentuk oval ini berukuran lebih besar dari Bumi dan berputar berlawanan arah jarum jam dalam kurun waktu sekitar 6 hari lamanya. 

Ketinggian maksimum badai ini sekitar 8 km di atas puncak awan di sekitarnya. Sejak penemuannya, ukurannya perlahan-lahan sudah berkurang mencapai 930 km per tahun. Badai biasa terjadi di Jupiter, beberapa kecil dan berlangsung beberapa jam sementara yang lain besar dan berlangsung selama berabad-abad. Kecepatan anginnya pun mencapai 360 km/jam biasa terjadi di bagian tertentu planet ini.

Fakta Lain Jupiter

citra inframerah komposit siklon di Jupiter
Gambar inframerah komposit ini, berasal dari data yang dikumpulkan oleh instrumen Jovian Infrared Auroral Mapper (JIRAM) di atas misi Juno NASA ke Jupiter selama 2 Februari 2017, melewati planet ini, menunjukkan topan pusat di kutub utara planet dan delapan siklon yang mengelilinginya. https://solarsystem.nasa.gov

Selain fakta tersebut, masih ada fakta lain Jupiter yang perlu di ketahui, yaitu:

  1. Jupiter bisa saja menjadi bintang jika memiliki 75 kali lebih masif.
  2. Jupiter mengalami tabrakan asteroid dan komet sekitar 200 kali lebih banyak daripada yang terjadi di Bumi.
  3. Ketika baru terbentuk, ukuran Jupiter mencapai 2 kali ukurannya saat ini.
  4. Seseorang yang memiliki berat 100 pon di Bumi akan menjadi 240 pon ketika di Jupiter.
  5. Karena tidak memiliki permukaan yang solid, maka tidak akan kondusif untuk kehidupan seperti yang kita kenal. Sebagai pengganti, satelit alaminya yaitu Ganymede, Callisto, dan Europa di sisi lain, memiliki peluang lebih tinggi untuk mempertahankan kehidupan.
  6. Misi di masa depan sudah rencanakan menuju Ganymede, Europa, Callisto dan Io yang diluncurkan pada tahun 2020 dan 2026.
  7. Sinar X pada Jupiter sempat menjadi misteri selama hampir 30 tahun, dan di temukan kembali pada tahun 2022 ini.
  8. Radiasi sinar-X di Jupiter di ketahui memiliki energi tertinggi yang pernah terlihat di suatu planet Tata Surya, selain planet Bumi.
  9. Jupiter juga memiliki 3 sistem cincin yang lebih redup dan lebih kecil dari Saturnus. Cincin tersebut sebagian besar terdiri dari debu dan potongan-potongan kecil bebatuan.

Penutup

Begitu banyak fakta-fakta unik planet Jupiter yang terungkap, dan semoga banyak hal baru lagi yang di ungkap dari planet Jupiter sebagaimana yang di teliti oleh wahana Juno. Mungkin itu saja yang dapat penulis sampaikan, mohon maaf bila ada salah dalam penyampaian dan mohon koreksinya. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Rachmat Arief Murditanto
Latest posts by Rachmat Arief Murditanto (see all)
Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.