Di sawah, rawa, maupun sungai, kita sering menjumpai belut, hewan air yang bentuknya unik dan kerap membuat orang bingung. Tubuhnya panjang, licin, dan cara bergeraknya mirip ular yang melata. Tak heran banyak orang bertanya-tanya: apakah belut itu sebenarnya sejenis ular, ataukah termasuk ikan?
Pertanyaan ini tampak sederhana, tapi jawabannya membawa kita masuk ke ranah yang lebih luas, yaitu klasifikasi biologi, ilmu yang mempelajari bagaimana para ilmuwan mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri tertentu. Lewat klasifikasi ini, kita bisa memahami siapa “kerabat dekat” suatu hewan dalam pohon kehidupan.
Selain itu, pertanyaan tentang belut juga menyentuh bidang evolusi bentuk tubuh hewan. Mengapa ada hewan berbeda, seperti belut, ular, bahkan cacing yang sama-sama memiliki tubuh panjang tanpa kaki? Apakah mereka benar-benar berhubungan dekat, ataukah bentuk tubuh serupa itu muncul secara terpisah karena alasan adaptasi? Inilah yang membuat belut bukan sekadar hewan sawah biasa, tetapi juga pintu masuk untuk memahami bagaimana alam membentuk variasi bentuk tubuh melalui evolusi.
Klasifikasi Ilmiah: Belut Adalah Pisces
Secara ilmiah, belut dikategorikan sebagai ikan bertulang belakang (kelas Pisces), bukan reptil. Berdasarkan literatur biologi perikanan:
- Kingdom: Animalia
- Filum: Chordata
- Kelas: Pisces (ikan)
- Subkelas: Teleostei (ikan bertulang sejati)
- Ordo: Synbranchiformes
- Famili: Synbranchidae
- Contoh spesies: Monopterus albus (belut sawah)
Sementara itu, ular jelas masuk ke dalam kelas Reptilia, bernapas dengan paru-paru, dan memiliki sisik khas reptil. Dari klasifikasi saja, perbedaan antara belut dan ular sangat jelas.
Baca juga artikel tentang: Mampu Hasilkan Listrik Ratusan Volt, Dapatkah Belut Listrik Menjadi Sumber Tenaga Listrik?
Anatomi: Ciri Unik Belut
Mengapa orang awam sering terkecoh? Karena belut memiliki tubuh yang sangat berbeda dari ikan kebanyakan. Beberapa cirinya:
- Tidak memiliki sirip dada, sirip punggung, dan sirip dubur yang menonjol. Struktur itu berevolusi menjadi lipatan kulit yang halus.
- Kulit licin tanpa sisik besar. Berbeda dari ikan yang biasanya bersisik, belut bisa bergerak luwes di lumpur atau celah sempit.
- Tubuh silindris memanjang. Proporsinya sangat mirip ular, sehingga secara visual menipu mata.
- Bernapas dengan insang. Inilah bukti utama bahwa ia ikan, meskipun ada spesies yang mampu mengambil oksigen dari kulit ketika berada di lumpur.
Perbandingan dengan Ular Laut
Untuk memperjelas, mari bandingkan dengan ular laut:
| Aspek | Belut (Ikan) | Ular Laut (Reptil) |
|---|---|---|
| Pernapasan | Insang, hidup sepenuhnya di air | Paru-paru, sesekali ke permukaan |
| Sirip | Ada, meski tersamar jadi lipatan | Tidak ada sama sekali |
| Sisik | Hampir tak ada | Ada, khas reptil |
| Klasifikasi | Pisces (ikan) | Reptilia (ular) |
Jika kita membandingkan belut dengan ular, kemiripan yang terlihat sebenarnya hanya ada pada penampilan luarnya saja. Keduanya sama-sama memiliki tubuh panjang, licin, dan tanpa kaki, sehingga sekilas tampak serupa. Namun, dalam biologi, kesamaan bentuk tidak selalu berarti hubungan kekerabatan yang dekat.
Belut adalah ikan yang bernapas dengan insang dan hidup sepenuhnya di air, sementara ular adalah reptil yang bernapas dengan paru-paru dan sebagian besar hidup di darat (meski ada juga ular laut). Jadi, kesamaan bentuk tubuh mereka lebih tepat disebut sebagai hasil konvergensi evolusi, yaitu ketika hewan yang tidak berkerabat dekat berkembang dengan bentuk mirip karena menghadapi tantangan lingkungan yang serupa.
Dengan kata lain, tubuh panjang tanpa kaki adalah “solusi desain” yang muncul berulang kali di alam, baik pada belut, ular, maupun bahkan cacing, karena bentuk ini memudahkan mereka bergerak di habitat sempit atau licin. Tapi secara genetika dan klasifikasi, belut dan ular berasal dari cabang pohon kehidupan yang sangat berbeda.
Evolusi Bentuk Tubuh: Konvergensi yang Menipu
Mengapa ikan bisa berbentuk ular? Jawabannya ada pada evolusi. Dalam biologi, dikenal istilah konvergensi evolusi: spesies yang tidak berkerabat dekat bisa berevolusi menjadi mirip karena tuntutan lingkungan.
- Belut mengembangkan tubuh memanjang agar bisa masuk ke lumpur atau celah kecil untuk mencari mangsa.
- Bentuk ular pada reptil juga berevolusi agar dapat menyelinap di tanah, vegetasi, atau air.
Hasilnya: ikan dan reptil berbeda jauh dalam pohon evolusi, tetapi “terlihat mirip” karena fungsi tubuh yang sama.
Kerabat Belut Lain: Dunia Ikan Mirip Ular
Belut bukan satu-satunya ikan berbentuk ular. Ada beberapa kelompok lain yang juga punya tubuh ramping:
- Moray eel (Muraenidae), belut laut yang hidup di karang.
- Conger eel, ikan laut dalam dengan tubuh panjang.
- Cusk-eel (Ophidiiformes), meski namanya “eel”, sebenarnya bukan belut sejati.
Semua contoh ini menunjukkan bahwa bentuk ular adalah strategi hidup yang berulang di dunia ikan.
Dari klasifikasi, anatomi, hingga evolusi, jelaslah bahwa belut adalah ikan, bukan ular. Kesalahpahaman terjadi karena bentuk tubuhnya yang memanjang dan licin, hasil adaptasi terhadap lingkungan rawa, lumpur, dan sungai.
Belut adalah contoh yang menarik tentang bagaimana penampilan luar sering kali bisa menipu. Sekilas, tubuhnya yang panjang dan licin membuat banyak orang menyangka ia berkerabat dekat dengan ular. Namun dalam ilmu biologi, kesamaan bentuk saja tidak cukup untuk menentukan hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
Para ilmuwan lebih menekankan pada ciri-ciri mendasar: bagaimana struktur tubuhnya disusun, bagaimana cara ia bernapas (apakah dengan insang atau paru-paru), bagaimana sistem reproduksinya berlangsung, hingga jejak sejarah evolusinya di pohon kehidupan. Dari sinilah bisa ditentukan apakah suatu makhluk benar-benar berhubungan dekat, atau hanya kebetulan memiliki bentuk mirip.
Dengan pendekatan ini, jelas bahwa belut bukanlah reptil seperti ular, melainkan ikan yang berevolusi dengan caranya sendiri. Jadi, belut mengingatkan kita bahwa dalam biologi, hakikat suatu makhluk hidup terletak pada struktur dan asal-usulnya, bukan semata penampilannya.
Baca juga artikel tentang: Ikan Kiamat dan Black Seadevil: Penghuni Laut Dalam yang Muncul Secara Tak Terduga
REFERENSI:
6 fish that look like snakes– and the shocking reasons behind it. Times of India: https://timesofindia.indiatimes.com/etimes/trending/6-fish-that-look-like-snakes-and-the-shocking-reasons-behind-it/photostory/122324800.cms diakses pada tanggal 30 Agustus 2025.
Sintiya, Titik dkk. 2025. The Effect of Variation in the Proportion of Artificial and Natural Feed on Feed Selection and Consumption by Eel (Monopterus sp.). Journal of Fish Health 5 (2), 209-216.

