Skimming, Retrieval Practice, dan Teknik Rereading dalam Membaca Efektif

Tiga teknik yang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca adalah skimming, retrieval practice, dan rereading. Artikel ini akan mengulas ketiga teknik tersebut dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kegiatan membaca sehari-hari.

blank

Membaca adalah keterampilan dasar yang penting untuk pembelajaran dan pengetahuan. Namun, untuk memaksimalkan pemahaman dan retensi informasi (menjadikan informasi selalu dapat diingat), diperlukan strategi membaca yang efektif. Tiga teknik yang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca adalah skimming, retrieval practice, dan rereading. Artikel ini akan mengulas ketiga teknik tersebut dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kegiatan membaca sehari-hari.

Skimming

Skimming adalah teknik membaca cepat yang digunakan untuk mendapatkan gambaran umum tentang isi teks tanpa membaca setiap kata. Teknik ini sangat berguna untuk memahami struktur dan ide utama dari sebuah dokumen sebelum membacanya secara mendalam.

Berikut adalah tahapan untuk mengimplementasikan Skimming

  1. Baca Judul dan Subjudul:
    • Mulailah dengan membaca judul dan subjudul untuk mendapatkan gambaran tentang topik utama dan struktur teks.
  2. Perhatikan Paragraf Pertama dan Terakhir:
    • Paragraf pertama sering kali berisi pengantar atau ringkasan topik, sementara paragraf terakhir biasanya mengandung kesimpulan atau ringkasan.
  3. Baca Kalimat Pertama dari Setiap Paragraf:
    • Kalimat pertama dari setiap paragraf sering kali mengandung ide utama dari paragraf tersebut.
  4. Cari Kata Kunci dan Frasa Utama:
    • Perhatikan kata kunci, frasa utama, dan kata yang dicetak tebal atau miring yang dapat memberikan petunjuk tentang isi teks.

Keuntungan Skimming

  • Efisiensi Waktu: Skimming memungkinkan pembaca untuk dengan cepat menentukan relevansi sebuah teks tanpa harus membaca keseluruhan konten.
  • Identifikasi Poin-Poin Penting: Membantu mengidentifikasi poin-poin penting yang dapat menjadi fokus dalam pembacaan mendalam.

Retrieval Practice

Retrieval practice adalah teknik pembelajaran yang menekankan pada proses mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Alih-alih sekadar membaca ulang materi, teknik ini mendorong pembaca untuk aktif mengingat informasi dari ingatan mereka. Berikut adalah beberapa metode implementasi retrieval practice:

  1. Self-Testing: Salah satu cara paling efektif untuk mempraktekkan retrieval practice adalah melalui tes mandiri. Setelah membaca suatu bagian, coba tanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan tentang materi tersebut tanpa melihat teks. Ini bisa berupa pertanyaan pilihan ganda, benar-salah, atau esai singkat.
  2. Flashcards: Menggunakan flashcards dengan pertanyaan di satu sisi dan jawaban di sisi lain bisa sangat membantu. Teknik ini memungkinkan pembaca untuk menguji diri mereka sendiri kapan saja dan di mana saja.
  3. Teaching Others: Mengajarkan materi yang telah dipelajari kepada orang lain juga merupakan bentuk retrieval practice. Proses ini memaksa otak untuk mengingat kembali informasi dan menyusunnya dengan cara yang dapat dipahami orang lain.
  4. Writing Summaries: Menulis ringkasan dari apa yang telah dibaca adalah cara lain untuk mempraktekkan retrieval. Dengan menuliskan apa yang diingat, kita memaksa otak untuk mengakses dan mengorganisir informasi.

Keuntungan Retrieval Practice

Penelitian menunjukkan bahwa retrieval practice memiliki beberapa keuntungan utama:

  • Memperkuat Ingatan: Proses mengingat kembali informasi membantu memperkuat memori jangka panjang.
  • Meningkatkan Pemahaman: Teknik ini tidak hanya membantu mengingat fakta, tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap materi.
  • Meningkatkan Keterampilan Metakognitif: Retrieval practice membantu individu menyadari sejauh mana mereka memahami materi, yang dapat membantu mengidentifikasi area yang memerlukan lebih banyak perhatian.

Baca juga: Memahami Metakognitif: Kunci Sukses dalam Proses Pembelajaran – Warung Sains Teknologi (warstek.com)

Teknik Rereading

Rereading atau membaca ulang adalah teknik sederhana namun efektif untuk meningkatkan pemahaman dan retensi informasi. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk melakukan rereading:

  1. Interval Waktu: Membaca ulang setelah interval waktu tertentu, seperti beberapa hari atau minggu setelah membaca pertama kali, dapat meningkatkan retensi informasi.
  2. Annotating: Saat membaca ulang, lakukan anotasi pada teks dengan menambahkan catatan, menyoroti bagian penting, atau menuliskan pertanyaan dan jawaban. Ini membantu memperdalam pemahaman dan keterlibatan dengan teks.
  3. Active Reading: Alih-alih sekadar membaca ulang dengan pasif, lakukan pembacaan ulang dengan tujuan tertentu, seperti mencari jawaban atas pertanyaan tertentu atau memahami konsep yang lebih sulit.
  4. Chunking: Memecah teks menjadi bagian-bagian kecil dan membaca ulang setiap bagian secara terpisah dapat membantu fokus dan pemahaman yang lebih baik.

Keuntungan Rereading

Rereading memiliki beberapa keuntungan yang signifikan:

  • Mendalamkan Pemahaman: Dengan membaca ulang, pembaca dapat menangkap detail yang mungkin terlewatkan pada pembacaan pertama.
  • Meningkatkan Retensi: Membaca ulang membantu memperkuat memori jangka panjang dan memastikan bahwa informasi tetap diingat.
  • Membangun Koneksi: Setiap kali membaca ulang, pembaca dapat membangun koneksi baru dengan informasi yang telah dipelajari, yang dapat membantu integrasi pengetahuan.

Implementasi Ketiga Teknik dalam Membaca Efektif

Untuk mencapai hasil optimal dalam pembelajaran, kombinasi dari skimming, retrieval practice, dan rereading bisa sangat bermanfaat. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengintegrasikan kedua teknik ini dalam rutinitas membaca:

Langkah 1: Skimming

  • Mulai dengan skimming teks untuk mendapatkan gambaran besar dan mencatat poin-poin utama.

Langkah 2: Membaca Mendalam

  • Setelah skimming, lakukan membaca mendalam dengan tujuan memahami detail dan konsep secara lebih baik.

Langkah 3: Retrieval Practice

  • Setelah membaca, segera lakukan retrieval practice dengan menjawab pertanyaan, menggunakan flashcards, atau menulis ringkasan.

Langkah 4: Rereading dengan Interval

  • Baca ulang teks setelah beberapa hari, lakukan anotasi, dan buat tujuan spesifik untuk setiap sesi rereading.
  • Ulangi retrieval practice setelah setiap sesi rereading untuk memperkuat memori.

Contoh Implementasi

Misalkan Anda sedang mempelajari bab baru dari buku teks sejarah:

  1. Skimming:
    • Baca judul, subjudul, dan kesimpulan bab.
    • Catat poin-poin utama seperti peristiwa penting, tanggal, dan tokoh berpengaruh.
  2. Membaca Mendalam:
    • Baca bab secara mendalam, fokus pada memahami konteks, alasan di balik peristiwa, dan implikasinya.
    • Buat catatan rinci selama membaca.
  3. Retrieval Practice:
    • Setelah membaca, tulis ringkasan bab dan jawab pertanyaan yang Anda buat sebelumnya.
    • Gunakan flashcards untuk menguji pemahaman tentang fakta-fakta kunci dan konsep.
  4. Rereading:
    • Setelah beberapa hari, baca ulang bab tersebut dengan fokus pada bagian yang sulit dipahami.
    • Tambahkan anotasi baru dan hubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada.
    • Lakukan retrieval practice lagi setelah rereading untuk memastikan informasi tetap diingat.

Dengan menggabungkan retrieval practice, rereading, dan skimming, Anda dapat meningkatkan efektivitas membaca, pemahaman, dan retensi informasi. Teknik-teknik ini bekerja secara sinergis untuk membantu Anda tidak hanya mengingat apa yang telah Anda baca tetapi juga memahami dan menerapkan informasi tersebut dengan lebih baik.

Referensi

Rupley, W. H., Blair, T. R., & Nichols, W. D. (2009). Effective reading instruction for struggling readers: The role of direct/explicit teachingReading & Writing Quarterly25(2-3), 125-138.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *