Menggali Gen Purba: Bagaimana Evolusi Bisa Membantu Mengobati Asam Urat

Bayangkan jika rahasia untuk mengobati salah satu jenis radang sendi paling menyakitkan ternyata tersembunyi di masa lalu, dalam gen yang […]

Bayangkan jika rahasia untuk mengobati salah satu jenis radang sendi paling menyakitkan ternyata tersembunyi di masa lalu, dalam gen yang hilang sejak jutaan tahun lalu. Inilah yang baru-baru ini ditemukan oleh para peneliti: sebuah gen yang dulunya dimiliki nenek moyang manusia, lalu tidak lagi berfungsi, mungkin bisa dihidupkan kembali untuk melawan penyakit asam urat.

Apa itu asam urat?

Asam urat adalah salah satu bentuk arthritis (radang sendi). Penyakit ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi. Asam urat bisa membentuk kristal tajam di persendian, menyebabkan rasa sakit luar biasa, bengkak, dan peradangan.

Serangan asam urat sering datang tiba-tiba, misalnya saat malam hari, dan bisa berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Rasa sakitnya sering digambarkan seperti “tulang digergaji dari dalam.”

Asam urat cukup umum terjadi, terutama pada orang dewasa berusia di atas 40 tahun. Pola makan tinggi purin (misalnya dari daging merah, seafood, dan alkohol), obesitas, serta faktor genetik bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Obat yang ada belum sempurna

Saat ini sudah ada beberapa obat untuk menurunkan kadar asam urat atau meredakan gejala peradangannya. Namun, banyak di antaranya memiliki efek samping. Ada obat yang bisa mengiritasi lambung, ada juga yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Bahkan, sebagian pasien sama sekali tidak merespons obat-obatan yang tersedia. Karena itu, para ilmuwan masih terus mencari cara baru untuk mengobati asam urat dengan lebih efektif dan aman.

Baca juga artikel tentang: Labu Siam Bakar untuk Asam Urat, Fakta atau Fiksi?

Menoleh ke masa lalu: gen yang hilang

Nah, di sinilah sains memberi kejutan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jutaan tahun lalu, nenek moyang manusia kehilangan fungsi sebuah gen yang bernama Uox (uricase gene).

Gen ini bertugas menghasilkan enzim bernama urikase, yang bisa memecah asam urat dalam tubuh. Hewan lain, seperti kebanyakan mamalia, masih memiliki gen ini dan karena itu mereka jarang mengalami masalah asam urat.

Sebaliknya, manusia modern (dan kerabat dekat kita seperti kera besar) sudah kehilangan fungsi gen ini. Akibatnya, kita cenderung punya kadar asam urat lebih tinggi dalam darah, yang dalam kondisi tertentu bisa berubah menjadi penyakit asam urat.

Menghidupkan gen yang tertidur

Tim peneliti yang dipimpin oleh ahli genetika evolusi mencoba memanfaatkan teknologi CRISPR sebuah alat “gunting genetik” yang bisa memotong dan menyunting DNA. Dengan CRISPR, mereka berupaya menghidupkan kembali fungsi gen uricase yang sudah lama “mati.”

Dalam percobaan awal (yang sejauh ini masih dilakukan pada hewan, belum pada manusia), hasilnya cukup menjanjikan. Dengan mengembalikan fungsi gen tersebut, tubuh bisa kembali memproduksi enzim urikase dan menghancurkan kelebihan asam urat secara alami.

Jika pendekatan ini berhasil di masa depan, maka orang dengan asam urat mungkin tidak lagi perlu bergantung pada obat-obatan kimia dengan banyak efek samping, melainkan cukup memanfaatkan mekanisme tubuh yang diperbaiki kembali.

Kenapa dulu gen ini hilang?

Pertanyaan menariknya: kalau gen uricase begitu penting, mengapa nenek moyang manusia sampai kehilangannya?

Para ilmuwan menduga bahwa jutaan tahun lalu, kehilangan fungsi gen uricase justru memberi keuntungan evolusioner. Saat itu, nenek moyang kita hidup di lingkungan dengan makanan terbatas. Kadar asam urat yang lebih tinggi mungkin membantu tubuh menyimpan energi lebih baik, atau bertindak sebagai antioksidan alami untuk melindungi sel.

Namun, apa yang dulu menguntungkan, di zaman modern justru bisa jadi masalah. Dengan gaya hidup sekarang, makanan melimpah, tinggi gula dan lemak, serta aktivitas fisik yang rendah, kadar asam urat tinggi lebih sering berujung pada penyakit ketimbang manfaat.

Harapan di masa depan

Meski terdengar menjanjikan, penting untuk diingat bahwa riset ini masih tahap awal. Menggunakan teknologi penyuntingan gen pada manusia bukanlah perkara sederhana. Ada tantangan besar, mulai dari memastikan keamanan, mencegah efek samping yang tidak diinginkan, hingga persoalan etika.

Namun, penemuan ini membuka jalan baru yang sangat menarik. Alih-alih sekadar mengobati gejala, pendekatan ini berusaha memperbaiki akar penyebab biologis dari penyakit asam urat.

Jika suatu hari nanti terapi gen ini bisa diuji dengan aman pada manusia, penderita asam urat mungkin akan punya pilihan pengobatan yang benar-benar revolusioner.

Apa yang bisa kita lakukan sekarang?

Sambil menunggu perkembangan teknologi ini, langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengendalikan asam urat tetaplah gaya hidup sehat. Beberapa hal yang terbukti membantu antara lain:

  • Mengurangi makanan tinggi purin: seperti jeroan, daging merah, seafood, dan alkohol (terutama bir).
  • Perbanyak minum air putih: membantu melarutkan asam urat dan membuangnya lewat urine.
  • Jaga berat badan sehat: obesitas meningkatkan risiko asam urat.
  • Batasi gula tambahan: terutama minuman manis dengan fruktosa tinggi.
  • Olahraga teratur: menjaga metabolisme tetap baik.

Sains yang menghubungkan masa lalu dan masa depan

Kisah tentang gen uricase ini memberi gambaran luar biasa tentang bagaimana sains bekerja. Untuk menemukan solusi bagi penyakit modern, para peneliti tidak hanya menatap ke depan, tetapi juga menoleh ke masa lalu.

Dengan mempelajari bagaimana evolusi membentuk tubuh kita, kita bisa menemukan kelemahan sekaligus peluang baru. Hilangnya sebuah gen jutaan tahun lalu, yang awalnya tampak seperti kebetulan evolusi, kini justru bisa menjadi kunci bagi pengobatan masa depan.

Baca juga artikel tentang: Tanda Asam Urat Tinggi yang Tak Terlihat, Bukan Sekadar Nyeri Sendi

REFERENSI:

Ji, Aichang dkk. 2025. Novel Genetic Loci in Early‐Onset Gout Derived From Whole‐Genome Sequencing of an Adolescent Gout Cohort. Arthritis & Rheumatology 77 (1), 107-115.

Pagadala, Meghana S dkk. 2025. Discovery of novel ancestry specific genes for androgens and hypogonadism in Million Veteran Program Men. Nature Communications 16 (1), 4104.

Zieba, Jennifer. 2025. Gene that human ancestors lost millions of years ago could help treat gout. Live Science: https://www.livescience.com/health/genetics/gene-that-human-ancestors-lost-millions-of-years-ago-could-help-treat-gout diakses pada tanggal 5 September 2025.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top