Masyarakat global melihat bagaimana kecerdasan buatan berkembang begitu cepat hingga mampu mengambil peran sebagai agen digital yang bekerja sendiri. Agen ini dapat memahami konteks, berkomunikasi dengan manusia dan sesama agen, serta membuat keputusan yang mempengaruhi sistem dunia nyata. Perkembangan ini melahirkan sebuah konsep besar bernama Internet of Agents atau IoA. IoA menggambarkan jaringan luas yang menghubungkan banyak agen cerdas agar dapat bekerja sama dengan efisien, baik di lingkungan virtual maupun fisik. Namun, di balik potensi besarnya, muncul serangkaian ancaman keamanan yang tidak bisa diremehkan.
Peneliti dari IEEE Open Journal of the Computer Society menjelaskan bahwa IoA sedang menjadi infrastruktur penting yang memungkinkan koordinasi berskala besar antar agen dengan fungsi dan kemampuan berbeda. Banyak sektor mulai mempertimbangkan penggunaan IoA, dari layanan publik, industri kreatif, transportasi otonom, hingga operasi robotik di pabrik pintar. Kemampuannya untuk memahami bahasa, memproses visual, mengambil keputusan secara mandiri, dan berkolaborasi, membuat IoA tampil sebagai kombinasi antara kecerdasan kolektif dan otomatisasi modern.
Baca juga artikel tentang: Nyquist Sampling Rate: Fondasi Pengolahan Sinyal Digital
Sementara itu, perkembangan pesat ini membawa risiko baru karena IoA memiliki struktur yang berbeda dari jaringan tradisional. Setiap agen membawa fungsi, data, identitas, dan tujuan tertentu. Ketika ribuan agen beroperasi secara paralel, risiko keamanan meningkat secara signifikan. Makalah tersebut memaparkan bagaimana sistem ini menghadapi berbagai celah yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang untuk menciptakan kerusakan yang berdampak luas.
Salah satu celah paling mendasar terlihat pada identitas dan autentikasi agen. Setiap agen harus mengenali agen lain serta membuktikan identitasnya sebelum berkomunikasi atau mengambil tindakan tertentu. Jika proses autentikasi ini lemah atau mudah dipalsukan, penyerang dapat menyusup dan menyamar sebagai agen resmi. Penyerang dapat memberikan instruksi yang salah, mencuri data, atau mengganggu koordinasi antar agen. Dalam skenario tertentu, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada sistem fisik seperti kendaraan otonom atau drone industri.
Ancaman berikutnya muncul dari interaksi antar agen itu sendiri. IoA dirancang untuk bekerja secara kolaboratif. Namun kolaborasi semacam ini membuka ruang bagi ancaman seperti manipulasi komunikasi, penyusupan, dan serangan yang memanfaatkan kepercayaan antar agen. Jika satu agen berhasil disusupi, agen tersebut dapat menyebarkan informasi yang salah kepada agen lain. Tanpa mekanisme deteksi yang kuat, efek domino bisa terjadi dan membuat seluruh ekosistem terganggu. Penyerang bisa memaksa agen untuk bekerja di luar aturan, memanipulasi keputusan, atau menghentikan layanan penting.
Peran keamanan yang berkaitan dengan tubuh atau keberadaan fisik agen yang diwujudkan dalam bentuk robot atau perangkat otonom juga memerlukan perhatian serius. Agen yang berwujud fisik dapat bergerak, mengambil tindakan, dan mempengaruhi lingkungan sekitar. Ini berarti serangan digital dapat mengakibatkan kerusakan nyata. Sebuah robot ekspedisi yang disusupi misalnya, dapat diarahkan ke lokasi yang salah atau dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi sensitif. Pada skala besar, ancaman seperti ini dapat mengganggu operasi industri atau bahkan membahayakan keselamatan publik.
Privasi juga menjadi isu besar dalam IoA. Agen memiliki akses terhadap berbagai data pribadi atau sensitif, seperti suara, gambar, kebiasaan pengguna, atau pola interaksi. Ketika banyak agen bekerja bersama, data tersebut bergerak melintasi jaringan yang kompleks, sehingga berpotensi terekspos. Penyerang dapat mengumpulkan sebagian kecil data dari beberapa agen, kemudian menggabungkannya untuk membangun profil lengkap pengguna. Hal ini meningkatkan risiko pelacakan, penyalahgunaan informasi, atau pencurian identitas.

Makalah yang ditelaah menawarkan berbagai pendekatan untuk memperkuat pertahanan IoA di masa depan. Sistem autentikasi yang lebih kuat menjadi titik awal penting. Peneliti menyoroti kebutuhan akan metode yang dapat memastikan bahwa setiap agen memiliki identitas yang unik dan tidak dapat dipalsukan. Pendekatan enkripsi harus diterapkan pada seluruh komunikasi antar agen agar data yang bergerak tetap aman.
Selain itu, dibutuhkan mekanisme penilaian kepercayaan antar agen. Setiap agen harus mampu menilai apakah agen lain dapat dipercaya berdasarkan perilaku, riwayat interaksi, dan konsistensi informasi. Konsep seperti reputasi agen dan verifikasi berbasis bukti perilaku dinilai sangat penting untuk mempertahankan stabilitas jaringan. Agen juga perlu dilengkapi dengan kemampuan mendeteksi anomali agar dapat mengenali pola komunikasi atau tindakan yang mencurigakan sebelum menyebabkan gangguan yang lebih besar.
Keamanan fisik pada agen robotik memerlukan pendekatan berlapis yang mencakup pembatasan akses ke komponen, pemantauan perilaku, dan kemampuan menghentikan operasi jika sistem mendeteksi ancaman yang serius. Pengembangan teknologi ini harus berjalan seiring dengan prosedur keselamatan yang jelas agar agen yang disusupi tidak dapat mempengaruhi lingkungan secara berbahaya.
Selain mengkaji ancaman yang sudah ada, makalah ini juga menyoroti ancaman baru yang kemungkinan muncul seiring berkembangnya ekosistem IoA. Penyerang dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat agen palsu yang sulit dideteksi, merancang serangan yang adaptif dan cerdas, atau mengeksploitasi kelemahan dalam sistem pelatihan agen. Ini menuntut upaya berkelanjutan dari peneliti dan pengembang untuk memastikan bahwa mekanisme pertahanan berkembang lebih cepat dari ancaman.
Para peneliti menekankan perlunya kolaborasi lintas disiplin untuk memajukan keamanan IoA. Pengembang AI, pakar keamanan siber, regulator, dan industri harus bekerja bersama agar solusi yang dihasilkan dapat melindungi IoA tanpa membatasi potensi inovasinya. Lingkungan yang aman akan memungkinkan agen bekerja secara optimal, memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tanpa menimbulkan risiko yang membahayakan.
Keberadaan Internet of Agents menunjukkan masa depan yang penuh kemungkinan. Agen cerdas mampu mengelola tugas kompleks, meningkatkan efisiensi layanan publik, membantu operasi industri, serta memberikan pengalaman interaktif yang semakin natural. Namun, manfaat tersebut hanya dapat diraih ketika keamanan dan privasi dijadikan fondasi utama dalam setiap pengembangan dan implementasi teknologi ini.
Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang ancaman dan titik lemah IoA, masyarakat dapat melangkah lebih percaya diri menuju era baru di mana agen cerdas beroperasi secara harmonis dan aman. Tantangan keamanan mungkin semakin rumit, tetapi upaya kolektif untuk memperkuat sistem akan membuka jalan menuju ekosistem teknologi yang lebih tangguh dan bermanfaat bagi semua.
Baca juga artikel tentang: Luaran Sensor: Apakah Arus atau Tegangan yang Lebih Baik?
REFERENSI:
Wang, Yuntao dkk. 2025. Security of internet of agents: Attacks and countermeasures. IEEE Open Journal of the Computer Society.

