Di Teluk Abu Qir, yang terletak di dekat kota Alexandria, Mesir, sekelompok arkeolog bawah laut baru-baru ini membuat penemuan luar biasa. Mereka berhasil mengangkat berbagai peninggalan bersejarah dari dasar laut, mulai dari patung besar, berhala keagamaan, hingga artefak lain yang sudah berabad-abad terpendam di bawah air.
Para ahli menduga bahwa benda-benda ini berasal dari kota kuno Canopus, sebuah pusat peradaban penting pada zamannya. Canopus pernah menjadi kota yang makmur dan berpengaruh, mulai dari era Firaun Mesir Kuno hingga masa pengaruh Yunani dan Romawi di wilayah tersebut. Kota ini bukan hanya pusat keagamaan, tetapi juga pusat perdagangan dan budaya yang ramai.
Sayangnya, Canopus tidak bertahan selamanya. Catatan sejarah dan bukti geologi menunjukkan bahwa kota ini akhirnya tenggelam. Penyebabnya diperkirakan adalah gabungan dari bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, dan proses kenaikan permukaan laut yang perlahan-lahan menelan wilayah pesisir. Selama ribuan tahun, kota yang dulu hidup dengan gegap gempita itu hilang ditelan samudra, hingga hanya tinggal legenda di kalangan sejarawan.
Kini, berkat kemajuan teknologi sains modern, misteri kota yang hilang ini mulai terbuka kembali. Dengan menggunakan teknik pemetaan dasar laut, peralatan selam canggih, dan metode konservasi khusus, para ilmuwan akhirnya bisa “mengintip” kembali sisa-sisa peradaban kuno yang pernah berjaya ribuan tahun lalu, seolah membuka jendela waktu menuju masa lampau.
Baca juga artikel tentang: Peluang Emas: AS Hampir Menguasai Harta Karun Langka di Ukraina yang Bernilai Triliunan Dollar
Canopus: Kota yang Hilang
Canopus dahulu adalah kota besar di Delta Nil, terkenal dengan kuil-kuilnya yang megah, perdagangan internasional, dan campuran budaya Mesir, Yunani, dan Romawi. Salah satu peninggalan penting dari kota ini adalah Dekrit Canopus (238 SM), prasasti tiga bahasa yang menjadi kunci bagi ahli arkeologi untuk menafsirkan hieroglif, sejajar pentingnya dengan Batu Rosetta.
Namun, letak Canopus yang berada di pesisir membuatnya sangat rentan. Pada abad-abad pertama Masehi, kombinasi gempa bumi, tsunami, dan proses geologi berupa liquefaksi tanah menyebabkan sebagian besar kota itu ambruk dan tenggelam ke laut. Selama berabad-abad, Canopus menjadi legenda kota hilang, hingga akhirnya dilacak kembali oleh tim arkeologi bawah laut modern.
Penemuan Terbaru di Dasar Laut
Ekspedisi yang dipimpin para ahli arkeologi bawah laut berhasil menemukan:
- Patung Sphinx dari kuarsa yang memuat cartouche (nama resmi kerajaan) Firaun Ramses II, menandakan bahwa Canopus memiliki jejak sejak era Kerajaan Baru Mesir.
- Patung granit era Ptolemaik (sekitar abad ke-3 SM), memperlihatkan pengaruh budaya Yunani yang bercampur dengan tradisi Mesir.
- Fragmen patung dari periode Romawi, termasuk figur imam dan tokoh masyarakat.
- Struktur kota berupa dok sepanjang lebih dari 100 meter, kolam, reservoir, serta sisa bangunan umum.

Banyak patung ditemukan tanpa kepala atau anggota tubuh lain, diduga akibat guncangan hebat yang membuat kota runtuh dan artefak tercerai-berai.
Metode Sains dalam Arkeologi Bawah Laut
Menemukan kota kuno di kedalaman laut bukanlah perkara mudah. Para arkeolog menggunakan gabungan metode arkeologi, geologi, dan teknologi kelautan.
- Sonar dan pemetaan 3D digunakan untuk mendeteksi struktur di bawah laut sebelum penyelaman dilakukan.
- Batimetri multibeam memetakan topografi dasar laut secara detail.
- ROV (Remotely Operated Vehicle) membantu menjangkau titik berbahaya atau terlalu dalam untuk penyelam manusia.
- Konservasi artefak dilakukan hati-hati: patung besar diangkat dengan crane, lalu direndam dalam tangki khusus untuk mencegah kerusakan akibat perubahan tekanan dan kadar garam.
Semua prosedur ini mengikuti standar internasional, termasuk Pedoman UNESCO 2001 tentang perlindungan warisan budaya bawah air, yang memastikan tidak semua benda diangkat, melainkan sebagian tetap dibiarkan sebagai situs penelitian terbuka.
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Canopus?
- Campuran Budaya Mesir dan Dunia Mediterania
Temuan patung Ramses II, figur Ptolemaik, dan artefak Romawi memperlihatkan bagaimana Canopus menjadi melting pot antara Mesir kuno dan budaya asing. Kota ini menegaskan peran Delta Nil sebagai jembatan antara Afrika, Timur Dekat, dan Eropa. - Peringatan tentang Bencana Alam
Tenggelamnya Canopus adalah contoh nyata bagaimana gempa, tsunami, dan kenaikan permukaan laut dapat menghapus sebuah kota. Pesan ini relevan bagi kota-kota pesisir modern, termasuk Alexandria sendiri, yang kini menghadapi ancaman perubahan iklim dan naiknya air laut. - Laboratorium Sejarah Hidup
Situs ini ibarat laboratorium bawah laut yang masih aktif. Dengan teknologi baru, para ilmuwan bisa mempelajari bagaimana masyarakat kuno membangun kota di wilayah rawan, serta bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan alam.
Sains, Konservasi, dan Edukasi Publik
Artefak dari Canopus tidak hanya diteliti di laboratorium, tetapi juga dipersiapkan untuk dipamerkan di museum, seperti Museum Nasional Alexandria. Pameran bertajuk “Secrets of the Sunken City” dirancang untuk membuka wawasan publik bahwa sejarah tidak hanya terkubur di daratan, tetapi juga tersembunyi di kedalaman laut.
Di sisi lain, penemuan ini juga memberi peluang untuk meningkatkan kesadaran tentang arkeologi bawah laut sebagai bidang sains lintas disiplin menggabungkan sejarah, geologi, biologi laut, hingga teknologi robotika.
Penemuan terbaru di Teluk Abu Qir membuktikan bahwa kota Canopus masih menyimpan banyak misteri. Dari patung Firaun hingga reruntuhan bangunan Ptolemaik, setiap artefak adalah potongan puzzle yang memperkaya pemahaman kita tentang peradaban kuno dan hubungannya dengan alam.
Bagi sains modern, Canopus bukan sekadar situs arkeologi; ia adalah pengingat tentang rapuhnya kota di tepi laut, sekaligus inspirasi bahwa dengan teknologi dan kolaborasi, kita bisa membuka tabir sejarah yang terkubur selama ribuan tahun.
Baca juga artikel tentang: Kekayaan Hutan Kalimantan dan Penemuan Spesies Flora Hanguana
REFERENSI:
Atwood, Roger. 2025. Stealing history: tomb raiders, smugglers, and the looting of the ancient world. Macmillan+ ORM.
Chapman, Roisin. 2025. Ancient treasures & statues lifted out of sea as sunken Egyptian city discovered after 2,000 YEARS. The Sun: https://www.thesun.co.uk/tech/36452818/sunken-city-discovered-hidden-treasures-ancient-egypt-archaeology/ diakses pada tanggal 28 Agustus 2025.
Durand, François. 2025. African Gold-Connecting North and South: Comparison Between Gold Deposits and Industry in Egypt and South Africa. Gold Deposits in Egypt: Geology, Settings, Types, Genesis and Spatiotemporal Distribution, 35-51.

