Pernahkah kamu melempar koin dan merasa hasilnya benar-benar acak? Bisa muncul gambar, bisa muncul angka, tanpa pola yang jelas. Namun, dalam dunia komputer, “acak” itu sering kali hanya ilusi. Komputer sebenarnya kesulitan menghasilkan sesuatu yang benar-benar acak. Angka yang disebut “acak” dalam program komputer biasanya hanyalah hasil perhitungan rumus yang rumit. Maka dari itu, sebutannya adalah pseudo-random number alias angka acak semu.
Masalahnya, angka acak ini sangat penting dalam kehidupan modern. Mulai dari keamanan internet, enkripsi data, undian online, hingga game digital, semua membutuhkan angka acak yang tidak bisa ditebak. Kalau ternyata sistem acak ini bisa diprediksi, maka keamanan digital kita bisa jebol. Bayangkan password, transaksi bank, atau data pribadi bisa ditebak karena angka “acak”-nya ternyata punya pola.
Lalu, bagaimana cara menghasilkan angka acak yang benar-benar acak? Jawabannya datang dari dunia fisika kuantum.
Baca juga artikel tentang: AISX: Laboratorium Hidup untuk Kecerdasan Buatan dan Kota Masa Depan
Einstein dan “Tuhan Tidak Main Dadu”
Albert Einstein pernah berkata, “God does not play dice” Tuhan tidak bermain dadu. Maksudnya, Einstein menolak ide bahwa alam semesta bekerja secara acak. Menurutnya, segala sesuatu pasti punya aturan, meskipun manusia belum bisa menemukannya.
Tapi kemudian, fisika kuantum muncul dan mengubah cara pandang ini. Dalam dunia kuantum, partikel kecil seperti elektron atau foton bisa berada dalam kondisi yang benar-benar tidak bisa diprediksi. Inilah yang membuat banyak fisikawan setelah Einstein justru menerima bahwa alam semesta memang punya unsur ketidakpastian sejati.
Nah, ketidakpastian inilah yang bisa kita manfaatkan untuk membuat angka acak yang betul-betul acak.
Entanglement: Saat Partikel “Bergandengan Tangan”
Salah satu fenomena paling aneh di fisika kuantum adalah quantum entanglement atau keterikatan kuantum. Bayangkan ada dua partikel yang terhubung erat. Jika salah satunya berubah, maka yang lain ikut berubah seketika, walaupun jaraknya bisa sangat jauh. Einstein sendiri menyebutnya sebagai “spooky action at a distance” atau “aksi menyeramkan dari kejauhan.”
Fenomena ini tidak bisa dijelaskan dengan hukum fisika klasik. Namun, entanglement terbukti nyata lewat banyak eksperimen. Para ilmuwan kini bisa menggunakannya untuk menciptakan angka acak sejati. Caranya adalah dengan mengukur sifat partikel kuantum yang saling terikat itu. Hasil pengukurannya tidak bisa ditebak sebelumnya, benar-benar acak, tanpa pola.
Blockchain: Buku Besar Digital yang Tak Bisa Dimanipulasi
Kalau fisika kuantum memberi kita angka acak sejati, maka bagaimana cara membuktikan bahwa angka itu betul-betul acak dan tidak dimanipulasi? Di sinilah blockchain masuk ke dalam cerita.
Blockchain pada dasarnya adalah buku catatan digital raksasa yang terdistribusi di banyak komputer. Setiap catatan yang masuk hampir mustahil diubah atau dipalsukan, karena semua orang di jaringan punya salinan yang sama. Teknologi ini terkenal karena menjadi dasar dari mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.
Dengan menggabungkan blockchain dan entanglement kuantum, para peneliti bisa menciptakan sistem yang menghasilkan angka acak sejati, lalu menyimpannya di blockchain agar transparan, bisa diverifikasi, dan tidak bisa dimanipulasi.
“Koin Alam Semesta yang Sempurna”
Para peneliti menyebut angka acak dari kuantum ini sebagai the universe’s best coin flip, lempar koin terbaik yang dimiliki alam semesta.
Bayangkan kita ingin menentukan pemenang undian, memilih siapa yang dapat giliran pertama dalam game online, atau mengenkripsi data super penting. Jika menggunakan angka acak kuantum, hasilnya benar-benar tidak bisa ditebak. Tidak ada hacker, superkomputer, atau algoritma yang bisa memprediksi angka tersebut.
Kenapa Ini Penting?
- Keamanan Digital
Semua sistem keamanan di internet mulai dari login email, transfer uang, hingga komunikasi militer bergantung pada angka acak. Jika angka itu bisa ditebak, maka kunci enkripsi bisa dibobol. Angka acak kuantum membuat keamanan digital jauh lebih kuat. - Blockchain dan Kripto
Dunia kripto sering dituduh bisa dimanipulasi. Dengan angka acak kuantum, sistem blockchain bisa menjadi lebih adil dan transparan. Contohnya dalam undian, lotere, atau smart contract, hasilnya benar-benar acak, tanpa campur tangan manusia. - Riset Ilmiah
Banyak simulasi komputer dalam riset sains membutuhkan angka acak. Misalnya simulasi iklim, prediksi bencana, atau eksperimen biologi. Semakin acak angkanya, semakin akurat hasil simulasi. - Gaming dan Hiburan Digital
Game online, kasino digital, dan undian daring bisa lebih adil dengan angka acak sejati. Tidak ada lagi kecurigaan bahwa sistem “sudah diatur” atau bisa dimanipulasi.
Tantangan yang Masih Ada
Tentu saja, teknologi ini belum sempurna. Membuat perangkat yang bisa menghasilkan angka acak kuantum masih mahal dan rumit. Apalagi harus digabungkan dengan blockchain yang membutuhkan daya komputasi besar. Namun, seperti banyak teknologi lain, harga biasanya akan turun seiring waktu.
Ingat, dulu komputer saja awalnya hanya dimiliki universitas besar. Sekarang hampir semua orang punya komputer di saku dalam bentuk smartphone. Bisa jadi, beberapa dekade lagi, angka acak kuantum akan jadi standar di semua perangkat elektronik kita.
Dari Dadu Einstein ke Masa Depan Digital
Pernyataan Einstein tentang Tuhan tidak bermain dadu sering dijadikan simbol penolakannya terhadap acak sejati. Ironisnya, justru dari fenomena kuantum yang dianggap “aneh” itu, kita kini bisa menghasilkan angka acak paling murni yang pernah ada.
Dan ketika angka acak itu dipadukan dengan blockchain, hasilnya bisa merevolusi dunia digital. Keamanan internet, kripto, hingga hiburan daring bisa lebih adil, lebih aman, dan lebih transparan.
Mungkin, kalau Einstein masih hidup hari ini, ia akan tersenyum melihat bagaimana “dadu alam semesta” justru menjadi salah satu penemuan paling berguna bagi manusia modern.
Baca juga artikel tentang: Ilmuwan Pecahkan Misteri Teleportasi, Ciptakan Landasan untuk Superkomputer Kuantum
REFERENSI:
Amin, Mohammad H dkk. 2025. Blockchain with proof of quantum work. arXiv preprint arXiv:2503.14462.
Konara, Ruwanga dkk. Time Entangled Quantum Blockchain with Phase Encoding for Classical Data. arXiv preprint arXiv:2507.14839.
Spalding, Katie. 2025. With Quantum Entanglement And Blockchain, We Can Finally Generate Real Random Numbers. IFLScience: https://www.iflscience.com/with-quantum-entanglement-and-blockchain-we-can-finally-generate-real-random-numbers-79601 diakses pada tanggal 9 September 2025.

