Lompat ke konten

Jumardin Rua

Seorang pembelajar yang ingin menyebar manfaat kepada sesama. Berminat mendalami bidang Biokimia dan Biologi Molekuler dan pengaruhnya terhadap manusia dan alam.

Melacak Jejak Hewan Darat dengan Identifikasi e-DNA pada Perairan

Pentingnya memelihara dan mengawasi keanekaragaman hayati Keberadaan berbagai jenis hewan di suatu wilayah punya peran penting terhadap ekosistem. Atas fakta inilah menjadikan perlunya melacak atau mengawasi hewan baik yang hidup di darat maupun perairan. Untuk melakukan aktivitas ini kita memerlukan kamera, jejak hewan, sampel kotoran dan lain-lain. Sekelompok ilmuwan memiliki cara lain melacak hewan darat dengan mengidentifikasi e-DNA, materi genetik pada lingkungan perairan [1]. Pengembangan teknik ini perlu untuk dilakukan… Selengkapnya »Melacak Jejak Hewan Darat dengan Identifikasi e-DNA pada Perairan

blank

Press Release: Pemenang Nobel Kimia Tahun 2020

Informasi singkat tentang penghargaan nobel bidang kimia Komite nobel telah memberikan Penghargaan Nobel Bidang Kimia sebanyak 111 kali kepada 184 penerima antara tahun 1901 dan 2019. Frederick Sanger hingga saat ini adalah satu-satunya yang memenangkan Nobel Bidang Kimia sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1958 dan 1980. Ini berarti total ada 183 orang telah menerima hadiah Nobel di bidang Kimia hingga tahun 2019. Banyak pihak menunggu Press Release pemenang penghargaan… Selengkapnya »Press Release: Pemenang Nobel Kimia Tahun 2020

blank

Pengolahan Limbah Cair Tekstil dengan Metode Elektrolisis : Menakar Peluang dan Tantangan Menuju Lingkungan Lestari

Asal-usul, kandungan dan beberapa metode pengolahan limbah Limbah cair tekstil umumnya berasal dari proses pewarnaan kain. Para pengrajin baik skala rumahan maupun industri mencampur air dan zat warna dengan kadar tertentu. Setelah menggunakannya untuk beberapa kali proses pewarnaan, mereka menggantinya dengan yang baru. Inilah yang menjadi permasalahan, karena limbah tersebut mengandung zat-zat berbahaya bagi lingkungan juga manusia. Ada banyak metode pengolahan limbah, misalnya elektrolisis. Sebelum memutuskan para pengrajin perlu mempertimbangkan… Selengkapnya »Pengolahan Limbah Cair Tekstil dengan Metode Elektrolisis : Menakar Peluang dan Tantangan Menuju Lingkungan Lestari

blank

Temukan Mekanisme Perbaikan DNA Rusak, llmuwan ini Jadi Muslim Kedua Peraih Nobel Kimia (Bagian 2)

Mengenal mekanisme nucleotide excision repair Mekanisme perbaikan DNA rusak selanjutnya yang membawa ilmuwan muslim Azis Sancar meraih nobel kimia dinamakan nucleotide excision repair atau yang lebih familiar dengan istilah pemotongan nukleotida [1]. Pembahasan sebelumnya (Bagian 1) tentang bagaimana enzim fotoliase bekerja memperbaiki DNA rusak dapat dilihat DISINI ya sobat warstek. Terdapat beberapa mekanisme perbaikan DNA rusak selain pemotongan nukleotida. Mekanisme pemotongan basa (base excision repair) dan perbaikan mismatch (mismatch repair)… Selengkapnya »Temukan Mekanisme Perbaikan DNA Rusak, llmuwan ini Jadi Muslim Kedua Peraih Nobel Kimia (Bagian 2)

blank

Mengenal Aspal Buton: Sumberdaya Alam Eksotik di Timur Indonesia

Mari mengenal material eksotik yang satu ini Aspal adalah suatu cairan yang sangat kental berwarna coklat hingga hitam yang hampir seluruhnya terdiri dari unsur karbon dan hidrogen. Indonesia sebagai pemilik sumberdaya alam aspal buton telah menggunakannya sebagai material untuk membangun konstruksi jalan raya. Melalui Kementerian PU-PR, BUMN dan para pelaku usaha, presiden Jokowi mengarahkan agar menggunakan aspal buton di dalam negeri secara maksimal [1,2]. Lalu, sebagai sumberdaya alam hidrokarbon, bagaimana… Selengkapnya »Mengenal Aspal Buton: Sumberdaya Alam Eksotik di Timur Indonesia

blank

Biologi Molekuler: Memahami Fenomena Kehidupan Hingga di Tingkat Molekul

Pengenalan disiplin ilmu biologi molekuler “Ketika biokimia didefinisikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan kimia makhluk hidup, maka biologi molekuler memiliki cakupan yang lebih luas untuk menjelaskan segala fenomena biologi dalam hal interaksi molekul ” [1]. Tutur seorang Biokimiawan University of College London, Prof. Campbell. Secara sederhana apa yang diutarakan oleh Prof. Campbell dapat dipahami bahwa biokimia menelusuri molekul-molekul yang membentuk organisme (makhluk hidup). Bagaimana molekul tersebut bekerja pada organisme biologi… Selengkapnya »Biologi Molekuler: Memahami Fenomena Kehidupan Hingga di Tingkat Molekul

blank

Menelusuri Keragaman Genom Manusia dengan Single Nucleotide Polimorphism (SNP)

Keragaman Genom dan Pengaruhnya Terhadap Manusia Keragaman yang terjadi pada manusia tidak hanya dapat dilihat dari aspek morfologi/fisik secara kasat mata. Analisis secara fisiologi (dalam hal ini genom) telah memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar terkait keragaman tersebut. Melalui rantai materi genetik (DNA) inilah, Sang Pencipta meghadirkan individu-individu dengan model rambut, muka, mata, warna kulit dan bagian tubuh lainnya tampak berbeda. Dua puluh tahun lalu, seorang pakar genetika Amerika Serikat bernama… Selengkapnya »Menelusuri Keragaman Genom Manusia dengan Single Nucleotide Polimorphism (SNP)

blank

Mengenal Senyawa Kimia Made in Indonesia yang Bernama Hardjono-ionon (H-ionon)

Senyawa bahan alam dan pemanfaatannya Senyawa kimia dapat dipahami sebagai suatu zat yang dibentuk oleh paling sedikit dua atom atau unsur yang berbeda. Ditinjau dari keberadaannya, senyawa kimia dapat dibedakan atas senyawa kimia bahan alam dan sintetis (buatan manusia). Para ahli sepakat mendefinisikan senyawa bahan alam sebagai senyawa tunggal atau campuran, maupun ekstrak yang diperoleh dari sumber alami, seperti tumbuhan, hewan, bakteri, jamur, maupun organisme laut [1]. Senyawa kimia bahan… Selengkapnya »Mengenal Senyawa Kimia Made in Indonesia yang Bernama Hardjono-ionon (H-ionon)

blank

Rekayasa Virus: Untuk Apa dan Bagaimana Caranya?

Kontroversi status virus sebagai makhluk hidup atau bukan nyatanya belum lagi selesai diperdebatkan. Disisi lain perhatian publik  kembali tertuju pada subjek yang satu ini saat pandemi COVID-19. Menariknya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, virus itu sendiri justru dapat digunakan untuk mencegah penyakit akibat infeksinya pada manusia. Bidang imunologi dan virologi yang makin berkembang pada akhirnya memungkinkan penggunaan virus (aktif atau nonaktif) sebagai vaksin. Tidak berhenti sampai disitu, nyatanya… Selengkapnya »Rekayasa Virus: Untuk Apa dan Bagaimana Caranya?

blank

Tinjauan Medis Dibalik Anjuran Berbuka dengan Kurma

Memiliki warna coklat kehitaman, terkadang tampak keriput dan akan sering ditemukan di bulan ramadhan merupakan ciri umum yang dimiliki buah kurma. Buah yang satu ini sering menjadi panganan wajib umat islam di negara-negara timur tengah juga beberapa kelompok masyarakat di Indonesia. Konsumsi kurma di kalangan umat Islam ketika momen ramadhan cukup tinggi. Salah satu alasan utamanya adalah adanya kebiasaan (sunnah) dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang mengutamakannya ketika berbuka… Selengkapnya »Tinjauan Medis Dibalik Anjuran Berbuka dengan Kurma

blank

Jalan Panjang Molekul α-ketoamida Melawan Virus Korona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan dan merekomendasikan beberapa jenis obat untuk diuji cobakan. Keempat jenis obat tersebut terdiri dari remdesivir, chloroquine dan hydroxychloroquine, lopinavir and ritonavir serta interferon-beta. Sebelumnya obat-obatan tersebut telah digunakan untuk penanganan penyakit tertentu. Misalnya chloroquine dan hydroxychloroquine telah digunakan untuk penyakit malaria [1]. Selain obat-obatan yang telah direkomendasikan tersebut, terdapat obat lain yang sedang dikembangkan oleh institusi riset, perguruan tinggi hingga perusahaan berbasis medis dan… Selengkapnya »Jalan Panjang Molekul α-ketoamida Melawan Virus Korona

blank

Peneliti Temukan Enam Virus Korona Jenis Baru yang Tidak Berkaitan dengan MERS-CoV, SARS-CoV, maupun SARS-CoV-2

ICTV announced “severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2)” as the name of the new virus on 11 February 2020 [1]. Lebih lanjut dikatakan, WHO announced “COVID-19” as the name of this new disease on 11 February 2020, following guidelines previously developed with the World Organisation for Animal Health (OIE) and the Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) [1]. Penggalan kalimat diatas merupakan press release, yang dikeluarkan… Selengkapnya »Peneliti Temukan Enam Virus Korona Jenis Baru yang Tidak Berkaitan dengan MERS-CoV, SARS-CoV, maupun SARS-CoV-2

blank

Tinjauan Biologi Molekuler pada Virus Korona Generasi ke-7 (SARS-CoV-2) Penyebab COVID-19

Tak bisa dielakkan merebaknya pandemik COVID-19 telah menimbulkan keriuhan dan kewaspadaan ekstra masyarakat di berbagai penjuru dunia. Hal ini terjadi karena jumlah korban jiwa dan negara yang terjangkiti terus bertambah dan saat ini telah mencapai lebih dari 2 juta orang terjangkit COVID-19. Di lingkungan sekitar penulis bahkan mungkin juga di tempat-tempat lainnya, pembahasan virus korona telah menjadi trending topic. Tak bisa lain ini juga terjadi akibat pemberitaan yang begitu intens… Selengkapnya »Tinjauan Biologi Molekuler pada Virus Korona Generasi ke-7 (SARS-CoV-2) Penyebab COVID-19

blank

Desas-desus COVID-19: Mengenal Lebih Dekat Reseptor ACE2

Respon awal terhadap merebaknya pandemik COVID-19, sejumlah institusi mengadakan diskusi terbuka ataupun seminar-seminar. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada khalayak terkait COVID-19. Selain itu juga bertujuan untuk meminimalisir berita bohong (hoax) terkait COVID-19 dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Lembaga Biologi Molekuler Einjkman Institute adalah beberapa institusi yang mengadakan kegiatan tersebut. Selama berjalannya diskusi tersebut seringkali disebutkan reseptor ACE2… Selengkapnya »Desas-desus COVID-19: Mengenal Lebih Dekat Reseptor ACE2

blank

Berpacu Melawan COVID-19: Upaya Menemukan Vaksin dan Agen Terapeutik Ditengah Pandemik

“Kita harus kuatkan kerja sama melawan COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Untuk itu, G20 harus aktif memimpin upaya menemukan anti virus dan obat COVID-19, tentunya bersama WHO” [1]. Kalimat diatas adalah petikan pernyataan presiden Joko Widodo sewaktu mengikuti KTT G20 secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor. Jika kita berhitung, telah tiga bulan lebih lamanya virus SARS-CoV-2 sejak pertama kali diidentifikasi oleh seorang dokter asal Wuhan Li Wenliang [2]. Virus yang… Selengkapnya »Berpacu Melawan COVID-19: Upaya Menemukan Vaksin dan Agen Terapeutik Ditengah Pandemik