AISX: Laboratorium Hidup untuk Kecerdasan Buatan dan Kota Masa Depan

Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendirikan AISX (Artificial Intelligence for Smart-X). Ini adalah pusat riset nasional yang dirancang untuk mengembangkan teknologi masa depan guna menciptakan kota yang tidak hanya cerdas, tetapi juga aman, adaptif, dan nyaman ditinggali.

Seiring pertumbuhan penduduk di kota dan penggunaan teknologi yang semakin meluas (disebut urbanisasi dan digitalisasi), kota-kota di seluruh dunia, termasuk di Indonesia menghadapi tantangan besar. Beberapa di antaranya adalah kemacetan lalu lintas yang semakin parah, ancaman terhadap keamanan data digital, bangunan dan infrastruktur yang mulai usang, serta dampak perubahan iklim seperti banjir atau polusi udara.

Jika dulu solusi hanya berfokus pada membangun jalan, gedung, atau memasang kabel listrik, sekarang tantangannya lebih kompleks. Kota modern membutuhkan sistem yang bisa mengumpulkan data, memahami situasi, bahkan mengambil keputusan secara otomatis, mirip seperti “otak digital” yang membantu manusia berpikir. Di sinilah peran kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber menjadi sangat penting.

Sebagai jawaban atas tantangan ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendirikan AISX (Artificial Intelligence for Smart-X). Ini adalah pusat riset nasional yang dirancang untuk mengembangkan teknologi masa depan guna menciptakan kota yang tidak hanya cerdas, tetapi juga aman, adaptif, dan nyaman ditinggali.

Meskipun Indonesia sedang bergerak menuju era digital, ada beberapa masalah mendasar yang masih perlu diatasi:

  • Infrastruktur digital belum merata. Banyak daerah di luar kota besar masih belum memiliki akses internet cepat atau sistem teknologi dasar.
  • Ancaman kejahatan digital semakin meningkat. Sistem digital di pemerintahan, rumah sakit, sekolah, dan transportasi bisa menjadi target serangan siber yang merugikan.
  • Tenaga ahli di bidang AI dan keamanan digital masih terbatas. Kita membutuhkan lebih banyak orang yang paham dan mampu menciptakan serta menjaga sistem teknologi ini.

Jika masalah ini tidak segera ditangani dengan pendekatan ilmiah dan sistem yang terkoordinasi, maka pertumbuhan kota bisa terhambat dan masyarakat akan kesulitan menikmati manfaat dari teknologi.

AISX bukan sekadar laboratorium tempat peneliti bekerja di balik layar. Ia adalah mesin inovasi yang menyatukan banyak pihak dari akademisi, pemerintah, hingga pelaku industri untuk menciptakan solusi nyata bagi kota masa depan.

Fungsi utama AISX mencakup:

  • Riset terapan lintas disiplin ilmu, di mana teknik, komputer, sosial, dan lingkungan bertemu.
  • Inkubator teknologi, tempat lahirnya ide-ide yang bisa diuji coba dalam kehidupan nyata.
  • Pusat pendidikan pascasarjana, untuk melatih generasi ahli baru.

AISX memfokuskan risetnya pada lima bidang utama:

  1. Digital Twin: Membuat salinan digital dari kota nyata agar bisa dipantau dan dianalisis, seperti menciptakan cermin virtual kota.
  2. Smart Mobility: Merancang sistem transportasi berbasis data agar lebih efisien dan ramah lingkungan.
  3. Smart Infrastructure: Mengawasi dan memelihara jalan, jembatan, dan fasilitas publik dengan teknologi otomatis.
  4. Smart Farming: Menggunakan AI untuk membantu petani meningkatkan hasil panen.
  5. Cybersecurity: Melindungi sistem digital dari serangan yang membahayakan.

AISX menggabungkan beberapa teknologi kunci yang saling terhubung, antara lain:

  • Internet of Things (IoT): Perangkat dan sensor kecil yang bisa mengumpulkan informasi dari lingkungan sekitar, seperti suhu, kelembaban, atau lalu lintas.
  • Big Data dan Analitik AI: Proses mengolah data besar agar kita bisa menemukan pola tersembunyi dan membuat prediksi.
  • Extended Reality (AR/VR): Teknologi yang memungkinkan pelatihan atau simulasi dengan dunia virtual, seperti game tapi untuk hal serius.
  • Video Intelligence: Teknologi yang bisa “melihat” dan memahami rekaman video secara otomatis, misalnya untuk mendeteksi kerumunan atau kecelakaan.

Semua ini bekerja dalam sebuah konsep yang disebut Living Intelligence, yaitu sistem cerdas yang bisa belajar dari waktu ke waktu dan menyesuaikan diri dengan kondisi kota.

Pada peluncuran AISX, ITB dan BRIN langsung memperkenalkan 10 proyek riset unggulan. Beberapa contohnya:

  • Digital Twin Kota Bandung: Sistem yang bisa memantau polusi udara, kemacetan, dan potensi bencana secara real-time.
  • Smart Farming di Jawa Barat: Petani bisa mengetahui kapan harus menyiram tanaman atau memberi pupuk, berdasarkan data cuaca dan kelembaban tanah.
  • Analitik Video untuk Keamanan Kota: Kamera cerdas yang bisa mengenali keramaian atau insiden, lalu memberi peringatan otomatis.
  • XR untuk Pelatihan Infrastruktur: Teknisi bisa belajar memperbaiki sistem kota lewat simulasi virtual tanpa perlu ke lokasi sungguhan.

Proyek-proyek ini menunjukkan bahwa riset bukan hanya teori, tapi bisa memberikan solusi langsung di lapangan.

  • AISX juga punya peran penting dalam menyiapkan tenaga ahli masa depan. Melalui program:
  • Magister dan doktor berbasis riset langsung
  • Pelatihan lintas bidang ilmu
  • Pertukaran peneliti dengan institusi internasional

AISX membantu mencetak generasi “talenta digital” Indonesia, anak-anak muda yang tidak hanya bisa menggunakan teknologi, tapi juga menciptakannya.

AISX lahir karena kolaborasi antara banyak pihak. Riset yang sukses tidak bisa berdiri sendiri. Di dalam AISX, ada kerja sama antara:

  • Kampus (seperti ITB dan BRIN) untuk menghasilkan pengetahuan.
  • Pemerintah untuk mendukung kebijakan dan pendanaan.
  • Industri dan startup teknologi untuk menguji dan menerapkan hasil riset di lapangan.

Menurut Prof. Tutun Juhana dari ITB,

“AISX bukan hanya tempat riset, tapi pusat kerja sama nasional untuk inovasi teknologi yang berdampak nyata.”

Jika dijalankan dengan baik, AISX dapat membawa berbagai manfaat nyata, seperti:

  • Transportasi yang lebih lancar dan hemat waktu.
  • Sistem peringatan dini jika terjadi banjir atau bencana lainnya.
  • Pertanian yang lebih produktif dengan teknologi pintar.
  • Sistem layanan publik (rumah sakit, sekolah, transportasi) yang aman dari serangan siber.
  • Lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing di tingkat global.

AISX membuat teknologi terasa lebih dekat dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat.

Meski menjanjikan, AISX masih punya tantangan yang harus dihadapi:

  • Konektivitas internet di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) masih terbatas.
  • Masyarakat belum semua paham cara kerja AI.
  • Belum ada aturan baku soal etika dan keamanan penggunaan AI.

Namun, tantangan ini bisa diatasi lewat pendidikan, kebijakan yang bijak, dan kolaborasi lintas sektor.

AISX bukan hanya tentang teknologi tinggi, tapi juga tentang bagaimana sains bisa menyentuh kehidupan sehari-hari. Kota cerdas bukan berarti kota penuh mesin, tapi kota yang membuat hidup warganya lebih aman, mudah, dan nyaman.

Ketika AI dan riset dikembangkan untuk menyelesaikan masalah seperti banjir, kemacetan, dan pertanian bukan hanya untuk pamer kecanggihan, di situlah teknologi menjadi alat kemanusiaan.

Dan AISX adalah bukti bahwa Indonesia punya arah yang jelas menuju masa depan itu.

Baca juga artikel tentang: Darurat Pelestarian Bahasa! Peneliti BRIN Ungkap Dampak Penyusutan Bahasa Daerah di Indonesia

REFERENSI:

Suryo, Anggoro. 2025. ITB dan BRIN Bikin Pusat Riset AISX untuk Kembangkan AI. Detik.com: https://inet.detik.com/science/d-7968762/itb-dan-brin-bikin-pusat-riset-aisx-untuk-kembangkan-ai . diakses pada tanggal 19 Juni 2025.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top