Mengungkap Rahasia Sungai Bawah Tanah Beracun di Mar Menor: Ancaman Tersembunyi yang Mengintai Ekosistem

Mar Menor, sebuah laguna pesisir terbesar di kawasan Mediterania bagian barat, menjadi pusat perhatian para ilmuwan setelah ditemukan bahwa sumber […]

Mar Menor, sebuah laguna pesisir terbesar di kawasan Mediterania bagian barat, menjadi pusat perhatian para ilmuwan setelah ditemukan bahwa sumber pencemaran merkuri yang mengejutkan berasal dari sungai bawah tanah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology mengungkapkan bahwa sungai bawah tanah ini membawa sekitar 2,2 pon merkuri ke laguna setiap tahunnya. Penemuan ini membuka fakta baru tentang bagaimana polutan dapat bergerak dari daratan menuju ekosistem laut melalui jalur yang selama ini kurang diperhatikan.

Mengenal Mar Menor: Permata yang Tercemar

Mar Menor, dengan luas sekitar 52 mil persegi, dipisahkan dari Laut Mediterania oleh sebuah daratan pasir sempit. Keindahannya menjadikannya salah satu destinasi wisata terkenal di Spanyol. Namun, di balik pesona alamnya, laguna ini menyimpan ancaman tersembunyi yang dapat merusak ekosistemnya.

Para peneliti menemukan jaringan aliran air bawah tanah yang dikenal sebagai submarine groundwater discharge. Jaringan ini memungkinkan air tanah dari akuifer pesisir mengalir menuju laut melalui jalur bawah tanah di bawah laguna. Sayangnya, aliran ini membawa serta polutan berbahaya, termasuk merkuri.

Bagaimana Merkuri Masuk ke Laguna?

Merkuri yang ditemukan di Mar Menor disebut sebagai “merkuri warisan” (legacy mercury), yaitu kontaminan yang tertinggal di tanah dan sedimen akibat aktivitas manusia seperti penambangan dan pertanian di masa lalu. Saat air tanah bercampur dengan air asin laguna di dekat pantai, kondisi ini menjadi ideal untuk pembentukan metilmerkuri, bentuk merkuri yang paling beracun.

Daerah-daerah di sekitar pantai Mar Menor memiliki kadar bahan organik yang tinggi namun oksigen yang rendah. Kondisi ini mendukung pertumbuhan mikroba yang mampu mengubah merkuri anorganik menjadi metilmerkuri. Konsentrasi metilmerkuri yang tinggi telah terdeteksi di perairan dekat pantai, menjadikan area tersebut sebagai “hotspot” produksi metilmerkuri.

Bahaya Metilmerkuri bagi Ekosistem dan Kesehatan Manusia

Metilmerkuri sangat berbahaya karena dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan biomagnifikasi melalui rantai makanan. Akibatnya, baik manusia maupun organisme lain yang bergantung pada ekosistem ini dapat terpengaruh. Menurut Institut Ilmu Kelautan (ICM-CSIC), dampak metilmerkuri tidak hanya mengancam kesehatan manusia tetapi juga keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.

Penelitian ini menjadi langkah pertama dalam menghitung aliran merkuri dan metilmerkuri yang masuk ke Mar Menor melalui air tanah. Céline Lavergne, peneliti utama studi ini dari ICM-CSIC, menekankan pentingnya memahami proses bawah tanah dalam menjaga ekosistem. “Apa yang terjadi di bawah permukaan bisa sama pentingnya dengan apa yang terlihat di atas,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa meskipun emisi merkuri telah dikurangi, polutan dari sedimen akan terus dilepaskan dalam waktu yang lama.

Dampak Perubahan Iklim terhadap Pencemaran Merkuri

Saat ini, kadar merkuri di Mar Menor belum mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Namun, para peneliti memperingatkan bahwa peningkatan suhu dan penurunan kadar oksigen akibat perubahan iklim dapat memperburuk kondisi. Kedua faktor ini dapat meningkatkan konsentrasi metilmerkuri di laguna, sehingga memperbesar dampaknya terhadap rantai makanan dan ekosistem secara keseluruhan.

Andrea G. Bravo, salah satu penulis studi dan peneliti di ICM-CSIC, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini membuka wawasan baru tentang bagaimana merkuri dapat mencapai laut melalui jalur selain udara atau sungai. “Air tanah tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antara daratan dan laut untuk polutan, tetapi juga sebagai tempat transformasi merkuri—terutama menjadi metilmerkuri—bergantung pada komposisinya,” jelas Bravo.

Langkah-Langkah untuk Melindungi Mar Menor

Penemuan ini menekankan pentingnya tindakan pencegahan untuk melindungi Mar Menor dari ancaman pencemaran merkuri lebih lanjut. Para ilmuwan menyerukan perlunya pendekatan holistik dalam pengelolaan lingkungan, termasuk memantau kondisi bawah tanah dan mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap akuifer pesisir.

Selain itu, edukasi masyarakat tentang bahaya pencemaran merkuri dan pentingnya menjaga ekosistem laguna menjadi langkah krusial. Pemerintah dan lembaga terkait juga harus bekerja sama untuk mengembangkan kebijakan lingkungan yang efektif guna mencegah peningkatan kadar merkuri di masa depan.

Kesimpulan

Penelitian terbaru tentang pencemaran merkuri di Mar Menor memberikan wawasan penting tentang bagaimana polutan dapat bergerak melalui jalur bawah tanah dan berdampak negatif pada ekosistem laut. Meskipun kadar merkuri saat ini belum mencapai tingkat berbahaya, ancaman perubahan iklim bisa memperburuk situasi.

Melalui penelitian ini, para ilmuwan menekankan perlunya perhatian lebih pada interaksi antara air tanah dan ekosistem laut untuk melindungi Mar Menor dan laguna pesisir lainnya dari kerusakan jangka panjang. Dengan upaya bersama dari masyarakat, pemerintah, dan komunitas ilmiah, kita dapat menjaga keindahan alam Mar Menor sekaligus melindungi kehidupan di dalamnya dari ancaman tersembunyi seperti sungai bawah tanah beracun ini.

Referensi

  1. Lavergne, C., et al. (2025). Unveiling hidden mercury and methylmercury sources: The role of submarine groundwater discharge in coastal lagoons. Environmental Science & Technology, Vol. 59, No. 38, hlm. 20653–20664.
  2. Institut de Ciències del Mar (ICM-CSIC). (2025). Overlooked source of mercury discovered in the Mar Menor lagoon. Diakses 30 Desember 2025.
  3. European Environment Agency (EEA). Mercury pollution and impacts on aquatic ecosystems. Diakses 30 Desember 2025.
  4. United Nations Environment Programme (UNEP). Global Mercury Assessment. Diakses 30 Desember 2025.
  5. Encyclopaedia Britannica. Submarine groundwater discharge and mercury cycling. Diakses 30 Desember 2025.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top