Penelitian mengenai penggantian refrigeran kulkas dengan nanorefrigerant hidrokarbon

Kami telah meneliti penggunaan nanorefrigerant hidrokarbon yang diaplikasikan pada kulkas. Dipilih kulkas karena kulkas merupakan mesin pendingin yang paling banyak […]

Kami telah meneliti penggunaan nanorefrigerant hidrokarbon yang diaplikasikan pada kulkas. Dipilih kulkas karena kulkas merupakan mesin pendingin yang paling banyak dipakai di masyarakat, karena kami sangat berharap penelitian kami dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Disebut nanorefrigerant karena refrigerant bercampur dengan nanomaterial (yang dalam penelitian kami adalah nanopartikel TiO2). Berikut alat dan bahan yang kami gunakan dalam peneltian kami  (semuanya kami beli secara offline, membeli di salah satu toko sparte part mesin pendingin di Surabaya).

blank

Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian nanorefrigerant TiO2-R600A

Adapun alur pembuatan dari nanorefrigerant-nya adalah sebagai berikut:

blank

 

Terdapat 2 cara untuk mencampurkan nanopartikel TiO2 dengan refrigerant, cara yang pertama adalah dengan mencampurkan langsung TiO2 dengan refrigerant yakni dengan alat khusus (ultrasonic oscillator). Alat khusus tersebut tidak terdapat di Indonesia, sehingga kami tidak dapat memakai cara ini. Sedangkan cara kedua adalah dengan mencapurkan nanopartikel TiO2 dengan pelumas/oli kompresor. Refrigerant disaat kulkas beroperasi akan melewati kompresor, sehingga proses  yang terjadi didalam kompresor adalah nanopartikel TiO2 bercampur dengan oli kompresor.

Penelitian yang telah kami lakukan meneliti pengaruh penambahan nanopartikel TiO2 terhadap performa refrigerant. Didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi TiO2 yang dicampurkan dengan oli kompresor maka performa kulkas menjadi semakin meningkat. Namun yang harus diperhatikan betul adalah pada konsentrasi melebihi 0.5 g/L TiO2 , campuran oli kompresor dan TiO2 sudah mulai tidak homogen, TiO2 tidak larut dalam oli kompresor. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi pengendapan di pipa kapiler apabila kulkas dengan sistem TiO2 diatas 0.5 g/L dioperasikan dalam jangka lama, namun hal tersebut diluar jangkauan penelitian kami. Berikut adalah konfigurasi peralatan dari penelitian kami.

blank

Pemasangan pressure gauge dan thermometer digitalnya didasarkan atas standart pengukuran performa kulkas GB/T 8059.1-3-1995 China refrigeration and air-conditioning standart yang diterbitkan tahun 2002. Kami hendak memakai standar Nasional Indonesia (SNI) tapi kami masih belum menemukan standart pengujian kulkas.

blank

Kami sangat berhati-hati dalam melakukan peneltian, mengingat nyawa adalah taruhannya dikarenakan sifat hidrokarbon yang sangat mudah meledak. Jadi dalam penelitian yang telah dilakukan, semua dilakukan dalam ruangan terisolasi yang bebas dari api sama sekali. Dikarenakan alhamdulillah tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan hingga penelitian selesai, hipotesis baru kami adalah TiO2 dapat berfungsi sebagai flame retardant (pengurang daya ledak), namun hal tersebut masih harus diteliti lagi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *