Ketika kita membayangkan astronot, mungkin gambaran yang muncul adalah sosok serius, penuh disiplin, dan hanya sibuk dengan eksperimen ilmiah. Itu benar adanya. Kehidupan di luar angkasa memang penuh risiko: setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Namun, di balik itu semua, astronot tetaplah manusia. Mereka juga membutuhkan hiburan, tawa, dan momen ringan agar tidak tertekan saat berada berbulan-bulan jauh dari Bumi.
Salah satu contoh paling ikonik datang dari tahun 1970-an, ketika misi Skylab 3 mengorbit Bumi. Di balik misi serius NASA, tersimpan sebuah kisah yang tak terlupakan: sebuah lelucon besar yang berhasil mengecoh tim pengendali misi di Bumi.
Skylab: Laboratorium Pertama Amerika di Luar Angkasa
Sebelum ke leluconnya, mari kita kenalan dulu dengan Skylab. Skylab adalah stasiun luar angkasa pertama milik Amerika Serikat, diluncurkan pada 1973. Bentuknya seperti tabung besar, menjadi rumah dan laboratorium untuk para astronot. Di sana mereka melakukan eksperimen ilmiah, mempelajari efek gravitasi mikro pada tubuh, dan juga mengamati Bumi serta Matahari.
Namun, hidup di Skylab bukanlah hal mudah. Bayangkan tinggal di ruang sempit, tanpa udara segar, dengan jadwal kerja super padat. Astronot harus menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap stabil. Dalam situasi seperti ini, humor menjadi salah satu “alat bertahan hidup.”
Baca juga artikel tentang: Alarm di Orbit: Astronaut NASA Terjebak, Solusi Masih Dicari
Owen Garriott: Sang Prankster
Masuklah nama Owen Garriott, seorang ilmuwan sekaligus astronot yang dikenal cerdas namun juga punya selera humor tinggi. Selama misi Skylab, ia menemukan cara unik untuk menghibur dirinya dan rekannya sekaligus, tanpa disangka, membuat seluruh tim NASA di Bumi terkecoh.
Garriott bersama kru lainnya memang menjalani tugas berat. Mereka harus melakukan eksperimen biologis, astronomi, hingga memperbaiki beberapa kerusakan stasiun. Di tengah jadwal yang padat itu, Garriott memutuskan: “Kenapa tidak membuat sedikit kejutan?”
Aksi Lelucon: Suara Misterius dari Luar Angkasa
Di satu titik, NASA Mission Control di Houston menerima transmisi suara aneh. Bukan suara astronot yang biasanya mereka dengar, melainkan suara asing dengan aksen berbeda, seolah berasal dari seseorang yang bukan bagian dari kru resmi. Tim di Bumi sempat kebingungan: siapa yang bicara dari dalam Skylab?
Ternyata, itu hanyalah suara Owen Garriott yang menyamar! Ia memanfaatkan sistem komunikasi radio untuk berpura-pura menjadi “astronot tambahan” atau bahkan “alien.” NASA Mission Control pun sempat benar-benar terkecoh beberapa saat, sebelum akhirnya menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban prank.
Kenapa Humor Penting di Luar Angkasa?
Mungkin bagi kita lelucon ini terdengar sederhana. Tapi di dunia penerbangan luar angkasa, humor punya fungsi yang sangat penting. Studi psikologi penerbangan menunjukkan bahwa tertawa bisa menurunkan stres, mengurangi ketegangan otot, dan memperbaiki suasana hati.
Di luar angkasa, di mana segala sesuatu sangat serba terbatas dan tekanan mental tinggi, humor adalah cara untuk menjaga kesehatan jiwa. Astronot memang dilatih menghadapi kondisi ekstrem, tapi tetap saja mereka butuh pelepas ketegangan.
Bahkan NASA sendiri kini mengakui bahwa humor dan permainan adalah bagian penting dari kesehatan kru. Dalam misi jangka panjang, seperti perjalanan ke Mars yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, aspek psikologis ini akan jadi faktor penentu.
Lelucon-Lelucon Astronot Lain
Owen Garriott bukan satu-satunya yang membawa humor ke orbit. Astronot Chris Hadfield terkenal suka bernyanyi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Samantha Cristoforetti pernah cosplay sebagai karakter fiksi saat berada di orbit. Bahkan ada astronot yang membawa kostum gorila ke ISS untuk mengejutkan rekannya. Semua itu menunjukkan bahwa di balik kesan serius, ada sisi manusiawi yang hangat.
Reaksi NASA: Tertawa atau Tegang?
Lalu, bagaimana reaksi NASA Mission Control saat menyadari mereka terkena prank? Tentu saja ada sedikit rasa “malu” karena sempat terkecoh. Namun pada akhirnya, banyak yang justru menertawakannya. Lelucon itu tidak merusak misi, dan justru memberi warna pada catatan sejarah Skylab. Sampai sekarang, kisah ini sering diceritakan ulang sebagai contoh bagaimana humor bisa muncul bahkan di tengah situasi paling serius.
Pelajaran dari Lelucon Luar Angkasa
Dari kisah Owen Garriott, kita bisa belajar beberapa hal penting:
- Astronot juga manusia. Mereka bukan robot. Mereka butuh tertawa, butuh hiburan, dan butuh momen ringan untuk menjaga kewarasan.
- Humor adalah strategi bertahan hidup. Dalam kondisi ekstrem, humor bisa menjadi “obat psikologis” yang efektif.
- Sains dan kemanusiaan saling terkait. Eksplorasi luar angkasa bukan hanya tentang roket dan eksperimen, tapi juga tentang bagaimana manusia bisa hidup sehat, baik fisik maupun mental jauh dari Bumi.
Cerita tentang “prank terbesar di luar angkasa” mungkin terdengar sepele dibandingkan penemuan ilmiah dari misi Skylab. Namun justru di situlah letak keindahannya. Kisah ini menunjukkan bahwa meski manusia bisa menembus batas kosmos, kita tetap membawa sifat dasar kita: suka bercanda, tertawa, dan berbagi momen ringan dengan sesama.
Mungkin, di masa depan ketika manusia benar-benar pergi ke Mars atau bahkan keluar tata surya, akan ada juga lelucon-lelucon baru yang tercipta. Dan siapa tahu, suatu hari nanti, alien sungguhan yang menonton kita dari jauh juga ikut tertawa melihat kelakuan astronot Bumi.
Baca juga artikel tentang: 3I/ATLAS: Komet Antarbintang Yang Di Temukan Oleh NASA
REFERENSI:
Carpineti, Alfredo. 2025. The Greatest Prank Ever Pulled In Space Really Fooled NASA’s Mission Control. IFLScience: https://www.iflscience.com/the-greatest-prank-ever-pulled-in-space-really-fooled-nasas-mission-control-80566 diakses pada tanggal 9 September 2025.
Ruston, Benjamin C dkk. 2025. JEDI Skylab-Observation Assessment and Evaluation. 105th Annual AMS Meeting 2025 105, 448024.
Schultz, Michael dkk. 2025. Embedded Interactions and Selective Disclosure: Network Effects on Conversations aboard Skylab. Symbolic Interaction.

