SIRINGMAKAR 23: “Perkembangan Sintesis Nanopartikel dan Aplikasinya”

SIRINGMAKAR 23: “Perkembangan Sintesis Nanopartikel dan Aplikasinya”

Pemateri: Lusi Ernawati (Dosen di Institut Teknologi Kalimantan)

Moderator: Afifah Sofiana Jamil

Diskusi

Topik yang akan saya sampaikan ini mengenai Perkembangan Sintesis Nanopartikel dan Aplikasinya, materi akan saya bagi menjadi beberapa sub-materi, antara lain:

  1. Definisi nanopartikel dan yang membedakan dengan material sejenis dalam ukuran besar (bulk);
  2. Metode sintesis nanopartikel; dan
  3. Aplikasi dan karakterisasi nanopartikel.

Definisi Nanopartikel

Hal pertama yang perlu diketahui, nanopartikel didefinisikan sebagai particulate (partikulat) yang terdispersi atau partikel-partikel padatan dengan ukuran partikel berkisar 10 – 100 nm. Pada saat ini, pengembangan nanopartikel (nanoteknologi) terus dilakukan oleh para peneliti dunia akademik maupun industri. >>> 

Baca Selengkapnya

Pupuk nano untuk masa depan

Pupuk nano untuk masa depan
Gambar 1. Lahan Persawahan di Yala National Park Bangladesh [Dave Bouskill, 2010]

Miliaran orang di dunia mengkonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat, protein, mineral dan vitamin. Di sebagian besar negara di Asia, terutama di Indonesia, nasi menjadi makanan pokok. Di masyarakat kita, dikenal sebuah guyonan, jika belum mengkonsumsi nasi artinya belum dapat asupan makan yang layak, terlebih belum mengenyangkan. Penyediaan kebutuhan nasi (beras) berhubungan pula dengan kecukupan pemenuhan pupuk untuk menjamin keberhasilan panen. Kebutuhan akan pupuk oleh petani meningkat setiap tahunnya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pupuk padi. Pemakaian pupuk untuk tanaman padi (gabah) dibutuhkan dalam jumlah yang terbilang besar. Menurut BB Padi (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi) Departemen Pertanian, kebutuhan pupuk untuk satu ton gabah padi di Indonesia setidaknya membutuhkan antara lain unsur hara Nitrogen (17,5 kg setara 39 kg Urea); unsur Fosfor (3 kg setara 9 kg SP-39) dan unsur Kalium (17 kg setara 34 kg KCl). >>> 

Baca Selengkapnya

Material Baru Yang Bisa Menyerap Gas Rumah Kaca Dan Mengubahnya Menjadi Bahan Bakar

Material Baru Yang Bisa Menyerap Gas Rumah Kaca Dan Mengubahnya Menjadi Bahan Bakar

Salah satu gas rumah kaca berupa karbon dioksida (CO2) merupakan limbah hasil buangan dari berbagai industri. Gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global karena gas ini bersifat seperti rumah kaca, dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari namun memerangkap atau menahan gelombang panas dari bumi sehingga makin lama bumi menjadi semakin panas. >>> 

Baca Selengkapnya

Metode Kopresipitasi – Metode Mudah dan Murah dalam Mensintesis Nanopartikel

Metode Kopresipitasi – Metode Mudah dan Murah dalam Mensintesis Nanopartikel

Banyak sekali metode sintesis untuk mendapatkan suatu zat yang berukuran nanometer. Tetapi diantara banyaknya metode sintesis, metode yang mudah dan murah dalam mensintesis nanopartikel adalah metode kopresipitasi. Bagaimana mekanisme sintesis nanopartikel dengan metode kopresipitasi?

Metode kopresipitasi merupakan metode sintesis bottom up yang digunakan untuk mendapatkan ukuran partikel kecil berukuran nanometer (Sau, 2012). Metode ini memiliki prinsip yaitu melepas ikatan kontinyu yang dimiliki oleh suatu senyawa logam dalam bentuk cairan tanpa mempertimbangkan mekanisme spesifik yang terjadi (http://ruby.colorado.edu). Dengan menggunakan metode kopresipitasi, didapatkan material berbentuk padatan (solid) dari presipitatnya yang berbentuk cairan (aqueous) (Zhu, 2005). Sehingga, metode ini sangat sesuai diterapkan pada proses sintesis untuk mendapatkan material-material jenis logam seperti seng (Zn), titanium (Ti) dan besi (Fe) (Ningtyas, 2010; Castro, 2008). >>> 

Baca Selengkapnya