Paparan Partikel Nano dari Produk Rumah Tangga: Risiko Tersembunyi bagi Kesehatan Anak dan Dewasa

Produk rumah tangga umum yang mengandung partikel sangat kecil, yang dikenal sebagai partikel nano, bisa jadi menyebabkan polusi udara dalam ruangan yang baru, menurut sebuah studi dari Rutgers.

blank

Produk rumah tangga umum yang mengandung partikel sangat kecil, yang dikenal sebagai partikel nano, bisa jadi menyebabkan polusi udara dalam ruangan yang baru, menurut sebuah studi dari Rutgers.

Partikel nano adalah butiran material yang sangat kecil, dengan ukuran antara 1 hingga 100 nanometer. Satu nanometer adalah satu per satu miliar meter. Mata manusia hanya bisa melihat partikel yang lebih besar dari sekitar 50.000 nanometer. Sebagai perbandingan, ketebalan selembar kertas adalah sekitar 100.000 nanometer.

Partikel nano ditemukan dalam berbagai produk rumah tangga populer seperti pembersih, disinfektan, tabir surya, hairspray, serta kabut dan bedak kosmetik.

Nanomaterial, yang seringkali terbuat dari perak, tembaga, atau seng, telah banyak digunakan dalam industri karena sifat unik yang mereka miliki ketika diubah pada tingkat mikroskopis.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Science of the Total Environment, tim peneliti dari Rutgers menemukan bahwa ketika orang berjalan di sebuah ruangan di mana produk yang mengandung partikel nano baru saja disemprotkan, partikel-partikel ini terlepas dari karpet dan lantai, lalu melayang hingga setinggi tiga hingga lima kaki di udara. Seorang anak yang bermain di lantai terpapar lebih banyak dibandingkan orang dewasa.

Para ilmuwan menemukan bahwa partikel yang diubah pada skala nano dapat memiliki sifat yang berbeda secara signifikan dibandingkan material yang sama dalam bentuk massal. Beberapa partikel nano lebih kuat atau memiliki sifat magnetik yang berbeda. Mereka juga dapat menghantarkan panas atau listrik lebih efisien. Mereka bisa menjadi lebih reaktif secara kimia, memantulkan cahaya lebih baik, atau mengubah warna.

Karena partikel nano berbeda dari material yang sama dalam bentuk agregat, para peneliti khawatir bahwa partikel nano mungkin lebih toksik, yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan manusia.

blank
Abstrak grafis

Meskipun masih terlalu dini untuk mengetahui efek jangka panjang dari partikel ini terhadap kesehatan manusia, hasil ini penting untuk diketahui.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa partikel polutan di lantai dapat kembali naik ke udara ketika diinjak. Yang tidak diketahui adalah apakah partikel dari semprotan berteknologi nano dapat tersuspensi kembali. Juga, faktor-faktor yang mempengaruhi hal ini belum dipahami dengan baik.

Untuk mempelajari lebih lanjut, tim peneliti membangun ruang tertutup dengan kontrol udara di laboratorium mereka yang memiliki karpet dan lantai vinil. Mereka menggunakan robot kecil untuk mensimulasikan gerakan anak. Dengan mengenakan pakaian pelindung dan respirator, peneliti berjalan di permukaan setelah menyemprotkan tujuh produk yang mengandung partikel nano dari perak, seng, dan tembaga ke udara, lalu mengukur hasilnya.

Tim mengkonfirmasi bahwa partikel nano dilepaskan oleh semprotan yang diuji dan mencapai zona pernapasan manusia. Mereka menemukan bahwa anak-anak bisa terpapar konsentrasi partikel yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa selama penyemprotan dan resuspensi partikel yang terdeposit. Studi ini juga menunjukkan bahwa resuspensi partikel dari karpet menghasilkan konsentrasi partikel yang lebih tinggi dibandingkan dari lantai vinil. Para peneliti juga menyimpulkan bahwa konsentrasi partikel yang tersuspensi kembali tergantung pada produk yang digunakan.

“Kita bisa menggunakan pengetahuan ini untuk meminimalkan paparan kita terhadap berbagai nanomaterial,” kata Mainelis. “Secara keseluruhan, penelitian ini dapat membantu kita memahami paparan yang dihasilkan dan mendukung studi di masa depan tentang pengurangan paparan manusia.”

Peneliti lain dalam studi ini termasuk Jie McAtee, seorang postdoctoral associate, dan Ruikang He, seorang mahasiswa doktoral yang lulus pada tahun 2023 dan kini menjadi postdoctoral associate di Tiongkok, keduanya dari Departemen Ilmu Lingkungan di Rutgers School of Environmental and Biological Sciences.

Referensi :

[1] https://www.rutgers.edu/news/activity-room-stirs-nanoparticles-left-over-consumer-sprays diakses pada 31 Mei 2024

[2] Ruikang He, Jie McAtee, Gediminas Mainelis. Potential exposure of adults and children to particles from resuspended nano-enabled consumer spraysScience of The Total Environment, 2024; 924: 171459 DOI: 10.1016/j.scitotenv.2024.171459

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *