SARS-CoV-2

SARS-CoV-2 Bukti Nyata Evolusi itu Ada

Covid-19 singkatan dari Coronavirus Disease 2019 yang mengakibatkan infeksi pernapasan akut. Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang pertama kali diindetifikasi di Kota Wuhan, Tiongkok. SARS-CoV-2 merupakan virus dari keluarga Coronaviridae. Coronaviridae sendiri memiliki genus Betacoronavirus yang dibawahnya masih terdapat 4 jenis subgenus. Pada kasus virus SARS-CoV-2 merupakan turunan dari subgenus Sarbecovirus yang berhubungan erat dengan SARS 2002/2003. Virus ini berbentuk bola pleomorfik berukuran 80-90nm dimana Asam ribonukleat dibungkus sebuah lapisan… Selengkapnya »SARS-CoV-2 Bukti Nyata Evolusi itu Ada

blank

Jalan Panjang Molekul α-ketoamida Melawan Virus Korona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan dan merekomendasikan beberapa jenis obat untuk diuji cobakan. Keempat jenis obat tersebut terdiri dari remdesivir, chloroquine dan hydroxychloroquine, lopinavir and ritonavir serta interferon-beta. Sebelumnya obat-obatan tersebut telah digunakan untuk penanganan penyakit tertentu. Misalnya chloroquine dan hydroxychloroquine telah digunakan untuk penyakit malaria [1]. Selain obat-obatan yang telah direkomendasikan tersebut, terdapat obat lain yang sedang dikembangkan oleh institusi riset, perguruan tinggi hingga perusahaan berbasis medis dan… Selengkapnya »Jalan Panjang Molekul α-ketoamida Melawan Virus Korona

blank

Desas-desus COVID-19: Mengenal Lebih Dekat Reseptor ACE2

Respon awal terhadap merebaknya pandemik COVID-19, sejumlah institusi mengadakan diskusi terbuka ataupun seminar-seminar. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada khalayak terkait COVID-19. Selain itu juga bertujuan untuk meminimalisir berita bohong (hoax) terkait COVID-19 dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Lembaga Biologi Molekuler Einjkman Institute adalah beberapa institusi yang mengadakan kegiatan tersebut. Selama berjalannya diskusi tersebut seringkali disebutkan reseptor ACE2… Selengkapnya »Desas-desus COVID-19: Mengenal Lebih Dekat Reseptor ACE2