Dari 24 Agustus hingga 7 September, turnamen Grand Slam terakhir tahun ini akan digelar di lapangan keras New York. Dalam 1xBet ulasan, kami menyoroti para pesaing teratas untuk US Open 2025.
Tenis wanita: pusat kejutan
Era Serena Williams telah benar-benar berakhir, dan saat ini, bahkan pemain di luar lima besar WTA pun bisa membuat kejutan dan memenangkan turnamen Grand Slam. Data statistik membuktikannya: lima gelar US Open terakhir diraih oleh lima wanita yang berbeda.
Meskipun ketidakpastian yang telah mendominasi tenis wanita dalam beberapa tahun terakhir, analis 1xBet telah mengidentifikasi dua kandidat utama untuk turnamen besar Amerika ini.
Aryna Sabalenka bertekad untuk mempertahankan gelarnya
Pada tahun 2024, bintang tenis Belarus ini berhasil memenangkan kedua turnamen Grand Slam lapangan keras, naik ke puncak peringkat WTA. Namun, musim ini, Sabalenka tampil jauh dari performa terbaiknya, gagal di Australian Open, Roland Garros, dan Wimbledon — hanya bayangan dari performa sebelumnya.
Kekuatan fisik dan arsenal teknisnya yang mendalam tetap menjadi aset terbesarnya, namun kurangnya ketahanan mental terus menghambatnya. Tanpa mental juara, kemenangan konsisten di level tertinggi tidak mungkin tercapai.
Odds Sabalenka untuk menang: 3.28
Kembalinya Iga Świątek ke puncak kejuaraan
Ratu Tanah Liat tahu apa yang dibutuhkan untuk menang di New York — pada 2022, dia mengangkat trofi US Open setelah mengalahkan Ons Jabeur di final.
Pada 2025, Świątek menunjukkan kelincahannya dan kemampuannya untuk menang di semua permukaan dengan meraih kemenangan pertamanya di Wimbledon. Dia kini menuju New York, bersemangat untuk membangun kesuksesan tersebut.
Mantan petenis nomor satu dunia ini mungkin tidak dalam kondisi terbaiknya saat ini, tetapi dengan banyak rival utamanya yang sedang mengalami kesulitan, odds mungkin akan menguntungkan petenis Polandia ini.
Odds Świątek untuk menang: 4,90
Tenis putra: duel yang dapat diprediksi
Ada jauh lebih sedikit ketidakpastian di kalangan pemain pria — dalam beberapa tahun terakhir, persaingan ini telah menjadi pertarungan dua pemain antara Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz. Keduanya jauh unggul dari para pesaing lainnya.
Data membuktikannya: dalam tujuh turnamen Grand Slam terakhir, setiap gelar juara dimenangkan oleh Sinner atau Alcaraz — sebuah tanda jelas dominasi Spanyol-Italia di tenis pria.
Jannik Sinner sedang on fire
Petenis Italia itu memulai tahun 2025 dengan memenangkan Australian Open. Meskipun menjalani hukuman larangan bertanding selama tiga bulan, dia tidak menghabiskan waktunya dengan menikmati pizza dan pasta — sebaliknya, dia fokus pada peningkatan kondisi fisiknya.
Upaya itu membuahkan hasil: Sinner berjuang keras untuk mencapai final Roland Garros, di mana ia kalah dari Alcaraz dalam pertandingan lima set yang menegangkan.
Namun, ia tidak menunggu lama untuk membalas dendam. Di Wimbledon, Sinner mengungguli rivalnya dan merebut gelar Grand Slam keduanya musim ini.
Odds kemenangan Sinner: 2,0
Carlos Alcaraz: Pemburu Favorit
Jika ada yang bisa menghentikan petenis nomor satu dunia, itu adalah Carlos Alcaraz. Petenis Spanyol ini memiliki rekor head-to-head yang menguntungkan melawan Sinner — sembilan kemenangan berbanding enam.
Dia juga unggul di lapangan keras, dengan keunggulan 4–3. Penampilan kuat di New York tidak hanya akan memberinya gelar US Open lainnya tetapi juga bisa mengguncang kepercayaan diri rival utamanya.
Odds kemenangan Alcaraz: 2,85
Jangan lewatkan awal Grand Slam terakhir tahun ini. Saksikan semua sorotan dari AS Terbuka 2025 bersama 1xBet Indonesia!

