Pulau Hainan di bagian selatan Cina menyimpan keanekaragaman hayati yang unik dan memikat para ilmuwan sejak lama. Banyak spesies tumbuhan dan hewan di pulau ini memiliki ciri khas yang tidak ditemukan di wilayah Cina lainnya. Keunikan ini membuat para peneliti ingin memahami bagaimana pulau tersebut memperoleh flora dan fauna yang begitu berbeda. Upaya untuk mengungkap asal usul biota Hainan akhirnya menunjukkan kemajuan penting melalui kombinasi studi genetika, geologi dan paleontologi.
Riset terbaru yang diterbitkan dalam Science China Earth Sciences menjelaskan bahwa perjalanan panjang Hainan untuk mencapai posisinya saat ini berperan besar dalam membentuk kehidupan di dalamnya. Peneliti menemukan bahwa hubungan daratan antara Hainan, Vietnam dan Guangxi selama puluhan juta tahun lalu memberi kesempatan bagi perpindahan tumbuhan dan hewan. Setelah periode tersebut, Hainan bergerak ke arah tenggara dan akhirnya terpisah dari daratan Cina. Perjalanan geologis ini menghasilkan pola evolusi yang kompleks dan menarik.
Baca juga artikel tentang: Kekayaan Hutan Kalimantan dan Penemuan Spesies Flora Hanguana
Pemahaman baru mengenai sejarah ini bermula dari studi perbandingan biota Hainan dengan biota Vietnam dan Guangxi. Banyak kelompok tumbuhan dan hewan menunjukkan kesamaan yang kuat, terutama yang berasal dari zaman Eosen hingga Oligosen. Kesamaan tersebut menguatkan dugaan bahwa Hainan pernah menyatu dengan wilayah Asia Tenggara pada masa lalu. Ketika daratan tersebut perlahan bergeser ke tempatnya sekarang, kelompok organisme yang awalnya hidup bersama mulai berkembang mengikuti arah evolusi masing masing.
Penelitian ini juga menguraikan bagaimana beberapa spesies menunjukkan perbedaan genetik yang dalam meskipun secara geografi sangat berdekatan. Situasi ini terjadi karena perpindahan pulau membuat sebagian organisme terisolasi dari populasi leluhur mereka. Isolasi tersebut menyebabkan berkembangnya spesies baru yang menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan Hainan yang berubah. Inilah yang menjelaskan mengapa Hainan memiliki banyak spesies endemik, terutama pada kelompok tumbuhan hutan tropis.
Perubahan letak geografis Hainan tidak terjadi secara acak. Pulau ini bergerak karena dinamika lempeng tektonik yang mendorongnya perlahan ke arah tenggara. Saat perpindahan berlangsung, rotasi berlawanan arah jarum jam membuat pola penyebaran biota Hainan semakin unik. Fenomena geologi ini mampu membentuk arah persebaran vegetasi yang condong dari timur laut ke barat daya. Pola tersebut kini terlihat pada distribusi jenis tanaman di berbagai bagian pulau.
Penelitian paleomagnetik turut memberikan gambaran mengenai perjalanan Hainan di masa lalu. Analisis arah magnetik yang tersimpan dalam batuan menunjukkan waktu dan rute perpindahan pulau tersebut. Data ini kemudian digabungkan dengan informasi genetika dari tumbuhan modern, menghasilkan rekonstruksi menyeluruh yang membantu menjelaskan asal evolusi biota Hainan. Kolaborasi dua bidang ilmu ini memberi gambaran yang sangat detail mengenai bagaimana flora dan fauna di pulau tersebut muncul dan berkembang.
Salah satu temuan menarik datang dari studi palaeobotani yang menemukan sisa sisa tumbuhan purba di wilayah Hainan. Jejak tumbuhan dari zaman Eosen hingga Oligosen menunjukkan bahwa pulau ini pernah menampung hutan tropis yang mirip dengan kawasan Asia Tenggara. Vegetasi tersebut kemudian berevolusi seiring perubahan iklim dan perpindahan pulau. Spesies yang mampu bertahan hidup mengalami adaptasi, sementara spesies lain punah atau digantikan oleh pendatang baru dari daratan Cina melalui hubungan darat yang terbentuk pada periode tertentu.
Ilmuwan juga menyoroti peran jembatan darat antara Hainan dan Semenanjung Leizhou. Jembatan tersebut memungkinkan percampuran populasi tanaman pada masa lalu. Hubungan yang terjadi secara berkala ini memengaruhi genetik banyak kelompok tumbuhan. Namun beberapa kelompok tetap memperlihatkan perbedaan yang tajam, menandakan bahwa tidak semua organisme berkolaborasi secara bebas. Perbedaan tersebut menjadi bukti bahwa isolasi pulau telah memicu evolusi yang berbeda pada sejumlah spesies.
Rangkaian bukti ilmiah tersebut memperlihatkan bahwa biota Hainan berkembang melalui perjalanan panjang yang melibatkan pergeseran daratan, perubahan iklim, isolasi geografis dan interaksi antar wilayah. Hasil penelitian memberikan pemahaman baru mengenai waktu divergensi spesies yang terjadi pada masa Miosen atau sekitar 15 juta tahun lalu. Periode ini menjadi titik penting dalam proses evolusi yang menghasilkan keanekaragaman hayati Hainan seperti yang kita lihat saat ini.
Para ilmuwan menilai bahwa pemahaman mengenai asal usul flora dan fauna Hainan sangat penting bagi upaya konservasi. Pengetahuan tentang perjalanan evolusi suatu organisme memungkinkan pemerintah dan ahli ekologi merancang strategi yang lebih tepat dalam menjaga kelestarian ekosistem pulau. Hainan kini menghadapi ancaman berupa urbanisasi, perubahan penggunaan lahan dan tekanan pariwisata. Keanekaragaman hayati yang terbentuk selama puluhan juta tahun bisa lenyap dalam waktu singkat apabila tidak dikelola dengan baik.
Informasi evolusi juga membantu memprediksi bagaimana ekosistem Hainan bereaksi terhadap perubahan iklim. Spesies yang pernah beradaptasi dengan kondisi lingkungan tertentu dapat memiliki toleransi yang berbeda terhadap tekanan modern seperti peningkatan suhu atau penurunan curah hujan. Dengan memahami sejarah adaptasi tersebut, upaya pelestarian bisa diarahkan pada spesies yang paling rentan maupun spesies yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekosistem.
Riset mengenai asal usul biota Hainan memberikan gambaran bahwa ekosistem pulau bukanlah hasil satu proses tunggal. Evolusi panjang yang melibatkan interaksi biologi dan geologi membuat Hainan menjadi laboratorium alam bagi ilmuwan. Setiap tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya membawa cerita mengenai perpindahan daratan, hubungan purba antara wilayah Asia Tenggara dan Cina, serta bagaimana pulau itu menemukan tempatnya di dunia. Cerita ini menegaskan bahwa bumi adalah sistem dinamis yang terus berubah dan memengaruhi kehidupan di dalamnya.
Baca juga artikel tentang: Dari Zaman Es ke Era Pemanasan Global: Pelajaran Berharga bagi Keanekaragaman Flora
REFERENSI:
Zhu, Hua. 2025. New insight into the origin and evolution of the flora and fauna of Hainan Island, China. Science China Earth Sciences 68 (1), 52-61.

