Bayangkan jika ada zat buatan manusia yang tak bisa terurai secara alami, dan kini menyebar ke seluruh penjuru dunia dari air hujan yang turun di kota-kota besar, daun-daun pepohonan di hutan, hingga tubuh kita sendiri. Zat ini bernama trifluoroacetic acid atau TFA, dan para ilmuwan menyebutnya sebagai salah satu “bahan kimia abadi” atau forever chemicals.
Apa itu TFA dan Mengapa Kita Perlu Peduli?
TFA merupakan senyawa turunan dari zat-zat kimia lain yang digunakan dalam berbagai industri modern, termasuk pendingin udara (refrigeran), pestisida, hingga bahan pelapis anti air atau anti lengket. Ia terbentuk terutama sebagai hasil samping dari peluruhan gas-gas fluorinasi seperti HFC (hydrofluorocarbons) dan HCFC, yang banyak digunakan di alat pendingin.
Masalahnya, TFA sangat stabil secara kimia. Artinya, sekali terbentuk di lingkungan, ia hampir mustahil bisa dihancurkan secara alami oleh cahaya matahari, mikroorganisme, atau proses alami lainnya. Itulah sebabnya para ilmuwan menjulukinya sebagai “bahan kimia abadi”.
Di mana Kita Menemukan TFA?
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa TFA kini dapat ditemukan hampir di mana-mana:
- Dalam air hujan yang turun di kota maupun pedesaan
- Di dalam tanah dan air tanah, termasuk yang digunakan untuk air minum
- Pada dedaunan pepohonan
- Dalam makanan, baik dari pertanian maupun hasil olahan
- Di dalam tubuh manusia, termasuk dalam darah kita
Fakta bahwa TFA kini ditemukan dalam darah manusia menandakan bahwa kita telah terpapar zat ini melalui konsumsi air dan makanan yang terkontaminasi.
Kenapa ini Masalah Besar?
Meskipun TFA belum terbukti secara langsung menyebabkan penyakit dalam kadar rendah, kekhawatiran utama muncul karena dua hal:
- Akumulasi tanpa batas waktu: TFA tidak bisa terurai, sehingga seiring waktu, kadarnya di lingkungan dan tubuh manusia akan terus bertambah.
- Kurangnya batas aman global: Saat ini, belum ada ambang batas global yang mengatur seberapa banyak TFA yang diperbolehkan di air minum atau makanan. Hal ini membuat pengendalian paparan menjadi sangat sulit.
Efek jangka panjang dari TFA dalam tubuh manusia masih belum sepenuhnya dipahami. Namun mengingat sifat kimiawinya yang mirip dengan PFAS (kelompok bahan kimia abadi lainnya yang terbukti beracun), para ilmuwan khawatir TFA mungkin dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika kadarnya terus meningkat.
Bagaimana TFA Bisa Sampai ke Mana-mana?
Salah satu penyebab utamanya adalah pelepasan gas-gas fluorinasi ke atmosfer. Ketika gas-gas ini terurai di udara oleh sinar ultraviolet, mereka menghasilkan TFA yang kemudian larut dalam air hujan dan turun ke permukaan bumi.
Contoh nyata adalah penggunaan HFC sebagai refrigeran dalam AC dan lemari pendingin. Meski HFC disebut lebih ramah lingkungan dibanding gas CFC (yang merusak ozon), ternyata sebagian variannya menghasilkan TFA ketika terurai.
TFA kemudian meresap ke tanah dan air tanah, lalu ikut terserap ke tanaman, masuk ke rantai makanan, dan pada akhirnya masuk ke dalam tubuh kita.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Mengingat sifat TFA yang tidak dapat terurai, satu-satunya cara untuk mencegah akumulasi lebih lanjut adalah mengurangi produksi dan penggunaannya. Beberapa langkah yang disarankan para ilmuwan dan aktivis lingkungan termasuk:
- Mengatur dan membatasi produksi senyawa prekursor TFA, seperti HFC dan HCFC
- Mengembangkan bahan kimia alternatif yang lebih mudah terurai dan tidak menghasilkan TFA
- Meningkatkan sistem pemantauan lingkungan, termasuk mengukur kadar TFA di air minum dan tanah
- Mengedukasi masyarakat dan industri tentang risiko bahan kimia abadi
Beberapa negara seperti Jerman dan Denmark telah mulai memperketat pengawasan terhadap bahan kimia abadi seperti TFA. Namun, pengawasan secara global masih sangat minim.
Masalah TFA menunjukkan bagaimana keputusan teknologi dan industri bisa berdampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Di satu sisi, bahan kimia seperti HFC memang penting untuk kenyamanan hidup modern. Tapi di sisi lain, jika kita tidak berhati-hati, konsekuensinya bisa tersebar secara luas dan sulit dikendalikan.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zat-zat kimia yang kita gunakan sehari-hari adalah langkah awal yang penting. Sebagai konsumen, kita juga bisa lebih bijak memilih produk yang ramah lingkungan dan menekan permintaan terhadap produk yang mengandung bahan kimia abadi.
TFA adalah peringatan kecil tentang bagaimana manusia menciptakan zat yang terlalu “tahan banting” untuk lingkungan. Zat ini kini membaur dalam air yang kita minum, makanan yang kita konsumsi, bahkan darah yang mengalir di tubuh kita. Meski belum jelas seberapa besar dampaknya terhadap kesehatan, satu hal pasti: tindakan pencegahan sejak dini jauh lebih baik daripada menunggu sampai terlambat.
Dengan penelitian lebih lanjut dan kesadaran kolektif, kita masih punya peluang untuk mengendalikan penyebaran TFA dan bahan kimia abadi lainnya, sebelum mereka menjadi warisan tak diinginkan bagi generasi mendatang.
REFERENSI:
Hale, Tom. 2025. There’s A Forever Chemical That’s In Your Water, Food, And Blood — And Levels Are “Increasing Irreversibly”. IFL Science: https://www.iflscience.com/theres-a-forever-chemical-thats-in-your-water-food-and-blood-and-levels-are-increasing-irreversibly-80200 diakses pada tanggal 31 Juli 2025.

