Dari Satu Jadi Dua: Kepiting Ini Bisa Gandakan Anemon untuk Bertahan Hidup

Bayangkan seekor kepiting kecil yang tampak seperti sedang ikut pertunjukan cheerleader di masing-masing capitnya, ia menggenggam sepasang "pom-pom" mungil yang ternyata adalah makhluk hidup beracun. Inilah kepiting petinju (boxer crab), makhluk laut unik yang baru saja terekam melakukan hal luar biasa: mereka bisa menggandakan sarung tangan anemon hidupnya!

Bayangkan seekor kepiting kecil yang tampak seperti sedang ikut pertunjukan cheerleader di masing-masing capitnya, ia menggenggam sepasang “pom-pom” mungil yang ternyata adalah makhluk hidup beracun. Inilah kepiting petinju (boxer crab), makhluk laut unik yang baru saja terekam melakukan hal luar biasa: mereka bisa menggandakan sarung tangan anemon hidupnya!

Ya, kamu tidak salah baca. Kepiting ini memanfaatkan hewan lain, anemon laut sebagai senjata pertahanan, dan jika mereka kehilangan salah satunya, mereka bisa menumbuhkan kembali pasangannya dengan cara membelah yang satu menjadi dua. Para ilmuwan menyebutnya semacam “kloning praktis”.

Si Kecil yang Jago Bertarung

Kepiting petinju, atau dikenal juga dengan nama Lybia edmondsoni, adalah spesies kecil yang hidup di perairan hangat, seperti di sekitar Indonesia dan Pasifik Tengah. Nama “petinju” datang dari kebiasaan mereka membawa anemon di kedua capitnya, lalu mengangkatnya seperti gaya bertarung seorang petinju.

Tapi “pom-pom” yang mereka bawa bukanlah aksesori biasa. Itu adalah anemon laut, hewan kecil seperti ubur-ubur yang punya tentakel beracun. Kepiting petinju memanfaatkan sengatan dari anemon ini untuk menakuti predator. Selain itu, anemon juga bisa membantu menangkap partikel makanan dari air, yang kemudian dimakan oleh kepiting. Jadi, ini hubungan simbiosis yang saling menguntungkan, yakni anemon dapat tumpangan dan makanan, sementara kepiting dapat perlindungan.

Anemon yang Dikloning

Selama ini, ilmuwan tahu bahwa kepiting petinju bisa “meminjam” anemon dari alam sekitarnya. Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka bisa melakukan lebih dari itu, mereka bisa memperbanyak anemon mereka sendiri!

Ketika hanya memiliki satu anemon, kepiting petinju akan membelah anemon itu menjadi dua dengan sangat hati-hati, menciptakan dua anemon baru yang identik. Proses ini terekam untuk pertama kalinya oleh tim peneliti dan menjadi bukti bahwa kepiting ini punya strategi unik untuk mempertahankan persenjataan biologis mereka.

Setelah dibelah, anemon baru akan terus tumbuh, membentuk tentakel, dan siap digunakan kembali sebagai “sarung tangan”. Fenomena ini mirip dengan teknik regenerasi yang dilakukan oleh beberapa spesies laut seperti bintang laut atau cacing pipih.

Secara teknis, proses ini memang disebut “kloning” karena anemon hasil belahan memiliki materi genetik yang sama dengan induknya. Tapi jangan dibayangkan seperti di film fiksi ilmiah. Ini adalah pembelahan aseksual, suatu proses alami yang umum terjadi di dunia hewan invertebrata (hewan tak bertulang belakang), termasuk anemon.

Hal yang membuatnya menarik adalah bagaimana kepiting menggunakan kemampuan ini sebagai strategi bertahan hidup. Mereka tidak hanya memakai organisme lain sebagai senjata, tapi juga bisa memperbanyaknya saat kehilangan.

Kepiting yang Bisa Mencuri

Studi juga menunjukkan bahwa jika kepiting lain memiliki anemon, mereka bisa saling mencuri! Ya, kepiting petinju bisa bertarung satu sama lain dan merebut anemon milik pesaingnya. Setelah mencuri satu, mereka akan membelahnya untuk mendapatkan sepasang. Ini menunjukkan bahwa anemon adalah sumber daya penting dalam dunia mereka, seperti senjata yang sangat berharga.

Hubungan antara kepiting petinju dan anemon laut adalah contoh luar biasa dari simbiosis, yaitu hubungan erat antara dua spesies berbeda. Ada tiga jenis utama simbiosis:

  • Mutualisme: kedua pihak mendapat manfaat.
  • Parasitisme: satu pihak dirugikan.
  • Komensalisme: satu pihak untung, yang lain tidak dirugikan.

Dalam kasus ini, hubungannya tergolong mutualisme. Anemon mendapat makanan dan tempat tinggal di capit kepiting, sementara kepiting mendapat perlindungan dari sengatan anemon.

Namun, karena kepiting bisa membelah anemon tanpa seizin si anemon, dan bahkan mencuri dari kepiting lain, beberapa ilmuwan mulai mempertanyakan apakah ini benar-benar mutualisme atau sebenarnya lebih condong ke komensalisme, atau bahkan eksploitasi.

Penemuan ini bukan hanya menarik dari segi perilaku hewan, tapi juga memberi wawasan lebih luas tentang ekosistem laut, adaptasi makhluk hidup, dan cara makhluk kecil bertahan dalam dunia yang keras. Ia menunjukkan bahwa bahkan spesies kecil seperti kepiting petinju memiliki strategi hidup yang kompleks dan cerdas.

Kemampuan untuk “mengkloning” anemon juga menjadi contoh luar biasa dari fleksibilitas dan kreativitas di dunia alam. Ini bisa menginspirasi penelitian lanjutan dalam bidang bioteknologi, simbiosis, dan regenerasi jaringan.

Kepiting petinju mungkin kecil dan tampak lucu, tapi di balik penampilannya tersimpan strategi hidup yang luar biasa. Dengan membawa “sarung tangan” anemon yang menyengat, mereka mengubah makhluk laut beracun menjadi perisai hidup. Dan ketika kehilangan satu, mereka tak panik, cukup belah dua dan tumbuhkan lagi.

Perilaku mereka mengingatkan kita bahwa alam penuh dengan kejutan, dan seringkali, makhluk terkecil sekalipun punya cerita paling menakjubkan untuk diceritakan.

REFERENSI:

Funnell, Rachael. 2025. Adorable Boxer Crabs Filmed “Cloning” Their Living Anemone Gloves For The First Time. IFL Science: https://www.iflscience.com/adorable-boxer-crabs-filmed-cloning-their-living-anemone-gloves-for-the-first-time-80118 diakses pada tanggal 31 Juli 2025.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top