Hubungan Antara Pola Makan dan Volume Materi Otak

Analisis terbaru dari UK Biobank menunjukkan bahwa individu yang sering mengonsumsi sayuran mentah cenderung memiliki volume total materi putih otak […]

Analisis terbaru dari UK Biobank menunjukkan bahwa individu yang sering mengonsumsi sayuran mentah cenderung memiliki volume total materi putih otak yang lebih tinggi. Mereka dengan konsumsi buah segar yang lebih tinggi umumnya memiliki volume total materi abu-abu otak yang lebih rendah. Dalam NeuroImage, temuan ini menginfokan bahwa struktur otak dapat mengalami dampak positif dari konsumsi rutin buah segar dan sayuran mentah.

Materi putih dan materi abu-abu adalah dua jenis utama jaringan dalam otak. Materi abu-abu yang membentuk lapisan luar otak terdiri dari badan sel neuron, dendrit, dan sinapsis. Sebaliknya, materi putih, yang terletak di bawah materi abu-abu, terdiri dari serat saraf yang membentuk hubungan antara berbagai area materi abu-abu, memfasilitasi komunikasi di berbagai wilayah otak.

Mengonsumsi buah dan sayuran mentah menawarkan sumber kaya vitamin, mineral, dan antioksidan penting untuk kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Makanan ini membantu mengurangi risiko terkena penyakit kronis seperti penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan diabetes. Selain itu, buah dan sayuran mentah yang kaya serat pangan meningkatkan kesehatan pencernaan dan membantu menjaga berat badan yang sehat dengan memberikan rasa kenyang.

Meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa konsumsi tinggi buah dan sayuran terkait dengan risiko depresi yang lebih rendah. Begitu juga, penelitian lain melaporkan hubungan antara konsumsi tinggi buah dan sayuran dengan risiko penurunan kognitif dan demensia. Meskipun temuan ini, mekanisme fisiologis yang mendasari asosiasi ini masih belum jelas.

Proses Penelitian oleh Para Ahli

Penulis studi, Santino Gaudio, dan rekan-rekannya ingin menyelidiki hubungan antara konsumsi buah dan sayuran dengan karakteristik struktur otak pada individu sehat dari populasi umum. Mereka khususnya tertarik pada koneksi potensial antara tingkat konsumsi buah dan sayuran dengan volume materi abu-abu dan putih otak, serta volume total otak.

Untuk itu, mereka menganalisis data dari database UK Biobank, sumber daya penelitian dan database biomedis berskala besar yang berisi informasi genetik dan kesehatan dari lebih dari 500.000 penduduk Inggris. Para peneliti sering menggunakan data ini dalam studi untuk memahami interaksi kompleks antara genetika, gaya hidup, dan berbagai penyakit.

Untuk penelitian mereka, para peneliti menggunakan data pemindaian resonansi magnetik dari 9.925 peserta UK Biobank, yang dikumpulkan antara 2014 dan 2019. Peserta ini juga memberikan informasi makanan melalui kuesioner online. Mereka melaporkan konsumsi buah segar dan kering serta sayuran yang dimasak dan salad/sayuran mentah. Secara rata-rata, peserta sedikit overweight dan berusia antara 44 dan 80 tahun.

Secara rata-rata, peserta melaporkan mengonsumsi 2,10 buah segar dan 0,80 buah kering per hari. Mereka juga melaporkan mengonsumsi 2,62 sendok makan sayuran yang dimasak dan 1,98 sendok makan sayuran mentah setiap hari. Terutama, individu yang mengonsumsi lebih banyak sayuran mentah umumnya memiliki volume total materi putih yang lebih tinggi. Namun, mereka yang mengonsumsi lebih banyak buah segar setiap hari biasanya memiliki volume total materi abu-abu yang lebih rendah.

Mengungkap Hubungan Antara Konsumsi Sayuran dan Volume Materi Putih Otak

Peningkatan volume materi abu-abu yang signifikan secara statistik berkorelasi dengan konsumsi buah segar yang lebih tinggi, berdasarkan analisis sensitivitas. (C) Dua batang warna pada gambar menunjukkan nilai p yang sesuai dengan warna dalam tampilan sagital (A), koronal (B), dan aksial (D).

Setelah memeriksa asosiasi dengan volume materi abu-abu dan putih dalam wilayah otak tertentu, para peneliti menemukan bahwa individu yang mengonsumsi lebih banyak buah segar cenderung memiliki volume materi abu-abu yang lebih besar di hipokampus kiri, korteks lobulus juxtapositional bilateral, gyrus postcentral kiri, dan korteks fusiform temporal occipital kanan. Selain itu, konsumsi buah segar yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan volume materi abu-abu di gyrus precentral kanan.

“Konsumsi buah dan sayuran tampaknya secara khusus memodulasi volume otak. Khususnya, konsumsi buah segar mungkin memiliki peran pelindung dalam area kortikal tertentu seperti hipokampus, area yang kuat terlibat dalam patofisiologi demensia dan depresi,” demikian kesimpulan penulis studi.

Kesimpulan

hasil analisis data dari UK Biobank mengungkapkan hubungan antara pola makan dan struktur otak pada individu sehat. Konsumsi rutin buah segar terkait dengan volume materi abu-abu yang lebih rendah secara umum, tetapi memiliki volume yang lebih besar di area otak terkait demensia dan depresi. Sebaliknya, konsumsi sayuran mentah berkaitan dengan volume materi putih yang lebih tinggi. Studi ini menunjukkan bahwa makanan, khususnya buah segar dan sayuran mentah, dapat berpengaruh positif pada struktur otak.

Sumber:

Gaudio, S., Rukh, G., Di Ciommo, V., Berkins, S., Wiemerslage, L., & Schiöth, H. B. (2023). Higher fresh fruit intake relates to larger grey matter volumes in areas involved in dementia and depression: A UK Biobank studyNeuroImage283, 120438.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top