Belajar Bahasa Inggris Lewat Mobile Legends: Serius Tapi Seru!

Siapa sangka, permainan daring yang sering dianggap hanya buang-buang waktu ternyata punya sisi edukatif yang menarik? Sebuah studi terbaru dari […]

mlbb

Siapa sangka, permainan daring yang sering dianggap hanya buang-buang waktu ternyata punya sisi edukatif yang menarik? Sebuah studi terbaru dari Universitas PGRI Delta Sidoarjo membuktikan bahwa Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) bisa menjadi alat bantu efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya untuk memperkaya kosakata dan meningkatkan pemahaman bacaan mahasiswa. Oh ya, jika Anda ingin bermain MLBB dengan optimal Anda dapat melakukan Top up ML Murah.

Dari Hobi Jadi Metode Belajar

Mobile Legends adalah game daring bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang sangat populer di kalangan anak muda, termasuk mahasiswa. Game ini mempertemukan dua tim yang saling bertempur, masing-masing dikendalikan oleh pemain dengan karakter hero yang unik. Menariknya, sebagian besar elemen komunikasi dalam game—dari instruksi, dialog karakter, hingga perintah strategis—menggunakan bahasa Inggris.

Melihat potensi ini, para peneliti menyusun studi selama enam minggu dengan melibatkan 35 mahasiswa EFL (English as a Foreign Language) yang secara rutin bermain Mobile Legends. Mereka diminta mengikuti sesi pembelajaran berbasis game, sambil mencatat pengalaman mereka dalam jurnal reflektif.

Hasilnya? Lebih Kaya Kosakata, Lebih Paham Bacaan

Hasil dari penelitian ini cukup mencengangkan. Skor tes kosakata mahasiswa meningkat secara signifikan setelah intervensi. Kata-kata seperti junglinggankbuff, hingga meta, yang awalnya hanya dikenal dalam konteks permainan, ternyata mulai digunakan mahasiswa dalam diskusi kelas.

Studi ini juga menemukan bahwa 72% mahasiswa merasa belajar kosakata melalui istilah Mobile Legends lebih menyenangkan dan mudah diingat dibanding metode konvensional. Bahkan, sebanyak 68% dari mereka merasa lebih percaya diri saat guru mulai memasukkan istilah game ke dalam materi kuliah.

Belajar Lewat Konteks Nyata

Mengapa metode ini bisa begitu efektif? Jawabannya terletak pada konteks.

Berbeda dengan hafalan daftar kosakata, pembelajaran melalui game menghadirkan kosakata dalam konteks nyata. Ketika seorang pemain mendengar kata “retreat!” sambil diserang musuh, otaknya langsung mengaitkan makna kata itu dengan aksi yang harus diambil. Inilah yang disebut dengan contextual learning—belajar berdasarkan pengalaman dan situasi yang relevan.

Istilah-istilah seperti ulti (dari “ultimate”), battle spell, atau turtle bukan hanya muncul sekali, tapi berulang kali selama permainan. Paparan yang konsisten ini membantu mahasiswa mengingat dan menggunakan kosakata tersebut secara alami, baik dalam obrolan kasual maupun dalam konteks akademik.

Tak Hanya Tambah Kosakata, Juga Tingkatkan Motivasi

Selain memperkaya kosakata, penggunaan game juga terbukti meningkatkan motivasi belajar. Banyak mahasiswa yang mengaku tidak lagi merasa terbebani saat belajar Bahasa Inggris karena pendekatannya terasa dekat dengan keseharian mereka.

Dalam jurnal reflektif, beberapa mahasiswa menuliskan bahwa belajar lewat game membuat mereka lebih aktif berdiskusi, lebih sering menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasi lisan, dan merasa lebih nyaman membuat kesalahan. Hal ini tentu sangat positif, karena membangun kepercayaan diri adalah salah satu kunci keberhasilan belajar bahasa asing.

Tapi Tidak Semua Suka

Meski mayoritas responden menunjukkan antusiasme, tetap ada sebagian kecil (sekitar 5%) yang merasa khawatir. Mereka berpendapat bahwa terlalu banyak menggunakan istilah game bisa membuat siswa terlena dan lupa pada Bahasa Inggris formal yang dibutuhkan dalam konteks akademik.

Pendapat ini tentu tidak salah. Peneliti pun menegaskan bahwa istilah dalam game tidak boleh menggantikan bahasa akademik. Sebaliknya, game hanyalah jembatan untuk menghubungkan bahasa informal dan formal. Dengan pendampingan guru yang tepat, peralihan ini bisa dilakukan secara bertahap dan efektif.

Apa Artinya untuk Dunia Pendidikan?

Penelitian ini membuka peluang besar bagi guru-guru Bahasa Inggris untuk lebih kreatif dalam menyusun materi pembelajaran. Jika sebelumnya game dianggap sebagai gangguan, kini justru bisa dijadikan bagian dari strategi belajar.

Namun, seperti semua metode, pendekatan berbasis game ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Guru perlu membimbing siswa agar paham kapan harus menggunakan istilah game, dan kapan harus berpindah ke bahasa formal yang lebih sesuai untuk tugas akademik.

Kesimpulan: Dari Game Jadi Gain

Belajar Bahasa Inggris tidak harus selalu dari buku atau kamus. Dunia digital yang penuh warna juga bisa menjadi sumber pembelajaran yang kaya—asal digunakan dengan tepat.

Mobile Legends, yang selama ini hanya dikenal sebagai hiburan, ternyata menyimpan potensi besar untuk membantu mahasiswa memahami dan menguasai Bahasa Inggris. Dengan pendekatan yang seimbang antara hiburan dan edukasi, siapa tahu kita justru sedang menciptakan generasi yang tak hanya jago main game, tapi juga mahir berbahasa.


Referensi utama:
Ma’ruf, H. T., Andayani, E. A., Aisyah, S., Putranto, H. R., & Prasetyo, Y. (2025). From Game to Gain: Utilizing Mobile Legends New Terminologies to Enrich EFL University Students’ Vocabulary and ComprehensionJournal of English Language and Education, 10(4), 36–40. https://doi.org/10.31004/jele.v10i4.1169

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top