Finch: Kelompok Burung dengan Keanekaragaman Luar Biasa

Finch merupakan kelompok burung yang menarik perhatian para ilmuwan dan pengamat alam karena keanekaragaman luar biasanya. Terdapat lebih dari 100 spesies finch yang tersebar di berbagai belahan dunia.

blank

Finch merupakan kelompok burung yang menarik perhatian para ilmuwan dan pengamat alam karena keanekaragaman luar biasanya. Terdapat lebih dari 100 spesies finch yang tersebar di berbagai belahan dunia, namun khususnya dikenal karena adaptasi dan keanekaragaman yang mencolok di Kepulauan Galapagos. Charles Darwin mengamati perbedaan bentuk paruh finch di berbagai pulau Galapagos, yang kemudian menjadi dasar teori evolusi. Paruh finch beradaptasi sesuai dengan sumber daya makanan yang tersedia di setiap pulau, menunjukkan kemampuan finch untuk berubah secara evolusioner. Keunikan adaptasi ini mencerminkan peran penting finch dalam memahami evolusi dan memberikan wawasan penting terhadap diversifikasi spesies di alam.

Sekilas Tentang Burung Finch

Finch adalah istilah umum untuk menyebut kelompok burung yang termasuk dalam famili Fringillidae. Kelompok burung ini berkerabat dengan burung pipit (famili Estrildidae) yang lebih sering kita jumpai di lingkungan sekitar. Kedua kelompok tersebut adalah anggota ordo Passeriformes (burung kicau) yang merupakan ordo terbesar pada kelas aves (burung). Bahkan, Arnaiz-Villena et al. (2001) menyebutkan bahwa anggota ordo Passeriformes yang terdiri dari sejumlah famili dan sub famili mewakili sekitar setengah dari keseluruhan jumlah spesies burung yang ada. Sementara itu, Montgomery (2022) mengungkapkan, ada sekitar 240 spesies yang disebut finch sejati diklasifikasikan dalam famili Fringillidae. Istilah finch juga menjadi sebutan bagi burung-burung dari famili lain seperti Emberizidae, Thraupidae, dan juga Estrildidae.

Spesies-spesies yang menjadi bagian dari kelompok burung finch memiliki karakteristik fisik yang beraneka ragam. Sebagai contoh, Siskin Tibet (Serinus thibetanus) memiliki panjang tubuh 11 centimeter (Arnaiz-Villena et al., 1999). Ukuran tersebut lebih kecil daripada finch darat besar (Geospiza magnirostris) yang memiliki panjang tubuh 15 hingga 16 centimeter. Finch darat besar sendiri merupakan spesies finch dengan ukuran tubuh terbesar jika kita bandingkan dengan spesies finch lain yang sama-sama hidup di Kepulauan Galapagos, misalnya Geospiza fortis dan Geospiza fuliginosa.

Baca juga: Manfaat dan Aplikasi dari Teori Evolusi bagi Kehidupan Manusia (warstek.com)

Burung-burung Finch di Kepulauan Galapagos

Sejak tahun 1831 hingga 1836, Charles Darwin berkeliling dunia dengan kapal Inggris HMS Beagle. Selama perjalanannya tersebut, Darwin melakukan observasi terhadap hewan-hewan di benua dan kepulauan yang ia singgahi, salah satunya adalah Kepulauan Galapagos. Selama persinggahannya di Galapagos, Darwin menemukan bahwa sejumlah spesies finch yang hidup di kepulauan tersebut memiliki ciri yang mirip dengan burung finch yang hidup di daratan utama amerika selatan. Dari temuan tersebut, Darwin berpikir bahwa spesies finch yang ia amati mungkin berasal dari spesies finch di daratan utama amerika selatan yang bermigrasi ke Kepulauan Galapagos. Di kemudian hari, istilah Darwin’s finches (finch Darwin) menjadi sebutan untuk sejumlah spesies finch yang ditemukan di Kepulauan Galapagos.

Darwin memperhatikan bahwa tiap spesies burung finch di Kepulauan Galapagos memiliki bentuk paruh yang berbeda satu sama lain. Scoville (2020) menjelaskan bahwa burung-burung finch di Kepulauan Galapagos, meskipun mirip dengan finch di amerika selatan, tetapi paruh mereka telah beradaptasi dengan ketersediaan makanan di pulau yang menjadi habitat mereka. Sebagai contoh, Geospiza magnirostris yang merupakan pemakan biji-bijian memiliki paruh yang besar dan kuat untuk memecah makanannya. Sementara itu, Certhidea olivacea yang merupakan pemakan serangga memiliki paruh menyerupai ujung tombak yang berfungsi untuk menusuk mangsanya. Yang lebih unik adalah spesies Geospiza difficilis, yang dikenal dengan sebutan ‘vampire finch’. Dengan paruhnya yang tajam dan runcing, burung ini menghisap darah dari burung laut yang sehabitat dengannya. Wolf dan Darwin, dua pulau kecil di bagian paling utara dari Kepulauan Galapagos adalah satu-satunya habitat bagi Geospiza difficilis (Gotanda et al., 2021).

Beberapa spesies finch di Kepulauan Galapagos
Beberapa jenis burung finch di Kepulauan Galapagos. Sumber gambar: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Darwin%27s_finches_by_Gould.jpg

Burung Finch Sebagai Bukti Evolusi

Burung-burung finch Darwin adalah contoh klasik dari radiasi adaptif (Tebbich et al., 2010), yaitu evolusi dari suatu kelompok hewan atau tumbuhan menjadi berbagai jenis sesuai dengan cara hidup yang terspesialisasi (Britannica, 2020). Dalam kasus burung finch di Kepulauan Galapagos, radiasi adaptif menghasilkan burung-burung finch dengan bentuk paruh terspesialisasi sesuai jenis makanan masing-masing. Hal ini berarti setiap spesies yang merupakan hasil dari radiasi adaptif berperan di relung ekologi yang berbeda-beda. Setidaknya, terdapat tiga belas spesies burung finch yang merupakan spesies endemik dari Kepulauan Galapagos.

Radiasi adaptif terjadi ketika ada interaksi antara seleksi alam dan peluang ekologi (Rossoni et al., 2017). Ketika suatu organisme dapat bertahan hidup atau berkembang biak lebih baik daripada organisme lain karena karakteristik fisik yang dimilikinya, maka terjadilah seleksi alam (Grant, 1991). Di Kepulauan Galapagos, seleksi alam terjadi saat kekeringan di tahun 1977 membuat ketersediaan biji-bijian menurun. Burung-burung finch dengan paruh besar mampu bertahan hidup karena ketersediaan biji-bijian berukuran besar dan keras tidak menurun terlalu banyak layaknya biji-bijian lunak dengan ukuran kecil. Pada masa yang sama, populasi burung finch dengan paruh lebih kecil menurun drastis akibat kekurangan makanan.

Referensi

  • Arnaiz-Villena, A., Alvarez-Tejado, M., Ruiz-del-Valle, V., Garcia-de-la-Torre, C., Varela, P., Recio, M. J., Ferre, S., & Martinez-Laso, J. (1999). Rapid Radiation of Canaries (Genus Serinus). Molecular Biology and Evolution, 16(1), 2–11. https://doi.org/10.1093/oxfordjournals.molbev.a026034
  • Arnaiz-Villena, A., Guillén, J., Ruiz-del-Valle, V., Lowy, E., Zamora, J., Varela, P., Stefani, D., & Allende, L. M. (2001). Phylogeography of crossbills, bullfinches, grosbeaks, and rosefinches: Cellular and Molecular Life Sciences, 58(8), 1159–1166. https://doi.org/10.1007/PL00000930
  • Gotanda, K., Baldassare, D., & Chaves, J. (2021, January 15). Vampire finches: How little birds in the Galápagos evolved to drink blood. The Conversation. http://theconversation.com/vampire-finches-how-little-birds-in-the-galapagos-evolved-to-drink-blood-153010
  • Grant, P. R. (1991). Natural Selection and Darwin’s Finches. Scientific American, 265(4), 82–87. https://doi.org/10.1038/scientificamerican1091-82
  • Montgomery, S. (2023, February 12). Finch | Characteristics, Species, & Facts. Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/animal/finch
  • Rossoni, D. M., Assis, A. P. A., Giannini, N. P., & Marroig, G. (2017). Intense natural selection preceded the invasion of new adaptive zones during the radiation of New World leaf-nosed bats. Scientific Reports, 7(1), 11076. https://doi.org/10.1038/s41598-017-08989-6
  • Scoville, H. (2019, June 26). Charles Darwin’s Finches. ThoughtCo. https://www.thoughtco.com/charles-darwins-finches-1224472
  • Tebbich, S., Sterelny, K., & Teschke, I. (2010). The tale of the finch: Adaptive radiation and behavioural flexibility. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 365(1543), 1099–1109. https://doi.org/10.1098/rstb.2009.0291
  • The Editors of Encyclopaedia Britannica. (1998, July 20). Adaptive radiation | Definition, Examples, & Facts. Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/science/adaptive-radiation

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *