Personalisasi AI adalah penggunaan kecerdasan buatan untuk menyesuaikan pesan, rekomendasi produk, dan layanan untuk pengguna. Dengan menganalisis data dan belajar dari perilaku pengguna, alat bertenaga AI menciptakan interaksi yang sangat personal yang meningkatkan pengalaman pelanggan dan mendorong keterlibatan yang lebih kuat.
Dalam konteks pekerjaan, organisasi Anda mungkin mengandalkan karyawan untuk membersihkan, mengumpulkan, dan menganalisa data untuk membuat strategi dan pengambilan keputusan. Akan tetapi kehadiran AI generatif, perusahaan akan bisa lebih cepat mengerjakan itu semua dan pegawai akan lebih produktif karena tidak hanya terpaku pada pengolahan data dalam sehari. Hebatnya personalisasi AI dengan data Google kini bisa dilakukan.
Tetapi bagaimana personalisasi AI Google dapat membantu perusahaan Anda?
Personalisasi AI biasanya bergantung pada data pelanggan yang sudah disimpan oleh perusahaan misalnya riwayat pembelian produk, aktivitas media sosial, feedback survei dan consumer behaviour. Namun jika ada pelanggan baru dan AI baru saja terpasang, maka perusahaan bisa input data itu dan AI otomatis memprosesnya. Selain itu ada aktivitas lain yang bisa Anda manfaatkan dengan personalisasi Google seperti:
1. Pengumpulan Data Pengguna
Google memiliki alat yang ampuh untuk menghimpun data pengguna dengan Google Analytics dan teknologi pelacakan cookie dan melacak riwayat pengguna. Alat-alat ini memudahkan pelaku usaha untuk memantau aktivitas browser atau aksesibilitas pengguna lewat alamat email mereka. Semakin mendalami interaksi tersbut, semakin mudah bagi perusahaan untuk menentukan iklan dan kapan waktu yang tepat untuk memberi diskon untuk pelanggan ini, atau artis siapakah yang paling banyak diminati pengguna untuk menjadi brand ambassador produk fashion. Karena perusahaan sudah memiliki tanggal riwayat transaksi, riwayat konten yang pelanggan itu sukai, dll. Data ini jelas menjadi dasar personalisasi karena sudah memahami aktivitas customer.
2. Analisis Perilaku Konsumen
Ketika data sudah ada, Google bisa menganalisis lebih lanjut data tersebut dengan alat seperti BigQuery dan alat lain berbasis AI. Misalnya seperti subjudul sebelumnya menentukan brand ambassador yang disukai customer, hal ini ditentukan dari berapa persen orang menyukai aktor A lalu bandingkan dengan aktor B yang sama-sama diakses oleh sebagian besar konsumen. Mereka menganalisis lebih lanjut dengan durasi akses, membandingkan aktor A atau aktor B gaya fashion sehari-hari dari tangkapan paparazzi – manakah yang lebih merepresentasikan merek perusahaan?
3. Prediksi
Adapun alat Google AI bernama Vertex AI yang membantu perusahaan mengembangkan hal prediktif konsumen. Cara kerja Vertex AI seperti memahami manusia, tanpa perasaan tapi berdasarkan data. Misalnya jika perusahaan Anda bergerak dalam hal penjualan fashion, dengan Vertex AI Anda mampu menentukan customer yang loyal atau tidak sejak awal pertama sign up.
Sejak pertama kali pengguna menggunakan email yang sama dalam waktu lebih dari 10 tahun artinya disitu ada pola pembelian, database, dan cookies yang bisa perusahaan ambil. Meskipun perusahaan tidak pernah bertemu secara fisik, tentang berapa lama pelanggan A akan bertahan lama pada perusahaan Anda atau pelanggan B yang akan lebih loyal. Maka dengan data ini Vertex AI bisa otomatis memprediksi kepada siapa benefit akan diberikan?
4. Personalisasi Real-Time
Jika ilmu broadcasting memiliki waktu “prime time” mereka sendiri, yang biasanya pukul 17.00 adalah waktunya hiburan maka berita yang disiarkan tidak terlalu berat – maka berbeda hal dengan internet marketing/ social media marketing. Tidak semua orang memiliki waktu istirahat yang sama, tidak semua orang memiliki minat yang sama, dan tidak semua orang memiliki aksesibilitas yang sama. Maka dengan alat AI Google, perusahaan bisa mempersonalisasi konten secara real time kepada konsumen.
Misalnya jika perusahaan kamu memiliki konten hiburan (dengan maksud PR/ marketing), maka rekomendasi konten agar ditonton oleh followers A dan followers B akan berbeda. Karena dua followers ini memiliki waktu yang berbeda menonton hiburan, bahkan kalau konten terasa garing dan membosankan untuk followers A maka konten yang perusahaan kamu buat tidak akan ada di FYP atau timeline “home” si followers A.
5. Solusi Bisnis Plug-and-Play
Dengan solusi bisnis yang plug-and-play Google menawarkan banyak manfaat untuk perusahaan tanpa perlu mengembangkan teknis yang kompleks. Biarkan pegawai Anda yang memanfaatkan dan mengawasi data ini dan Anda fokus kepada offline customer relationship, atau kegiatan-kegiatan yang membangun usaha Anda. Google AI menawarkan alat tanpa Anda perlu merakit, selama Anda memiliki data konsumen.
Kesimpulan
Perlu diketahui bahwa segala proses itu bisa saja tidak akurat, karena tidak semua pelanggan klik “accept cookies” jika ditanyai. Atau mungkin bisa saja email dan e-commerce itu digunakan bukan oleh satu pelanggan, bisa saja kakak beradik atau pasangannya mengakses social media, e-commerce, serta mengakses situs yang mungkin akan membuat prediksi agak acak. Tapi paling tidak Google AI personalisasi bisa membantu mengurangi kesalahan pemasaran karena cara kerjanya berdasarkan data konsumen.

