Penelitian yang dilakukan oleh Mass General Brigham telah mengungkapkan temuan menarik terkait sirkuit otak yang terlibat dalam kreativitas. Temuan ini memperkenalkan pemahaman baru mengenai bagaimana tugas-tugas kreatif dapat memetakan dirinya pada sirkuit otak yang sama. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bagaimana cedera otak atau penyakit neurologis tertentu dapat mempengaruhi tingkat kreativitas, bahkan dapat memicu peningkatan kreativitas pada beberapa kasus. Hasil dari penelitian ini diterbitkan dalam JAMA Network Open dan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan antara kreativitas dan otak.
Apa itu Kreativitas dan Bagaimana Kaitannya dengan Otak?
Kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide atau produk yang baru dan berguna dalam menghadapi tantangan atau perubahan lingkungan. Aktivitas ini sangat penting dalam memecahkan masalah dan menjadi dasar bagi inovasi dalam berbagai bidang, seperti teknologi, seni, dan budaya. Namun, sampai saat ini, hubungan antara kreativitas dan otak masih menjadi misteri. Berbagai studi neuroimaging sebelumnya menunjukkan bahwa bagian otak yang terlibat dalam aktivitas kreatif dapat bervariasi tergantung pada jenis kreativitas yang dilakukan, seperti menggambar, menulis, atau bermusik.
Baca juga: 8 Manfaat Membaca Buku Sebelum Tidur, dari Mengurangi Stres hingga Mendorong Kreativitas
Namun, temuan terbaru yang dipimpin oleh Julian Kutsche, MA, dan tim di Mass General Brigham menawarkan jawaban atas pertanyaan ini: kreativitas tidak hanya melibatkan satu bagian otak, tetapi lebih kepada jaringan otak yang lebih luas yang bekerja secara bersamaan. Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data dari 857 peserta yang terlibat dalam 36 penelitian fMRI untuk mengidentifikasi pola-pola aktivasi otak yang berhubungan dengan tugas-tugas kreatif.
Sirkuit Otak yang Terlibat dalam Kreativitas
Salah satu temuan utama dalam penelitian ini adalah bahwa aktivitas otak yang terjadi saat melakukan tugas kreatif—seperti menggambar, menulis kreatif, atau bermain musik—terhubung pada sebuah sirkuit otak yang umum. Sirkuit otak ini didefinisikan oleh konektivitas negatif dengan bagian otak yang disebut right frontal pole (RF). Right frontal pole adalah bagian otak yang terkait dengan kontrol kognitif, seperti pengambilan keputusan dan pengaturan perilaku berdasarkan aturan.
Para peneliti menemukan bahwa ketika otak terlibat dalam tugas kreatif, sebagian besar bagian otak yang terlibat menunjukkan hubungan negatif dengan RF. Ini berarti bahwa bagian-bagian otak yang berfungsi untuk membangun ide kreatif akan mengalami aktivitas, sementara bagian RF yang mengatur pengendalian dan penilaian diri akan lebih sedikit aktif.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa kreativitas sering kali memerlukan “mematikan” beberapa fungsi pengendalian diri, seperti mengurangi penilaian diri yang ketat, untuk memungkinkan proses pemikiran yang lebih bebas dan ide-ide baru yang mengalir tanpa hambatan. Dengan kata lain, untuk menjadi kreatif, kita mungkin perlu menonaktifkan kritikus internal kita yang sering membatasi ekspresi bebas ide-ide baru.
Pengaruh Cedera Otak dan Penyakit Neurologis terhadap Kreativitas
Menariknya, studi ini juga menemukan bahwa pada beberapa orang dengan cedera otak atau penyakit neurodegeneratif, kreativitas bisa meningkat, meskipun ada kerusakan pada bagian otak yang terlibat dalam proses kreatif. Ini disebut fenomena paradoxical creativity atau peningkatan kreativitas yang tidak terduga pada beberapa gangguan otak tertentu.
Sebagai contoh, beberapa pasien dengan penyakit neurodegeneratif seperti semantic variant primary progressive aphasia (svPPA) atau behavioral variant of frontotemporal dementia (bvFTD) menunjukkan peningkatan kreativitas, meskipun mereka mengalami atrofi (penyusutan) di area otak yang berbeda. Dalam studi ini, para peneliti menemukan bahwa pasien dengan atrofi di bagian otak yang terhubung positif dengan right frontal pole cenderung mengalami peningkatan kreativitas, sedangkan pasien dengan atrofi di bagian yang terhubung negatif dengan right frontal pole mengalami penurunan kreativitas.

Dampak Penemuan Ini pada Pengobatan dan Terapi Otak
Penemuan ini membuka kemungkinan baru dalam memahami dan merawat pasien dengan cedera otak atau penyakit neurologis. Dengan mengetahui bahwa kerusakan pada bagian tertentu dari sirkuit otak dapat meningkatkan kreativitas, peneliti dan dokter mungkin bisa memanfaatkan teknik stimulasi otak untuk merangsang kreativitas pada pasien yang mengalami gangguan kognitif atau gangguan otak lainnya.
Misalnya, teknik stimulasi otak seperti stimulasi magnetik transkranial, Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dapat diterapkan untuk merangsang bagian-bagian otak tertentu yang terlibat dalam kreativitas, atau bahkan untuk mengurangi aktivitas di right frontal pole yang mengontrol pengambilan keputusan dan penilaian diri yang berlebihan. Ini membuka peluang baru bagi pengobatan gangguan kreativitas yang terkait dengan penyakit neurologis.
Kesimpulan
Penelitian ini memberikan wawasan yang sangat berharga dalam memahami bagaimana kreativitas diatur oleh otak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas melibatkan sirkuit otak yang lebih luas dan tidak hanya berfokus pada satu bagian otak saja. Sirkuit ini melibatkan berbagai bagian otak yang bekerja bersama, terutama dengan konektivitas negatif terhadap right frontal pole. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bagaimana cedera otak atau penyakit neurologis dapat mempengaruhi kreativitas, baik dengan mengurangi atau malah meningkatkan kreativitas dalam beberapa kasus.
Penemuan ini berpotensi memberikan dasar baru bagi pengembangan terapi inovatif untuk merangsang kreativitas, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan neurologis. Meskipun masih banyak yang harus dipelajari, penelitian ini membuka pintu bagi kemungkinan baru dalam memahami dan meningkatkan kreativitas manusia melalui intervensi otak yang lebih terarah.
Referensi:
[1] https://www.massgeneralbrigham.org/en/about/newsroom/press-releases/researchers-identify-a-brain-circuit-for-creativity, diakses pada 18 Februari 2025.
[2] Julian Kutsche, Joseph J. Taylor, Michael G. Erkkinen, Haya Akkad, Sanaz Khosravani, William Drew, Anna Abraham, Derek V. M. Ott, Juliana Wall, Alexander Li Cohen, Andreas Horn, Wolf-Julian Neumann, Isaiah Kletenik, Michael D. Fox. Mapping Neuroimaging Findings of Creativity and Brain Disease Onto a Common Brain Circuit. JAMA Network Open, 2025; 8 (2): e2459297 DOI: 10.1001/jamanetworkopen.2024.59297

