Nanoplastik adalah partikel plastik yang sangat kecil, dengan ukuran kurang dari 1 mikrometer (µm), yang terdistribusi luas di seluruh dunia berkat bobotnya yang sangat ringan. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari Helmholtz Centre for Environmental Research (UFZ) mengungkapkan temuan mengejutkan mengenai pencemaran nanoplastik di gletser-gletser Alpen pada ketinggian lebih dari 3.000 meter. Keberadaan partikel ini menunjukkan betapa luasnya penyebaran plastik di seluruh dunia, termasuk di daerah-daerah terpencil yang jauh dari aktivitas manusia.
Untuk mencapai wilayah yang sulit dijangkau oleh peneliti, tim UFZ bekerja sama dengan para pendaki gunung berpengalaman yang mengumpulkan sampel dari gletser-gletser di Perancis, Italia, dan Swiss. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana para ilmuwan menggunakan pendekatan ilmiah warga (citizen science) dalam penelitian ini, serta tantangan yang mereka hadapi dalam mengidentifikasi dan melacak sumber polusi nanoplastik yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Apa itu Nanoplastik?
Nanoplastik adalah partikel plastik yang berukuran sangat kecil, kurang dari 1 µm, sehingga mereka lebih sulit terlihat dengan mata telanjang dibandingkan dengan mikroplastik yang lebih besar. Nanoplastik dapat terbentuk dari proses degradasi plastik yang lebih besar, baik melalui proses alami (seperti sinar matahari, oksidasi, atau gesekan mekanik) maupun proses biologis. Meski penelitian tentang mikroplastik sudah sangat luas, keberadaan nanoplastik belum sepenuhnya dipahami, padahal nanoplastik ini dapat menembus tubuh manusia lebih mudah dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius.
Nanoplastik dan Dampaknya Terhadap Lingkungan
Salah satu alasan mengapa nanoplastik begitu mengkhawatirkan adalah ukurannya yang memungkinkan partikel-partikel ini untuk menembus membran sel dan masuk ke dalam aliran darah. Hal ini menimbulkan potensi risiko yang lebih besar dibandingkan dengan mikroplastik, yang biasanya lebih mudah terfilter oleh tubuh. Selain itu, karena ukuran partikel yang sangat kecil, nanoplastik bisa dibawa oleh angin dan tersebar ke daerah-daerah yang jauh dari sumber pencemarannya, bahkan mencapai area yang sangat terpencil seperti pegunungan Alpen.
Baca juga: Ilmuwan Ungkap Bentuk & Komposisi Kimia Nanoplastik di Lautan
Penelitian di Gletser Alpen
Tim penelitian UFZ yang dipimpin oleh Dr. Dušan Materić, seorang ahli kimia, berusaha untuk mengidentifikasi sejauh mana gletser-gletser Alpen terkontaminasi oleh nanoplastik. Gletser-gletser ini terletak pada ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut, menjadikannya lokasi yang sangat sulit diakses oleh peneliti biasa. Oleh karena itu, tim UFZ memutuskan untuk bekerja sama dengan pendaki gunung berpengalaman yang dapat mencapai wilayah tersebut.

Pendaki gunung ini bertugas mengumpulkan sampel salju dan es dari 14 lokasi berbeda di gletser-gletser Alpen, yang tersebar di Perancis, Italia, dan Swiss. Untuk memastikan hasil yang akurat dan menghindari kontaminasi, para pendaki diberi pelatihan ketat tentang cara pengambilan sampel yang benar. Mereka harus menggunakan pakaian baru, tali pendakian baru, dan memastikan bahwa mereka menjadi orang pertama yang mengambil sampel.
Teknik Analisis Sampel Nanoplastik
Setelah sampel terkumpul, para ilmuwan di UFZ menggunakan alat canggih untuk menganalisis kandungan nanoplastik dalam sampel-sampel tersebut. Salah satu alat yang digunakan adalah Proton Transfer Reaction Mass Spectrometer (PTR-MS) yang dilengkapi dengan Thermal Desorption (TD). Dengan menggunakan alat ini, para peneliti dapat membakar plastik dalam sampel dan mengukur gas yang dilepaskan saat pemanasan. Karena setiap jenis plastik menghasilkan pola gas yang unik, para ilmuwan dapat mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi plastik dalam sampel.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan mendeteksi tiga jenis plastik utama dalam sampel gletser: abrasi ban mobil (tires), polistirena (PS), dan polietilena (PE). Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi nanoplastik yang terdeteksi bervariasi antara 2 hingga 80 nanogram per milliliter (ng/ml) salju yang mencair, dan partikel nanoplastik hanya ditemukan di lima dari 14 lokasi yang diuji. Hal ini menunjukkan bahwa polusi nanoplastik tidak merata di seluruh gletser, dengan angin kencang di beberapa daerah menghambat akumulasi partikel ini.
Menelusuri Asal Usul Nanoplastik di Gletser
Para peneliti tidak hanya ingin mengetahui sejauh mana gletser-gletser ini terkontaminasi, tetapi juga dari mana asal partikel nanoplastik tersebut. Untuk itu, tim UFZ bekerja sama dengan peneliti dari NILU, Norwegian Institute for Air Research, untuk menggunakan model dispersi partikel “Flexpart” guna melacak asal-usul nanoplastik berdasarkan pola transportasi atmosfernya. Model ini memperhitungkan faktor-faktor seperti angin, suhu, dan tekanan udara untuk memetakan kemungkinan sumber polusi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar nanoplastik yang ditemukan di gletser Alpen berasal dari wilayah barat, terutama dari Laut Atlantik. Ini terjadi karena makroplastik dan mikroplastik yang ada di laut terurai menjadi nanoplastik dan kemudian terbawa oleh gelombang dan partikel udara sebelum akhirnya terdeposit di atmosfer dan sampai ke gletser. Di sisi darat, kontribusi terbesar datang dari negara-negara seperti Perancis, Spanyol, dan Swiss.
Membangun Kesadaran Melalui Citizen Science
Salah satu aspek menarik dari penelitian ini adalah penggunaan pendekatan “citizen science” atau ilmu warga. Dalam pendekatan ini, para pendaki gunung yang dilatih menjadi bagian dari tim penelitian, mengumpulkan sampel dari daerah yang sulit dijangkau oleh ilmuwan biasa. Hal ini tidak hanya membantu para peneliti mengumpulkan data dari berbagai lokasi dalam waktu singkat, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya masalah polusi plastik.
Pendekatan ini telah terbukti efektif dan layak diterapkan di masa depan, karena memungkinkan para ilmuwan untuk mengakses lokasi-lokasi yang jauh dan sulit diakses tanpa biaya dan waktu yang tinggi. Selain itu, pendekatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan.
Proyek GAPS 2024: Memperluas Penelitian ke Seluruh Dunia
Penelitian ini merupakan bagian dari proyek yang lebih besar, yaitu GAPS (Global Atmospheric Plastics Survey), yang bertujuan untuk mengumpulkan sampel dari gletser-gletser di seluruh dunia. Sampel-sampel ini akan dianalisis untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang seberapa luas polusi nanoplastik ini di Bumi. Dengan melibatkan pendaki gunung di berbagai belahan dunia, proyek ini berpotensi untuk mengumpulkan data dari berbagai wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh peneliti.
Kesimpulan
Penemuan nanoplastik di gletser-gletser Alpen memberikan wawasan baru tentang seberapa luas polusi plastik telah menyebar ke seluruh dunia, bahkan ke daerah-daerah yang paling terpencil dan tidak terjangkau oleh manusia. Penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman tentang dampak polusi nanoplastik dan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengatasi masalah ini. Pendekatan citizen science yang diterapkan dalam penelitian ini membuka jalan bagi lebih banyak penelitian serupa di masa depan, yang dapat membantu kita memahami lebih dalam lagi tentang pencemaran plastik di planet kita dan upaya yang perlu dilakukan untuk menguranginya.
Dengan penelitian ini, kita semakin menyadari betapa krusialnya langkah-langkah untuk mengurangi polusi plastik, yang semakin mengancam keberlanjutan lingkungan dan kesehatan kita di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.ufz.de/index.php?en=36336&webc_pm=05/2025, diakses pada 18 Februari 2025.
[2] Leonie Jurkschat, Alasdair J. Gill, Robin Milner, Rupert Holzinger, Nikolaos Evangeliou, Sabine Eckhardt, Dušan Materić. Using a citizen science approach to assess nanoplastics pollution in remote high-altitude glaciers. Scientific Reports, 2025; 15 (1) DOI: 10.1038/s41598-024-84210-9

