NASA kembali menunda peluncuran misi Artemis 2, misi penting yang akan membawa manusia kembali ke Bulan setelah lebih dari lima dekade. Ini merupakan penundaan kedua, setelah sebelumnya jadwal peluncuran misi ini telah diundur pada Januari 2024. Awalnya, Artemis 2 direncanakan meluncur pada tahun 2024, namun kemudian diundur ke September 2025. Kini, jadwal terbaru menargetkan peluncuran akan dilakukan pada April 2026. Penundaan ini juga berdampak pada misi berikutnya, Artemis 3, yang diharapkan menjadi misi pertama manusia kembali menginjak permukaan Bulan sejak era Apollo. Artemis 3, yang semula dijadwalkan pada 2025, kini direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun 2027.
Masalah utama yang menyebabkan penundaan ini terkait dengan kapsul Orion, kendaraan antariksa yang dirancang untuk membawa astronaut ke Bulan. Setelah peluncuran sukses misi tanpa awak Artemis 1 pada November 2022, NASA menemukan bahwa lapisan pelindung panas di bagian bawah kapsul Orion mengalami kerusakan signifikan. Lapisan ini, yang dirancang untuk melindungi astronaut dari panas ekstrem saat masuk kembali ke atmosfer Bumi, hangus lebih parah dari yang diperkirakan. Masalah pada pelindung panas ini menjadi perhatian serius karena keselamatan astronaut merupakan prioritas utama NASA. Kerusakan ini memaksa para insinyur untuk melakukan investigasi mendalam dan merancang ulang beberapa komponen untuk memastikan bahwa kapsul Orion benar-benar aman sebelum digunakan pada misi berawak.
Penundaan ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi NASA dalam menghidupkan kembali eksplorasi manusia ke Bulan. Meskipun langkah-langkah perbaikan dan pengujian tambahan membutuhkan waktu, keputusan ini menunjukkan komitmen NASA terhadap keamanan dan keberhasilan program Artemis sebagai langkah awal menuju eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh, termasuk ke Mars.
Setelah melakukan analisis mendalam, NASA menyimpulkan bahwa masalah pada lapisan pelindung panas kapsul Orion selama misi Artemis 1 disebabkan oleh ketidakmampuannya untuk melepaskan cukup banyak gas selama proses masuk kembali ke atmosfer. Akibatnya, beberapa bagian lapisan tersebut mengalami retakan dan kerusakan, seperti dilaporkan oleh The Verge pada Sabtu (7/12/2024).
Meskipun lapisan pelindung panasnya hangus, data dari sensor suhu menunjukkan bahwa bagian dalam kapsul Orion tetap berada dalam kondisi yang aman dan nyaman bagi astronaut, meskipun misi Artemis 1 sendiri tidak membawa awak manusia. Ini memberikan kepercayaan bahwa desain dasar kapsul mampu melindungi astronaut, tetapi perbaikan pada lapisan pelindung tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan penuh pada misi berikutnya.
Misi Artemis 2 dijadwalkan untuk membawa empat astronaut ke orbit Bulan, yaitu Christina Koch, Reid Wiseman, Victor Glover, dan Jeremy Hanson. Misi ini dirancang untuk mengorbit Bulan tanpa melakukan pendaratan di permukaan, namun memiliki makna penting sebagai langkah besar dalam program eksplorasi antariksa manusia. Artemis 2 akan menjadi pertama kalinya astronaut terbang menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion yang dirancang untuk perjalanan ke luar angkasa jauh.
Misi ini juga bertujuan untuk menguji kinerja sistem utama seperti kapsul Orion, roket SLS, dan protokol keselamatan dengan awak di dalamnya. Keberhasilan Artemis 2 akan menjadi fondasi penting bagi misi Artemis 3, yang direncanakan melibatkan pendaratan manusia di Bulan, membawa kita lebih dekat ke era baru eksplorasi antariksa yang ambisius.
Empat astronaut yang terlibat dalam misi Artemis 2 akan melakukan perjalanan mengelilingi orbit Bulan sebelum kembali ke Bumi. Setelah menyelesaikan perjalanan mereka, kapsul Orion akan mendarat di perairan Samudera Pasifik. Misi ini direncanakan berlangsung selama 10 hari, dengan tujuan utama mengumpulkan data penting tentang kinerja kapsul Orion, termasuk sistem pendukung kehidupan, navigasi, dan keselamatan.
Misi ini merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan teknologi dan prosedur sebelum misi berikutnya, Artemis 3, yang direncanakan pada tahun 2027. Artemis 3 akan menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya tim astronaut akan mendarat di kutub selatan Bulan, wilayah yang kaya akan es air dan dianggap penting untuk eksplorasi lebih lanjut, termasuk misi masa depan ke Mars.
Meskipun program Artemis sempat mengalami beberapa penundaan, Administrator NASA Bill Nelson tetap optimis bahwa Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang kembali mendaratkan manusia di Bulan. Keyakinan ini muncul di tengah persaingan ketat dengan China, yang juga merencanakan misi pendaratan astronaut di Bulan pada tahun 2030. Jika Artemis 3 berhasil, ini tidak hanya akan memperkuat posisi AS dalam eksplorasi antariksa, tetapi juga membuka jalan bagi eksplorasi lebih jauh ke luar angkasa, termasuk kemungkinan membangun pangkalan permanen di Bulan.
REFERENSI:
Boynton, Lois dkk. 2024. Beyond the Moon: Examining NASA’s Communication Around the Artemis II Mission. Masters Thesis: Carolina Digital Repository https://doi.org/10.17615/0ap3-td25

