Mengenal Konsep Persahabatan Karakter: Dari Emosi Berorientasi pada Orang Lain hingga Rasa Keterikatan

Persahabatan adalah aspek penting dalam kehidupan sosial manusia yang berkontribusi terhadap kesejahteraan emosional dan sosial. Meskipun demikian, kajian yang menelaah […]

emosi dalam persahabatan

Persahabatan adalah aspek penting dalam kehidupan sosial manusia yang berkontribusi terhadap kesejahteraan emosional dan sosial. Meskipun demikian, kajian yang menelaah hubungan antara persahabatan dan emosi masih terbatas. Kajian oleh Consuelo Martínez-Priego dan Ana Romero-Iribas dalam jurnal “The Emotions behind Character Friendship: From Other-Oriented Emotions to the Bonding Feeling” membahas bagaimana emosi berperan dalam persahabatan karakter (character friendship) dan bagaimana hierarki emosi memengaruhi pembentukan hubungan sosial yang erat.

Konsep Persahabatan Karakter

Persahabatan karakter (Character Friendship) adalah bentuk hubungan yang tidak didasarkan pada keuntungan pribadi atau kesenangan semata, melainkan pada penghargaan terhadap karakter dan keutamaan moral seseorang. Berbeda dengan persahabatan utilitarian atau persahabatan berdasarkan kesenangan, persahabatan karakter melibatkan keterikatan emosional yang mendalam, dimana seseorang menginginkan kebaikan bagi sahabatnya tanpa mengharapkan timbal balik.

Konsep ini berakar pada teori Aristoteles tentang “virtue friendship,” yang menekankan bahwa persahabatan sejati lahir dari nilai-nilai moral yang sama. Dalam psikologi modern, persahabatan karakter dikaitkan dengan faktor-faktor seperti empati, kepercayaan, dan keinginan untuk membantu tanpa pamrih.

Hierarki Emosi dalam Persahabatan

Dalam kajian jurnal ini, emosi dalam persahabatan karakter dapat dikategorikan dalam hierarki tertentu. Hierarki ini mengidentifikasi berbagai tingkatan emosi berdasarkan pemicunya (trigger) dan penerima manfaatnya (target). Tingkatan-tingkatan emosi tersebut meliputi:

  1. Emosi yang Berorientasi pada Diri Sendiri: Ini adalah emosi yang muncul dari hubungan persahabatan tetapi berorientasi pada individu sendiri, misalnya perasaan bahagia karena memiliki teman.
  2. Emosi yang Dipicu oleh Orang Lain tetapi Masih Berorientasi pada Diri Sendiri: Emosi seperti keterikatan (attachment) dan rasa aman muncul ketika seseorang merasa didukung oleh teman, tetapi manfaatnya terutama dirasakan oleh individu itu sendiri.
  3. Emosi Berorientasi pada Orang Lain (Other-Oriented Emotions/OOE): Emosi ini, seperti empati dan pengampunan, tidak hanya dipicu oleh orang lain tetapi juga bertujuan untuk kebaikan orang lain. OOE dianggap sebagai elemen penting dalam persahabatan, namun masih memiliki keterbatasan karena dapat bersifat ambigu. Misalnya, tindakan kebaikan bisa jadi memiliki harapan terselubung untuk mendapatkan balasan.
  4. Perasaan Ikatan (Bonding Feeling/BF): Ini adalah tingkatan tertinggi dalam hierarki emosi persahabatan karakter. BF adalah perasaan yang muncul dari pilihan bebas untuk benar-benar menginginkan kebaikan bagi sahabat, tanpa keterikatan pada keuntungan pribadi atau perasaan kewajiban. Ini adalah bentuk cinta persahabatan yang paling murni.

Kelemahan Emosi Berorientasi pada Orang Lain dalam Persahabatan Karakter

Meskipun OOE sering dianggap sebagai emosi yang mendukung hubungan sosial yang erat, kajian ini menyatakan bahwa emosi ini tidak cukup untuk menjelaskan kedalaman persahabatan karakter. Salah satu alasan utama adalah ambiguitas dalam OOE, yang dapat menciptakan rasa hutang atau ekspektasi balasan dalam hubungan. Sebagai contoh, seseorang yang memaafkan sahabatnya mungkin tetap mengingat kesalahan tersebut dan menggunakannya sebagai alat untuk meminta perlakuan istimewa di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa OOE tidak selalu bersifat altruistik secara murni.

Dalam hubungan ini, persahabatan sejati tidak boleh bergantung pada prinsip “memberi dan menerima” yang bersyarat. Oleh karena itu, dalam hal ini terdapat nilai pentingnya BF, yang merupakan perasaan mendalam yang didasarkan pada pilihan bebas dan kesetiaan yang tidak bersyarat.

Rasa Keterikatan sebagai Elemen Kunci Persahabatan Karakter

Sumber: canva.com

Keterikatan atau bonding feeling adalah perasaan yang tidak hanya didasarkan pada emosi tetapi juga pada refleksi kognitif dan pilihan moral. Dalam persahabatan karakter, seseorang memilih untuk terikat dengan sahabatnya secara sadar dan dengan penuh keikhlasan. Perasaan ini mengarah pada perilaku moral seperti kesetiaan, kepercayaan, dan kepedulian tanpa ekspektasi timbal balik.

Konsep BF memiliki kemiripan dengan teori “affective warp” oleh Rof Carballo, yang menekankan bahwa hubungan emosional yang sehat memiliki efek mendalam terhadap perkembangan individu. Dalam konteks Persahabatan Karakter, BF memungkinkan seseorang untuk memahami dirinya lebih baik, memperkaya pengalaman sosialnya, dan membangun ikatan yang lebih kuat dengan orang lain.

Baca juga artikel tentang 5 Manfaat Berinteraksi dengan Burung dari Perspektif Edukasi dan Psikologis

Implikasi bagi Studi Emosi dan Persahabatan

Kajian ini memiliki beberapa implikasi penting, meliputi:

  • Studi Empiris tentang Hierarki Emosi: Model hierarki emosi yang diusulkan dapat menjadi dasar untuk penelitian empiris lebih lanjut guna menguji validitas konsep ini.
  • Pengembangan Skala Pengukuran BF: Mengembangkan alat ukur untuk menilai BF dalam persahabatan dapat membantu psikolog memahami dinamika hubungan sosial yang lebih dalam.
  • Penerapan dalam Psikologi Sosial dan Pendidikan: Memahami BF dapat membantu dalam pengembangan program pendidikan karakter dan intervensi sosial yang bertujuan memperkuat hubungan antarindividu.

Kesimpulan

Hasil dari kajian jurnal ini memberikan wawasan baru tentang peran emosi dalam pola hubungan persahabatan karakter. Dengan membangun hierarki emosi, kajian ini menunjukkan bahwa meskipun OOE penting, emosi ini tidak cukup untuk menjelaskan sifat persahabatan karakter yang sebenarnya. Sebaliknya, BF adalah elemen kunci yang membedakan persahabatan karakter dari jenis persahabatan lainnya, karena melibatkan perasaan keterikatan yang didasarkan pada kebebasan, kesetiaan, dan keinginan tulus untuk kebaikan sahabat tanpa pamrih.

Temuan ini memiliki implikasi yang luas bagi penelitian di bidang psikologi sosial, hubungan interpersonal, dan pengembangan karakter. Dengan memahami bagaimana BF bekerja dalam persahabatan karakter, kita dapat lebih menghargai pentingnya ikatan emosional yang sejati dalam kehidupan sosial kita.

Referensi

Martinez-Priego and Romero-Iribas. 2021. The Emotions behind Character Friendship: From Other-Oriented Emotions to the Bonding Feeling. Diakses pada 30 Januari 2025 dari https://www.researchgate.net/publication/350688462_The_Emotions_behind_Character_Friendship_From_Other-Oriented_Emotions_to_the_Bonding_Feeling

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top