Di kedalaman lautan yang misterius, penemuan baru sering kali menunggu untuk ditemukan. Salah satu momen penting dalam eksplorasi laut terjadi ketika para ahli dari Ocean Exploration Trust (OET) berhasil melihat Nautilus Palau (Nautilus belauensis) setelah 15 tahun melakukan penyelidikan. Penemuan ini tidak hanya mengungkapkan keberadaan spesies yang telah ada sejak zaman dinosaurus, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang ekosistem laut yang kompleks.
Nautilus, Makhluk Primitif yang Menakjubkan
Nautilus adalah salah satu cephalopod paling primitif yang masih ada hingga saat ini. Terdapat 11 spesies bilik nautilus, masing-masing memiliki struktur cangkang yang unik dan berfungsi untuk membantu mereka bergerak di dalam air. Cangkang ini terdiri dari berbagai ruang yang berfungsi seperti perahu selam, memungkinkan nautilus untuk mengatur kemampuannya dalam mengapung dan bergerak dengan efisien di kedalaman laut.
Momen Bersejarah di Palau
Selama ekspedisi di Palau, tim OET melakukan lebih dari 1.000 penyelaman menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) sebelum akhirnya melihat nautilus. Momen tersebut sangat emosional; para peneliti tidak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka saat melihat makhluk yang telah menjadi objek pencarian selama bertahun-tahun. Jacob Ottaviani, seorang insinyur video dan dokumentaris dalam ekspedisi tersebut, menggambarkan suasana saat itu sebagai “energi kolektif dan kegembiraan anak-anak” ketika mereka akhirnya melihat nautilus.
Sejarah dan Spesifikasi Nautilus
Nautilus belauensis, yang dikenal sebagai Nautilus Palau, adalah spesies moluska cephalopoda yang endemik di perairan Palau, Samudra Pasifik bagian barat. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Saunders pada tahun 1981.
Hewan laut ini ditemukan di lereng terumbu pada kedalaman antara 8 hingga 450 meter, dengan preferensi pada kisaran 150 hingga 300 meter. Mereka lebih menyukai suhu air sekitar 16,6°C dan jarang ditemukan di perairan dengan suhu di bawah 9,4°C. Spesies ini bersifat endemik di Palau dan tidak ditemukan di wilayah lain.
Morfologi dan Ukuran
Cangkang Nautilus belauensis memiliki diameter maksimum sekitar 22,6 cm dan berat hingga 1,3 kg. Cangkangnya ditandai dengan garis-garis coklat hingga merah yang membentang dari umbilicus hingga venter tanpa menyatu di bagian venter. Selain itu, cangkang ini memiliki punggung bukit longitudinal yang menghasilkan pola konsentris yang khas. Tidak seperti beberapa spesies nautilus lainnya, Nautilus belauensis tidak memiliki callus umbilical.
Perilaku dan Pola Makan
Nautilus belauensis adalah pemakan bangkai dan predator oportunistik yang sangat bergantung pada indra penciuman untuk menemukan makanan. Mereka aktif baik pada siang maupun malam hari dalam rentang kedalaman yang disukai, meskipun sebagian besar pergerakan ke perairan yang lebih dangkal terjadi pada malam hari untuk menghindari predator. Mereka juga mampu melakukan migrasi vertikal yang signifikan, bergerak dari perairan dalam ke perairan yang lebih dangkal setelah matahari terbenam dan kembali ke kedalaman saat pagi hari.
Reproduksi dan Siklus Hidup
Seperti cephalopoda lainnya, hewan laut ini bersifat gonokoris, dengan individu jantan dan betina yang terpisah. Setelah proses pemijahan dan penetasan telur, individu dewasa biasanya mati. Selama kopulasi, jantan akan memegang betina dan memasukkan hektokotilus ke dalam rongga mantel betina untuk fertilisasi. Telur menetas menjadi larva planktonik yang hidup di kolom air sebelum tumbuh dan menetap di dasar laut sebagai dewasa.
Baca juga artikel tentang Gen Manusia Purba pada Orang Papua: Bukti Evolusi yang Menakjubkan
Keunikan Nautilus Palau
Nautilus Palau tidak hanya menarik karena penampilannya, tetapi juga karena perilaku uniknya. Dalam salah satu video yang direkam selama ekspedisi, nautilus terlihat bergerak di dasar laut menggunakan “tenaga dorongan jet”. Ini adalah cara khas bagi nautilus untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka, memungkinkan mereka untuk menjelajahi habitat laut dengan efisien.

Sumber: discoverwildlife.com
Samantha Wishnak, pemimpin ekspedisi dan koordinator operasi di OET, mencatat betapa terasa nyata pengalaman melihat makhluk yang bentuk tubuh dan perilakunya hampir tidak berubah sejak zaman dinosaurus. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya nautilus dalam memahami evolusi kehidupan laut.
Signifikansi Penemuan Ini
Penemuan Nautilus Palau memiliki implikasi besar bagi ilmu pengetahuan dan konservasi. Sebagai spesies yang telah bertahan selama jutaan tahun, keberadaan nautilus memberikan wawasan tentang bagaimana spesies dapat bertahan dalam perubahan lingkungan yang ekstrem. Selain itu, penemuan ini juga menyoroti pentingnya menjaga ekosistem laut agar tetap sehat dan berkelanjutan.
Konservasi dan Masa Depan Nautilus
Meskipun penemuan ini menggembirakan, tantangan tetap ada. Banyak spesies nautilus menghadapi ancaman akibat perubahan iklim, polusi, dan penangkapan ikan berlebihan. Oleh karena itu, upaya konservasi sangat penting untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati keindahan dan keunikan makhluk ini.
Para ilmuwan terus bekerja untuk memahami lebih lanjut tentang habitat dan perilaku nautilus serta faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup mereka. Dengan dukungan teknologi modern dan kolaborasi internasional, harapan untuk melindungi spesies ini semakin meningkat.
Penemuan Nautilus Palau oleh tim OET adalah sebuah tonggak sejarah dalam eksplorasi laut. Momen tersebut tidak hanya menandai keberhasilan ilmiah tetapi juga mengingatkan kita akan keajaiban alam yang masih ada di lautan kita. Dengan melindungi ekosistem laut dan spesies seperti nautilus, kita dapat memastikan bahwa keindahan dunia bawah laut akan terus ada untuk dinikmati oleh generasi mendatang.
Referensi
Hobson, Melissa. 2024. Deep-sea vessel discovers primitive creature “barely changed since the age of the dinosaurs” after 15-year quest. Diakses pada 4 Februari 2025 dari https://www.discoverwildlife.com/animal-facts/marine-animals/nautilus-palau
Sealifebase. nd. Nautilus belauensis Saunders, 1981. Palau nautilus. Diakses pada 4 Februari 2025 dari https://www.sealifebase.se/summary/Nautilus-belauensis.html

