PKS 1424+240 adalah sebuah blazar, yaitu salah satu jenis inti galaksi aktif. Inti galaksi aktif sendiri adalah pusat sebuah galaksi yang dihuni oleh lubang hitam supermasif, objek dengan gravitasi begitu kuat sehingga tidak ada yang bisa lolos darinya, bahkan cahaya. Lubang hitam ini ibarat “mesin kosmik raksasa” yang melahap materi di sekitarnya, seperti gas dan debu. Proses “makan besar” itu melepaskan energi luar biasa, dan sebagian energi tersebut muncul dalam bentuk jet plasma: semburan partikel bermuatan yang dipercepat hingga mendekati kecepatan cahaya, lalu ditembakkan jauh ke luar angkasa.
Nah, yang membuat blazar istimewa dibandingkan dengan quasar (jenis inti galaksi aktif lainnya) adalah arah tembakan jet-nya. Pada blazar, salah satu jet plasma mengarah hampir lurus ke Bumi. Bayangkan seperti lampu senter yang diarahkan langsung ke mata kita, cahayanya tampak jauh lebih terang daripada jika diarahkan ke samping.
Akibat orientasi inilah blazar tampak sangat menyilaukan di mata kita. Radiasinya tidak hanya terlihat pada satu jenis cahaya, tetapi hadir di seluruh spektrum elektromagnetik, mulai dari gelombang radio, cahaya tampak, hingga sinar gamma, yaitu bentuk radiasi paling energik di alam semesta. Itulah sebabnya PKS 1424+240 menjadi salah satu objek langit paling mempesona sekaligus penuh misteri bagi para astronom.
Jet Plasma dan Misteri Krisis Doppler
PKS 1424+240 sudah lama menjadi semacam teka-teki kosmik bagi para astronom. Objek ini diketahui memancarkan sinar gamma dan neutrino dalam jumlah yang sangat besar. Sinar gamma adalah bentuk radiasi paling energik di alam semesta, sedangkan neutrino adalah partikel hampir tak bermassa yang bisa menembus bintang, planet, bahkan tubuh manusia tanpa hambatan berarti. Kedua “tanda tangan kosmik” ini menegaskan bahwa di sekitar blazar terjadi proses dengan energi yang luar biasa dahsyat.
Namun, ada hal yang membingungkan. Ketika para astronom mengamati blazar ini lewat citra radio, yaitu teknik melihat langit dengan gelombang radio, bukan cahaya biasa, jet plasma yang keluar dari lubang hitam supermasif terlihat seperti bergerak lambat. Padahal, menurut teori, energi sebesar itu hanya bisa dihasilkan jika plasma tersebut melaju nyaris secepat cahaya.
Kontradiksi antara apa yang terlihat dan apa yang seharusnya terjadi secara teori ini dikenal dengan istilah “Doppler Factor Crisis.” Nama ini diambil dari efek Doppler, yaitu fenomena perubahan frekuensi gelombang ketika sumbernya bergerak relatif terhadap pengamat (contohnya suara sirine ambulans yang terdengar berbeda saat mendekat dan menjauh). Dalam konteks blazar, faktor Doppler dipakai untuk memperkirakan seberapa cepat jet plasma melaju.
Masalahnya, pada PKS 1424+240 hasil pengamatan tidak cocok dengan hitungan teori: sinar gamma yang sangat kuat mengindikasikan kecepatan luar biasa, tetapi citra radio justru menunjukkan sebaliknya. Inilah yang membuatnya menjadi paradoks, sebuah misteri dalam astrofisika modern yang hingga kini menantang pemahaman kita tentang bagaimana lubang hitam dan jet kosmik bekerja.
Baca juga artikel tentang: Menyelami Misteri Lubang Hitam: Teleskop Horizon Event dan Penelitian Jet Supermasif
Pengamatan 15 Tahun dengan VLBA
Untuk mencoba memecahkan misteri PKS 1424+240, para astronom menggunakan Very Long Baseline Array (VLBA). VLBA adalah jaringan teleskop radio yang tersebar di berbagai lokasi di Amerika Utara, dari Hawaii hingga Virgin Islands. Dengan menghubungkan teleskop-teleskop ini secara bersamaan, para ilmuwan bisa menciptakan “teleskop virtual” sebesar benua. Teknik ini memungkinkan mereka mendapatkan citra dengan resolusi super tinggi, setajam melihat koin kecil dari jarak ribuan kilometer.
Dalam penelitian ini, para astronom tidak hanya mengandalkan satu atau dua kali pengamatan. Mereka sabar mengumpulkan 42 citra resolusi tinggi selama 15 tahun penuh. Dengan begitu, mereka bisa melacak arah dan perilaku jet dari waktu ke waktu, seperti menonton film dokumenter panjang tentang kehidupan sebuah blazar.
Hasil analisis mereka sungguh mencengangkan: sudut pandang kita terhadap jet PKS 1424+240 ternyata hanya sekitar 0,6 derajat dari poros jet. Untuk memberi gambaran, bayangkan sebuah laser pointer diarahkan tepat ke mata Anda, itulah kira-kira posisi Bumi terhadap pancaran jet ini. Artinya, kita memang benar-benar berada tepat di “ujung moncong” jet kosmik yang ditembakkan oleh lubang hitam supermasif di pusat galaksi tersebut.
Efek Doppler Boosting Ekstrem
Ketika jet plasma dari blazar PKS 1424+240 mengarah hampir lurus ke Bumi, muncul fenomena menarik yang disebut Doppler boosting. Ini adalah efek relativistik yang terjadi saat cahaya atau partikel bergerak mendekati pengamat dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
Bayangkan seperti suara sirene mobil ambulans: saat mobil mendekat, suaranya terdengar lebih nyaring dan tinggi; ketika menjauh, suaranya menjadi lebih pelan dan rendah. Fenomena serupa juga terjadi pada cahaya dan partikel berenergi tinggi yang dipancarkan blazar. Karena jet plasma PKS 1424+240 “mengarah” ke Bumi, energi yang kita tangkap terlihat jauh lebih terang dibandingkan jika dilihat dari sudut lain.
Inilah alasan mengapa PKS 1424+240 tampak sangat bersinar dalam sinar gamma dan juga mengirim neutrino dalam jumlah besar, meskipun citra radio menunjukkan plasma di jet itu seolah-olah bergerak lambat. Dengan kata lain, efek perspektiflah yang menipu penglihatan kita: yang tampak pelan sesungguhnya bergerak mendekati kecepatan cahaya.
Penemuan ini memberikan jawaban atas paradoks yang selama bertahun-tahun membingungkan para astronom, yaitu “Doppler Factor Crisis” kontradiksi antara intensitas radiasi yang teramat besar dan gerakan jet yang terlihat lambat. Dengan memahami orientasi jet dan efek Doppler boosting, teka-teki ini akhirnya mulai terpecahkan.
Struktur Magnetik Toroid
Hasil pengamatan dengan Very Long Baseline Array (VLBA) tidak hanya memperlihatkan arah jet dari blazar, tetapi juga mengungkap sesuatu yang lebih dalam: adanya medan magnet berbentuk toroid. “Toroid” bisa dibayangkan seperti bentuk donat atau cincin, di mana garis-garis medan magnet melingkar rapat di sekeliling jet plasma.
Struktur magnetik ini sangat penting. Ia bekerja layaknya kerangka penopang yang membuat arus listrik raksasa di dalam jet tetap stabil. Bayangkan sebuah kabel listrik raksasa yang menyalurkan energi luar biasa, tapi kali ini ukurannya bisa melampaui tata surya kita. Tanpa struktur magnetik yang teratur, arus energi itu akan mudah kacau dan terhambur.
Lebih dari itu, medan magnet toroid juga berfungsi seperti “rel kosmik” yang mempercepat partikel bermuatan hingga mencapai energi yang hampir mustahil ditiru di laboratorium di Bumi. Partikel-partikel ini kemudian menjadi sinar kosmik, radiasi energi tinggi yang bisa menempuh jarak miliaran tahun cahaya dan bahkan mencapai atmosfer Bumi.
Fenomena ini menegaskan bahwa jet blazar bukan sekadar pancuran plasma biasa. Ia sebenarnya adalah laboratorium fisika partikel alami terbesar di alam semesta, tempat hukum-hukum fisika ekstrem bekerja dalam skala yang tak bisa kita buat sendiri. Dengan mempelajari medan magnet kosmik ini, para ilmuwan berharap dapat memahami bagaimana energi bisa dikumpulkan, disalurkan, dan dilepaskan dalam skala kosmik.
Neutrino: Partikel Hantu dari Jauh
Selain memancarkan cahaya dan radiasi elektromagnetik yang bisa kita tangkap dengan teleskop, blazar PKS 1424+240 juga menghasilkan sesuatu yang jauh lebih misterius: neutrino kosmik.
Neutrino adalah salah satu jenis partikel subatomik, artinya ukurannya jauh lebih kecil daripada atom. Yang membuat neutrino istimewa adalah sifatnya yang hampir “tak terlihat”: mereka memiliki massa nyaris nol (sangat kecil hingga hampir tak terukur), tidak memiliki muatan listrik, dan yang paling aneh, mereka hampir tidak pernah berinteraksi dengan materi.
Untuk membayangkannya, bayangkan miliaran neutrino melintasi tubuh Anda setiap detik, namun Anda tidak merasakan apa-apa. Mereka bisa dengan mudah menembus dinding rumah, bintang, bahkan seluruh planet Bumi seolah-olah benda padat itu hanyalah bayangan tipis. Inilah sebabnya neutrino sering dijuluki “partikel hantu” oleh para ilmuwan.
Ketika para astronom berhasil mendeteksi neutrino yang berasal langsung dari blazar ini, hal itu menjadi bukti kuat bahwa jet relativistik, aliran plasma berenergi tinggi yang ditembakkan oleh lubang hitam supermasif memang berfungsi sebagai pabrik alami neutrino kosmik.
Lebih jauh lagi, penemuan ini mengukuhkan pendekatan baru dalam memahami alam semesta, yaitu astronomi multimessenger. Jika dulu kita hanya mengandalkan cahaya (seperti sinar tampak, radio, atau sinar gamma) untuk mempelajari kosmos, kini para ilmuwan bisa memanfaatkan berbagai “pesan” dari luar angkasa: partikel neutrino, sinar kosmik, bahkan gelombang gravitasi. Dengan cara ini, kita tidak hanya “melihat” semesta, tapi juga “mendengar” dan “merasakan” pesan-pesan fisik yang dikirim oleh objek-objek paling ekstrem di alam raya.
Mengapa Penemuan Ini Penting
- Misteri Terpecahkan: Krisis Doppler yang lama membingungkan akhirnya dijelaskan oleh efek perspektif ekstrem.
- Teknologi Canggih: VLBA menunjukkan kekuatan interferometri baseline panjang, setajam membaca tulisan kecil dari ribuan kilometer.
- Perspektif Baru: Studi ini membuka jalan memahami bagaimana lubang hitam supermasif meluncurkan radiasi dan partikel berenergi kosmik.
PKS 1424+240 adalah contoh nyata betapa sudut pandang kosmik bisa mengubah pemahaman kita. Dengan jet yang hampir lurus ke arah Bumi, ia berperan sebagai “senter kosmik”, mengirimkan cahaya dan partikel dengan kekuatan luar biasa.
Lebih dari sekadar objek langit, blazar ini menjadi bukti bahwa dengan observasi jangka panjang, teknologi mutakhir, dan kolaborasi global, umat manusia bisa menyingkap misteri paling dalam dari jagat raya.
Baca juga artikel tentang: Mengukur Kecepatan Jet Kosmik: Penemuan Baru dalam Pemahaman Pembentukan Bintang dan Distribusi Unsur-Unsur Kunci untuk Kehidupan
REFERENSI:
Abbasi, R dkk. 2025. All-sky neutrino point-source search with IceCube combined track and cascade data. arXiv preprint arXiv:2507.07275.
Carpineti, Alfredo. 2025. Peering Down Through A Black Hole’s Cosmic Jet Got Earth Hit By Record-Breaking Neutrinos. IFL Science: https://www.iflscience.com/peering-down-through-a-black-holes-cosmic-jet-got-earth-hit-by-record-breaking-neutrinos-80423 diakses pada tanggal 16 Agustus 2025.
Kovalev, YY dkk. 2025. Looking into the Jet Cone of the Neutrino-Associated Very High Energy Blazar PKS 1424+ 240. arXiv preprint arXiv:2504.09287.

