Strategi Kurus Instan yang Diam Diam Menggerogoti Performa Atlet

Atlet olahraga tarung seperti tinju, gulat, taekwondo, dan MMA sering mengejar angka tertentu di timbangan sebelum bertanding. Mereka melakukan penurunan […]

Atlet olahraga tarung seperti tinju, gulat, taekwondo, dan MMA sering mengejar angka tertentu di timbangan sebelum bertanding. Mereka melakukan penurunan berat badan dalam waktu sangat singkat untuk bisa masuk ke kelas berat lebih rendah. Praktik ini dikenal sebagai rapid weight loss, yaitu penurunan berat badan cepat sebelum kompetisi. Banyak atlet percaya strategi ini memberi keuntungan karena mereka bisa bertanding melawan lawan yang lebih kecil secara fisik. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa cara ini menyimpan risiko besar bagi kesehatan dan performa.

Sebuah artikel ilmiah dari Yuming Zhong dan tim di Journal of the International Society of Sports Nutrition tahun 2025 mengulas ulang definisi rapid weight loss yang selama ini digunakan di dunia olahraga. Para peneliti menyoroti bahwa definisi yang dipakai saat ini ternyata masih lemah dari sisi ilmiah dan berpotensi menyesatkan praktik di lapangan.

Baca juga artikel tentang: Manfaat Olahraga Pilates untuk Kesehatan Fisik, Fisiologis, dan Psikologis

Apa Itu Rapid Weight Loss

Selama ini, rapid weight loss atau RWL sering didefinisikan sebagai penurunan lima persen berat badan dalam waktu tujuh hari. Definisi ini banyak dipakai dalam penelitian dan praktik kepelatihan. Misalnya, seorang atlet dengan berat 70 kilogram dianggap melakukan RWL jika ia menurunkan 3,5 kilogram dalam satu minggu.

Masalahnya, definisi ini terlalu sederhana. Ia hanya melihat dua angka, yaitu persentase berat badan dan durasi waktu. Padahal, cara penurunan berat itu terjadi jauh lebih penting daripada sekadar jumlahnya. Atlet bisa menurunkan berat lewat pengurangan cairan tubuh, kelaparan ekstrem, sauna berlebihan, atau penggunaan obat tertentu. Setiap metode membawa dampak yang sangat berbeda bagi tubuh.

Para peneliti menilai bahwa penggunaan satu angka kaku seperti lima persen dalam tujuh hari bersifat sewenang wenang dan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Tidak ada bukti yang benar benar menunjukkan bahwa batas itu merupakan garis pemisah yang aman antara strategi yang masih wajar dan yang berbahaya.

Bagaimana Atlet Menurunkan Berat Secara Cepat

Di dunia nyata, atlet menggunakan berbagai cara untuk menurunkan berat badan secara cepat. Cara paling umum adalah mengurangi cairan tubuh secara drastis. Atlet membatasi minum, berlatih dengan jaket plastik, masuk sauna, atau berlatih di ruangan panas agar banyak berkeringat. Dalam beberapa hari, tubuh bisa kehilangan beberapa kilogram hanya dari cairan.

Sebagian atlet juga mengurangi makan secara ekstrem. Ada yang hanya makan sedikit sekali, ada pula yang sama sekali tidak makan selama satu atau dua hari menjelang timbang badan. Kombinasi dehidrasi dan kelaparan ini memang bisa membuat angka timbangan turun dengan cepat.

Namun, berat yang hilang ini bukan lemak. Sebagian besar hanya air, sedikit otot, dan simpanan energi tubuh. Setelah timbang badan selesai, atlet biasanya minum dan makan sebanyak mungkin untuk mengembalikan berat dan tenaga sebelum bertanding.

Dampak Buruk bagi Tubuh

Penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan cepat dapat mengganggu banyak sistem dalam tubuh. Dehidrasi menyebabkan penurunan volume darah. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Tekanan darah bisa turun tiba tiba dan memicu pusing bahkan pingsan.

Fungsi otak juga terdampak. Atlet yang mengalami dehidrasi sering melaporkan reaksi lambat, sulit berkonsentrasi, dan pengambilan keputusan yang buruk. Dalam olahraga tarung, keterlambatan sepersekian detik saja bisa menjadi perbedaan antara menang dan kalah atau bahkan cedera serius.

Sistem kekebalan tubuh melemah ketika tubuh kekurangan energi dan cairan. Atlet menjadi lebih mudah terserang infeksi. Otot juga kehilangan elastisitasnya sehingga lebih mudah mengalami kram dan cedera.

Dalam jangka panjang, kebiasaan rapid weight loss berulang dapat mengganggu hormon. Pada atlet perempuan, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur. Pada atlet laki laki, kadar hormon testosteron bisa menurun. Gangguan ini berpengaruh pada energi, mood, dan kekuatan otot.

Klasifikas penurunan berat badan atlet ke dalam sembilan pola berdasarkan kombinasi besar penurunan (rendah–tinggi) dan kecepatannya (lambat–cepat), serta mencontohkan distribusi laju penurunan berat badan pada masing-masing kategori.

Apakah Rapid Weight Loss Meningkatkan Prestasi

Banyak atlet masih percaya bahwa rapid weight loss memberi keuntungan saat bertanding. Namun hasil penelitian tidak sepenuhnya mendukung keyakinan ini. Beberapa studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang terlalu cepat justru menurunkan daya tahan, kekuatan, dan kecepatan reaksi.

Meskipun berat badan bisa kembali naik setelah rehidrasi, kinerja tubuh tidak selalu pulih sepenuhnya dalam waktu singkat. Proses pemulihan cairan dan energi di tingkat sel membutuhkan waktu lebih lama daripada sekadar minum dan makan sesaat.

Dengan kata lain, keuntungan ukuran tubuh mungkin tidak sebanding dengan kerugian fisiologis yang muncul akibat tubuh dipaksa bekerja dalam kondisi kurang cairan dan energi.

Masalah Besar pada Definisi Lama

Artikel ilmiah ini menyoroti masalah utama bahwa istilah rapid weight loss selama ini sering disalahgunakan. Banyak penelitian menyebut suatu praktik sebagai RWL hanya karena angka penurunan beratnya terlihat besar, padahal terjadi dalam waktu yang panjang dan relatif aman.

Sebaliknya, ada praktik penurunan berat sangat ekstrem dalam waktu sangat singkat yang tidak masuk kategori RWL hanya karena tidak mencapai lima persen berat badan. Akibatnya, data penelitian menjadi sulit dibandingkan satu sama lain. Pelatih dan praktisi pun berpotensi salah memahami risiko.

Para peneliti menyarankan bahwa penurunan berat badan seharusnya dinilai dari dua dimensi utama, yaitu seberapa cepat penurunan terjadi dan seberapa besar jumlah berat yang hilang. Keduanya harus dipertimbangkan secara bersamaan, bukan dipisahkan.

Usulan Sistem Klasifikasi Baru

Peneliti mengusulkan sistem klasifikasi baru yang lebih masuk akal. Penurunan berat badan tidak lagi dibagi hanya menjadi rapid atau tidak rapid, tetapi dikategorikan berdasarkan tingkat kecepatan dan besarnya penurunan.

Dari sisi kecepatan, penurunan bisa digolongkan menjadi lambat, sedang, dan cepat. Dari sisi jumlah, penurunan bisa digolongkan menjadi kecil, sedang, dan besar. Dengan kombinasi ini, pelatih dan tenaga kesehatan bisa menilai risiko dengan lebih akurat. Penurunan kecil yang lambat tentu jauh lebih aman dibanding penurunan besar yang cepat.

Pendekatan ini juga memberi ruang bagi penyesuaian individu. Setiap atlet memiliki kondisi tubuh, pengalaman, dan daya tahan yang berbeda.

Apa Artinya bagi Atlet dan Pelatih

Temuan ini membawa pesan penting bahwa dunia olahraga perlu mengubah cara pandang terhadap penurunan berat badan. Target timbangan tidak boleh lagi menjadi satu satunya ukuran keberhasilan persiapan bertanding. Kesehatan jangka panjang atlet harus mendapat prioritas.

Pelatih perlu bekerja sama dengan ahli gizi dan tenaga medis untuk merancang strategi pengelolaan berat badan yang aman. Penurunan berat ideal seharusnya direncanakan sejak jauh hari sebelum kompetisi, bukan dipaksakan dalam hitungan hari.

Bagi atlet muda, edukasi menjadi sangat penting. Banyak remaja meniru praktik ekstrem dari atlet profesional tanpa memahami risikonya. Padahal, tubuh mereka masih dalam masa pertumbuhan dan jauh lebih rentan terhadap gangguan hormon dan cedera.

Menuju Olahraga yang Lebih Aman

Rapid weight loss bukan sekadar soal angka di timbangan. Ia menyangkut kesehatan jantung, otak, hormon, otot, dan mental atlet. Kajian terbaru ini menegaskan bahwa dunia olahraga membutuhkan definisi yang lebih ilmiah, lebih fleksibel, dan lebih berorientasi pada keselamatan.

Dengan memahami bahwa kecepatan dan besarnya penurunan berat sama sama penting, atlet bisa membuat keputusan yang lebih bijak. Tujuan utama olahraga seharusnya tidak hanya kemenangan sesaat, tetapi juga tubuh yang sehat dalam jangka panjang.

Baca juga artikel tentang: Bagaimana AI Memprediksi Potensi Pemain dalam Olahraga Profesional

REFERENSI:

Zhong, Yuming dkk. 2025. Reevaluating the definition of rapid weight loss in sports: a call for change. Journal of the International Society of Sports Nutrition 22 (1), 2550312.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top