Turnamen utama Dota 2 tahun ini berakhir di Hamburg pada akhir pekan, menghadirkan emosi tak terlupakan bagi para penggemar esports. Favorit utama dari Team Spirit gagal lolos ke babak playoff, talenta muda Satanic tidak mampu membantu PARIVISION, dan pemain Tiongkok Ame kembali kalah di final TI untuk ketiga kalinya secara beruntun! Dalam ulasan 1xBet ini, kami akan menceritakan semua hal penting dari turnamen The International 2025.
Perjalanan Menuju The International 2025
Babak grup turnamen berjalan tidak sesuai rencana. Xtreme Gaming, BetBoom, dan Tidebound — yang bahkan tidak masuk lima besar favorit sebelum turnamen — berhasil lolos ke playoff. Sementara itu, tim-tim terkuat seperti Spirit, PARIVISION, Falcons, dan Liquid harus berjuang keras hanya untuk mencapai babak Eliminasi dan mempertahankan peluang ke tahap akhir.
PARIVISION dengan mudah mengalahkan Wildcard (2-0), sementara Liquid kalah dari Tundra (1-2) dan tersingkir lebih awal. HEROIC dan Nigma Galaxy juga melaju setelah menyingkirkan Yakutou Brothers dan Aurora Gaming.
Pertarungan paling spektakuler terjadi di laga eliminasi antara favorit utama — Spirit, yang berpeluang menjadi juara tiga kali pertama dalam sejarah TI, melawan Falcons, tim yang baru membentuk roster Dota 2 dua tahun lalu.
Gim pertama berlangsung hingga rekor 76 menit. Namun, setelah team fight gagal di menit 45–50, peluang Spirit untuk comeback lenyap. Gim kedua sepenuhnya dikuasai Falcons yang menang 2-0 dan melaju ke playoff. Ini menjadi kali kedua Falcons menghentikan langkah Dragons, setelah final FISSURE Universe: Episode 6.
Playoff The International 2025
Setelah Spirit dan Liquid — dua kali juara TI — tersingkir, daftar favorit berubah. Sebelum playoff dimulai, para analis merilis peringkat lima besar baru: Xtreme Gaming, Falcons, Tidebound, PARIVISION, dan BetBoom. Prediksi ini terbukti jauh lebih akurat.
Sensasi babak grup, Team Tidebound (4-1), langsung kalah di dua laga awal playoff dan finis di posisi 7–8. Tundra, yang tampil dengan pemain pengganti Tobi karena pemain Indonesia mereka, Matthew “Whitemon” Filemon, absen, juga tersingkir cepat. HEROIC dan Nigma Galaxy bertahan sedikit lebih lama dan finis di posisi 5–6. BetBoom dan PARIVISION menjadi kekecewaan terbesar, gagal memenuhi ekspektasi. Namun, performa Alan “Satanic” Gallyamov yang baru berusia 17 tahun sangat menjanjikan — cepat atau lambat ia pasti akan menaklukkan TI.
Falcons tampil dominan di playoff, melaju ke grand final melalui upper bracket dengan mengalahkan Tidebound (2-0), BetBoom (2-1), dan PARIVISION (2-1). Lawan mereka di final adalah Xtreme Gaming, yang peluang juara TI sebelum turnamen diperkirakan 29 banding 1, dan peluang mencapai final 15 banding 1!
Tim Tiongkok yang dipimpin bintang mereka, Wang “Ame” Chunyu, mengalahkan Tundra (2-0) di laga pembuka, lalu kalah dari PARIVISION (0-2) dan turun ke lower bracket. Namun, mereka bangkit dengan mengalahkan Nigma Galaxy (2-0), BetBoom (2-0), dan membalas dendam pada PARIVISION di final lower bracket (2-1), sekaligus menghentikan langkah mereka ke grand final.
Grand Final The International 2025
Di laga utama turnamen, Xtreme Gaming dua kali unggul lebih dulu dengan memenangkan gim pertama dan ketiga. Namun, Falcons selalu berhasil menyamakan skor, sehingga final harus ditentukan lewat gim kelima — hanya keempat kalinya dalam sejarah TI.
Sebelum laga pamungkas dimulai, carry Tiongkok Ame kembali menghadapi statistik pahit: di tahun 2018 dan 2021, ia dua kali kalah di final TI bersama PSG dengan skor 2-3. Pertanyaan pun muncul: apakah kutukan map kelima akan terulang, atau Ame akhirnya bisa mematahkannya?
Di menit ke-12 laga penentuan, Falcons sudah mulai unggul emas. Di menit ke-50, mereka berhasil melampaui lawan dalam pengalaman, dan setelah team fight terakhir lewat satu jam, mereka menutup gim dengan kemenangan.
Dengan demikian, Falcons meraih Aegis of Champions pertama mereka di percobaan kedua (TI tahun lalu adalah debut mereka). Prize pool The International 2025 melampaui $2.700.000 dan masih bertambah, dengan Falcons dipastikan membawa pulang setidaknya $1.150.000.
Dua pemain Falcons, Oliver “skiter” Lepko dan Jingjun “Sneyking” Wu, sebelumnya sudah menjadi juara TI bersama Tundra Esports pada 2022. Stanislav “Malr1ne” Potorak dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Dota 2, ada sosok juara TI tiga kali — pelatih Falcons, Kurtis “Aui_2000” Ling, yang pernah menang TI 2015 sebagai pemain Evil Geniuses dan TI 2022 sebagai pelatih Tundra Esports.
The International 2025 mencatat puncak penonton 1,77 juta, hasil terbaik sejak TI 2021 pasca-COVID. Segera setelah final, Valve mengumumkan bahwa The International 2026 akan digelar di Shanghai — sebuah kabar yang menjanjikan pertumbuhan penonton lebih besar lagi.

