Gurita, salah satu makhluk laut paling memukau, memiliki kemampuan luar biasa dalam menggunakan delapan lengannya yang fleksibel. Lengan-lengan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk bergerak, tetapi juga sebagai perangkat multifungsi yang memungkinkan mereka menjelajah, berburu, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa gurita memiliki preferensi tertentu dalam menggunakan lengan-lengan mereka untuk berbagai tugas, memberikan wawasan yang menarik tentang kecerdasan dan adaptasi mereka.
Lengan Gurita: Fleksibilitas dan Fungsi yang Luar Biasa
Gurita adalah hewan yang hidup melalui lengan mereka. Lengan-lengan ini, yang dilapisi dengan ribuan alat penghisap (sucker), membentuk sebagian besar massa tubuh mereka dan bahkan mengandung sebagian besar sistem saraf mereka. Dengan tidak adanya tulang, lengan gurita mampu melakukan berbagai deformasi, seperti memanjang, memendek, membengkok, dan berputar. Fleksibilitas ini memungkinkan gurita melakukan berbagai tindakan, mulai dari meraih hingga menggenggam objek.
Chelsea Bennice, seorang ahli biologi kelautan dari Florida Atlantic University, tertarik untuk memahami bagaimana gurita memanfaatkan fleksibilitas ekstrem dari lengan mereka dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk bergerak maupun berinteraksi dengan lingkungan. Sebelumnya, penelitian semacam ini dilakukan di laboratorium, tetapi Bennice dan timnya memilih untuk mengamati perilaku gurita di habitat alami mereka.
Penelitian di Habitat Alami Gurita
Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 11 September di Scientific Reports, Bennice dan timnya menganalisis 25 video yang direkam antara tahun 2007 hingga 2015. Video ini menampilkan berbagai spesies gurita di perairan Spanyol dan Karibia. Dari pengamatan tersebut, tim mencatat hampir 4.000 aksi lengan gurita yang dapat dikategorikan ke dalam 12 jenis gerakan, seperti mengangkat, meraih, dan menggenggam.
Salah satu temuan paling menarik adalah kemampuan ambidextrous gurita yang luar biasa. Semua lengan gurita mampu melakukan semua jenis gerakan dan deformasi. Bahkan, satu lengan dapat melakukan beberapa aksi sekaligus, sementara beberapa lengan lainnya juga bisa bekerja secara bersamaan.
“Gurita adalah multitasker sejati,” ujar Bennice. “Semua lengan memiliki kemampuan yang sama untuk melakukan berbagai tindakan.”
Preferensi Lengan Depan dan Belakang
Meski semua lengan memiliki kemampuan serupa, penelitian menunjukkan adanya preferensi tertentu dalam penggunaannya. Lengan depan lebih sering digunakan untuk eksplorasi lingkungan sekitar—sekitar 64 persen dari waktu penggunaan lengan secara keseluruhan. Sementara itu, lengan belakang lebih sering digunakan untuk tugas-tugas locomotion, seperti mengangkat tubuh atau menggulung lengan di dasar laut dengan cara yang menyerupai sabuk konveyor.
Preferensi semacam ini bukanlah hal baru dalam dunia hewan. Beberapa spesies primata dan rodensia juga menunjukkan kecenderungan serupa dalam menggunakan anggota tubuh mereka untuk tugas-tugas tertentu.
Namun, ada satu hal yang mengejutkan dalam penelitian ini: gurita tidak menunjukkan bias kiri-kanan dalam penggunaan lengan mereka. Sebaliknya, mereka cenderung menggunakan lengan dalam pasangan terkoordinasi antara sisi kiri dan kanan tubuh mereka.
Cassady Olson, seorang ahli saraf dari University of Chicago, menyatakan bahwa temuan ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di laboratorium. Penelitian terdahulu menunjukkan adanya preferensi kiri-kanan pada gurita, mirip dengan dominasi tangan pada manusia. Olson menduga bahwa lingkungan alami mungkin memengaruhi perilaku gurita dibandingkan dengan kondisi laboratorium.

Inspirasi untuk Teknologi Masa Depan
Penelitian tentang cara gurita menggunakan lengan mereka tidak hanya memberikan wawasan biologis, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi. Dalam beberapa tahun terakhir, bidang robotika lunak telah terinspirasi oleh fleksibilitas dan adaptasi lengan gurita. Penemuan Bennice dan timnya tentang bagaimana perubahan kecil pada gerakan lengan dapat menciptakan aksi keseluruhan berpotensi diaplikasikan pada desain robot lunak yang lebih canggih.
Robot lunak memiliki keunggulan dalam fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi dibandingkan robot tradisional yang kaku. Dengan mempelajari gerakan lengan gurita secara lebih mendalam, insinyur dapat mengembangkan teknologi robotik yang lebih efisien untuk berbagai aplikasi, seperti eksplorasi bawah laut atau operasi medis yang presisi.
Langkah Selanjutnya dalam Penelitian Gurita
Chelsea Bennice berharap penelitian serupa dapat dilakukan pada spesies gurita lain dengan bentuk tubuh yang berbeda secara radikal. Salah satu spesies yang menarik perhatian adalah gurita peniru (Thaumoctopus mimicus), yang memiliki lengan sangat ramping.
“Spesies gurita lain memiliki proporsi ukuran dan panjang lengan yang berbeda,” kata Bennice. “Akan sangat informatif untuk membandingkan perilaku lengan mereka dalam kaitannya dengan perilaku keseluruhan hewan.”
Dengan mempelajari berbagai spesies gurita, para peneliti dapat memahami lebih jauh bagaimana bentuk tubuh memengaruhi fungsi dan adaptasi lengan mereka. Pengetahuan ini tidak hanya memperkaya dunia biologi tetapi juga memberikan inspirasi bagi inovasi teknologi masa depan.
Kesimpulan
Gurita adalah contoh luar biasa dari kecerdasan dan adaptasi alam. Dengan delapan lengannya yang fleksibel dan multifungsi, makhluk ini mampu menjalani kehidupan yang kompleks di bawah laut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meskipun semua lengan memiliki kemampuan serupa, ada preferensi tertentu dalam penggunaannya untuk tugas-tugas eksplorasi dan pergerakan.
Selain memberikan wawasan biologis tentang gurita, penelitian ini juga membuka pintu bagi pengembangan teknologi robotik lunak yang terinspirasi oleh fleksibilitas dan adaptasi lengan gurita. Dengan langkah penelitian lebih lanjut pada spesies gurita lainnya, kita dapat terus belajar dari makhluk laut ini untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi manusia.
Gurita bukan hanya hewan laut biasa—mereka adalah simbol kecerdasan alam yang menginspirasi kita untuk berpikir kreatif dan melampaui batasan teknologi saat ini.
Referensi
- Octopus arm flexibility facilitates complex behaviors in diverse natural environments — Bennice, C. O., Buresch, K. C., Grossman, J. H., Morano, T. D., Hanlon, R. T. Scientific Reports, 11 September 2025. Nature
- New research reveals wild octopus arms in action — Florida Atlantic University News Desk, 11 September 2025. Florida Atlantic University
- Octopuses are mostly made up of sucker-studded arms … a new field study reveals there is some method to the madness — ScienceAlert, 12 September 2025. ScienceAlert
- Octopuses put their best arm forward for every task — Phys.org, 11 September 2025. Phys.org
- How octopuses stretch the limits with their arms — Cosmos Magazine, 12 September 2025. Cosmos

