Sebuah penelitian terbaru yang dipimpin oleh para peneliti di University of Florida (UF) Health mengungkap alasan mengapa pria dan wanita mungkin merespon stres secara berbeda. Penemuan ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana mekanisme molekuler di otak beradaptasi dalam menghadapi tantangan akut. Temuan ini juga memberikan gambaran mengenai bagaimana respons stres yang berbeda dapat memengaruhi kesehatan mental pria dan wanita.
Apa Itu Stres Akut dan Bagaimana Otak Meresponsnya?
Stres akut adalah respons tubuh yang cepat dan intens terhadap tantangan atau ancaman mendadak, seperti kecelakaan, ancaman fisik, atau situasi darurat lainnya. Selama stres akut, tubuh akan merespons untuk membantu kita bertahan dan mengatasi situasi tersebut. Salah satu cara tubuh merespons adalah dengan menghasilkan neurosteroid yang disebut allopregnanolone (AP). AP berperan penting dalam membantu tubuh beradaptasi dengan cepat terhadap stres, meningkatkan fokus dan energi agar kita bisa menghadapi situasi tersebut dengan lebih efektif.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Florida (UF) ini mengungkapkan bahwa tingkat AP yang lebih tinggi merupakan bagian dari respons tubuh terhadap stres. Peneliti menemukan bahwa peningkatan kadar AP membantu individu tetap fokus dan memiliki energi yang cukup untuk merespons ancaman atau bahaya yang mendekat.
Baca juga: Manfaat Mengunyah dalam Meredakan Stres
Enzim 5α-reductase dan Perannya dalam Respons Stres
Proses produksi AP di dalam otak bergantung pada sebuah enzim yang disebut 5α-reductase, atau yang sering disingkat 5αR. Enzim ini ada dalam dua bentuk utama: 5αR1 dan 5αR2. Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan studi hewan untuk menggali bagaimana enzim-enzim ini berfungsi, dan bagaimana perbedaan biologis pada respons stres antara pria dan wanita dapat muncul dari perbedaan kadar enzim ini.
Secara umum, pria cenderung lebih sering menunjukkan reaksi agresif yang terlihat secara fisik terhadap stres akut, sementara wanita lebih cenderung menginternalisasi reaksi mereka. Perbedaan ini diyakini berkontribusi pada tingginya prevalensi kecemasan dan depresi pada wanita.
Perbedaan Respons Stres antara Pria dan Wanita
Penelitian ini mengungkapkan bahwa stres akut meningkatkan kadar 5αR2, tetapi tidak pada 5αR1, di bagian depan otak tikus laboratorium jantan. Sementara itu, tikus betina tidak menunjukkan perubahan serupa, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pria dan wanita dalam bagaimana otak mereka mengelola stres pada tingkat molekuler.
Para peneliti menemukan bahwa 5αR2 sangat penting dalam produksi AP selama stres, sementara 5αR1 lebih berperan dalam mempertahankan kadar dasar neurosteroid ini. Ketika para peneliti mengurangi kadar 5αR2 pada tikus jantan, tikus tersebut menjadi kurang aktif dan lebih lambat dalam merespons stres akut maupun rangsangan yang menyenangkan. Namun, ketika diberikan AP, kemampuan mereka untuk merespons kembali pulih, yang menegaskan pentingnya peran enzim ini dalam respons stres.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa selama stres, 5αR2 merangsang produksi protein di neuron dan sel pendukung di otak, yang membantu otak beradaptasi lebih efektif dengan stres yang dihadapi.


Potensi Penemuan untuk Pengobatan Penyakit Terkait Stres
Penelitian ini memiliki implikasi yang besar bagi pengembangan pengobatan yang lebih tepat sasaran, terutama untuk gangguan mental yang berhubungan dengan stres, seperti depresi dan kecemasan. Tim menekankan pentingnya penelitian ini dalam mengidentifikasi perbedaan antara pria dan wanita dalam hal respons stres dan bagaimana pengetahuan ini bisa digunakan untuk mengembangkan pengobatan yang lebih terpersonalisasi. Temuan ini bisa menjadi panduan dalam mengembangkan obat yang secara spesifik mengatur respons stres, dan bisa membuka jalan untuk kelas baru senyawa berbasis steroid yang dapat berperan penting dalam mengobati bentuk-bentuk depresi yang resisten terhadap terapi yang ada saat ini.
Mengapa Temuan Ini Penting?
Temuan ini memiliki implikasi yang sangat penting dalam dunia medis, terutama dalam pengembangan pengobatan yang lebih cepat dan lebih efektif untuk gangguan mental yang berkaitan dengan stres. Depresi adalah salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum di seluruh dunia, dan penurunan respons stres dapat berperan besar dalam pengembangan gangguan tersebut.
Dengan memahami perbedaan antara pria dan wanita dalam hal produksi AP dan peran enzim 5αR2, kita dapat membuka jalan untuk pendekatan yang lebih personal dalam pengobatan. Tidak hanya itu, pengembangan senyawa yang dapat meningkatkan produksi AP berpotensi untuk mengatasi gangguan yang saat ini sulit diobati dengan terapi yang ada.
Kesimpulan
Penelitian ini membuka wawasan baru dalam bidang neurosains dan farmakologi, serta memberikan harapan bagi pengobatan yang lebih efektif untuk gangguan mental yang berhubungan dengan stres. Dengan terus menggali perbedaan biologis antara pria dan wanita dalam respons stres, kita dapat merancang pengobatan yang lebih terpersonalisasi dan efektif, yang pada akhirnya dapat membantu jutaan orang yang menderita depresi dan gangguan kecemasan.
Studi ini juga menunjukkan bahwa kita masih memiliki banyak hal yang perlu dipelajari tentang bagaimana otak kita berfungsi di bawah stres dan bagaimana kita bisa memanfaatkan pengetahuan ini untuk mengembangkan pengobatan yang lebih cepat dan lebih efektif. Penemuan ini bukan hanya mengungkap bagaimana stres memengaruhi otak, tetapi juga membuka peluang baru untuk perawatan yang lebih tepat sasaran dalam mengatasi stres dan gangguan mental yang terkait.
Referensi:
[1] https://ufhealth.org/news/2025/uf-scientists-find-key-differences-in-male-female-responses-to-stress, diakses pada 18 Februari 2025
[2] Roberto Cadeddu, Giulia Braccagni, Gabriele Floris, Caterina Branca, Eleonora Corridori, Sara Salviati, Pilar Sánchez, Luca Spiro Santovito, Jesus M. Torres, Esperanza Ortega, Graziano Pinna, Philip J. Moos, Simona Scheggi, Marco Bortolato. Prefrontal 5α-reductase 2 mediates male-specific acute stress response. Science Advances, 2025; 11 (4) DOI: 10.1126/sciadv.adr0563

