https://warstek.com/100-free-international-dating-sites/

Bagaimana Jika Investasi Energi Terbarukan Dialihkan Ke Energi Nuklir?

Ditengah isu perubahan iklim yang makin menguat dan polusi udara yang makin parah, usaha-usaha peralihan dari energi fosil ke energi bersih terus dilakukan. Dari moda energi bersih yang ada, energi terbarukan mendapat sorotan paling besar. Panel surya dan turbin angin dianggap menjadi Messiah bagi planet bumi. >>> 

Baca Selengkapnya

Membongkar Mitos Negative Pricing Listrik Jerman

Membongkar Mitos Negative Pricing Listrik Jerman

Di media sosial, meme tentang Jerman “membayar” pelanggan untuk menggunakan listrik kembali beredar. Klaimnya, hal itu merupakan keberhasilan dari “energi terbarukan,” yang kemudian membuat publik berkhayal hal tersebut bisa diterapkan di Indonesia. Meme tersebut bukan meme baru, tetapi entah kenapa kembali bersirkulasi. >>> 

Baca Selengkapnya

Meluruskan Salah Kaprah tentang Membaca Kapasitas Terpasang dalam Membangun Pembangkit Listrik

Meluruskan Salah Kaprah tentang Membaca Kapasitas Terpasang dalam Membangun Pembangkit Listrik

Listrik bisa dikatakan telah menjadi kebutuhan dasar manusia pada abad 21. Dengan isu perubahan iklim yang terus memanas, negara-negara di dunia harus mulai mempertimbangkan ulang strategi pemenuhan energi mereka. Energi fosil harus sesegera mungkin disubstitusi dengan energi bersih [1].

Dinamika transisi menuju energi bersih diwarnai hal-hal menarik. Salah satunya adalah perdebatan terkait moda energi yang paling cepat untuk melakukan transisi dari energi fosil ke energi bersih. Kalangan pro-energi terbarukan mengklaim bahwa transisi menggunakan energi terbarukan lebih cepat dan efektif daripada menggunakan energi nuklir. Alasannya, karena energi terbarukan (energi surya dan bayu) memiliki biaya instalasi lebih murah, sehingga daya terpasang pun lebih besar daripada nuklir yang dianggap memiliki biaya instalasi lebih mahal. >>> 

Baca Selengkapnya

Apa Benar Nuklir Mahal? (Tanggapan Untuk Arcandra Tahar)

Apa Benar Nuklir Mahal? (Tanggapan Untuk Arcandra Tahar)

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengungkapkan bahwa listrik dari energi nuklir itu mahal. Sebagaimana dilansir dari Viva.co.id (19/4), Pak Arcandra menggugat klaim bahwa listrik itu murah.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar

“Banyak yang mengatakan, ‚mari nuklir, mana yang lebih murah, nuklir atau EBT lain‘. Banyak yang mengatakan nuklir itu USD 5-6 sen per kWh, tapi nuklir itu USD 14 sen per kWh, saya cek lapangan.“ Katanya. >>> 

Baca Selengkapnya

Mengukur Sustainabilitas Energi Nuklir Dengan Uranium dan Thorium Domestik

Mengukur Sustainabilitas Energi Nuklir Dengan Uranium dan Thorium Domestik

Nuklir belum digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Indonesia. Walau rencananya telah ada sejak puluhan tahun lalu, dinamika politik dalam negeri menghalangi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) hingga sekarang. Namun sejak pertengahan 2010-an, rencana pembangunan PLTN mulai menggaung lagi. >>> 

Baca Selengkapnya