Cryonic: Pembekuan Jasad Manusia sebagai Kunci Keabadian yang Penuh Kontroversi

Teknologi Cryonic
Sumber: https://wonderfulengineering.com/cryogenics/

Keabadian (immortality) merupakan suatu impian bagi setiap makhluk hidup. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang menjangkau berbagai aspek kehidupan, termasuk revolusi pada dunia medis, memunculkan pemikiran agar makhluk hidup dapat terhindar dari penyakit dan kematian. Manusia ingin dapat hidup lebih lama di dunia tanpa menderita penyakit atau menjadi abadi dengan orang-orang yang disayanginya. Para ilmuwan mengupayakan berbagai cara untuk mewujudkan kehidupan yang abadi, salah satu cara yang kontroversial adalah cryonic. Teknologi cryonic mulai berkembang di Amerika dan beberapa negara di Eropa. Teknologi tersebut mencakup dua konsep, yaitu anti-aging dan immortality (Budiyanti, 2016). Kontroversi pun muncul pada tahun 1967, karena cryonic berpotensi menimbulkan masalah etika dan hukum. >>> 

Baca Selengkapnya

NANOTEKNOLOGI PERTANIAN : Dari Pupuk Nano Hingga Sensor Nano

NANOTEKNOLOGI PERTANIAN : Dari Pupuk Nano Hingga Sensor Nano

Salah satu teknologi yang sangat berkembang saat ini adalah nanoteknologi. Teknologi dalam skala nano (ukurannya berkisar sepersemiliar meter) memungkinkan manusia menyusun atom demi atom untuk membentuk suatu material.  Kisaran ukuran material dalam skala nano yakni 1-100 nm. Sebagai perbandingannya, jika ukuran sebuah bola kasti berkisar 65 milimeter dan nanometer merupakan sepersejuta dari satu milimeter, maka untuk memperoleh bola tenis berukuran nano setara dengan membagi bola tenis tersebut ke dalam sepersejuta bagian! >>> 

Baca Selengkapnya

Hutomo Suryo Wasisto: Dari Tidak Bisa Membuat Abstrak Hingga Menjadi Ilmuwan Berprestasi di Jerman

Hutomo Suryo Wasisto: Dari Tidak Bisa Membuat Abstrak Hingga Menjadi Ilmuwan Berprestasi di Jerman

Halo sahabat warstek.com, kali ini saya berkesempatan bertemu langsung dengan seorang Ilmuwan diaspora yang sedang pulang kampung sejenak ke Indonesia. Beliau datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri SCKD (Simposium  Cendekia Kelas Dunia) 2019 di Jakarta yang diadakan oleh Kemenristekdikti RI. Setelah menghadiri simposium ilmuwan tersebut, beliau membagikan pengalamannya di luar negeri ke berbagai instansi kampus yang ada di Indonesia. Salah satu acara yang dikunjunginya yaitu Seminar yang diadakan di Universitas Diponegoro Semarang tepatnya di ruang pertemuan di Gedung UNDIP Inn pada tanggal 2 September 2019. Penasaran siapa Ilmuwan diaspora yang berhasil penulis temui? Yuk baca artikel hasil diskusi ini, selamat membaca! >>> 

Baca Selengkapnya

Ilmuwan Jerman Kembangkan Teknologi Nanorobot Terkendali Arus Listrik

Ilmuwan Jerman Kembangkan Teknologi Nanorobot Terkendali Arus Listrik

Nanoteknologi merupakan salah satu disiplin ilmu pengetahuan yang banyak diminati oleh para peneliti diseluruh dunia. Nanoteknologi diartikan sebagai manipulasi materi pada skala atomik dan skala molekuler dengan ukuran maksimum 100 nanometer[1] (10-9 meter), sedangkan nanorobotik adalah teknologi baru dibidang pembuatan mesin atau robot dengan ukuran komponennya berada pada skala nanometer. Nanorobotik difokuskan pada teknik merancang dan membangun nanorobot dengan komponen-komponen dasar sebagai penyusun memiliki ukuran dari 0.1-10 mikrometer yang terbuat dari komponen nano atau sebesar molekul[2]>>> 

Baca Selengkapnya

Pupuk nano untuk masa depan

Pupuk nano untuk masa depan
Gambar 1. Lahan Persawahan di Yala National Park Bangladesh [Dave Bouskill, 2010]

Miliaran orang di dunia mengkonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat, protein, mineral dan vitamin. Di sebagian besar negara di Asia, terutama di Indonesia, nasi menjadi makanan pokok. Di masyarakat kita, dikenal sebuah guyonan, jika belum mengkonsumsi nasi artinya belum dapat asupan makan yang layak, terlebih belum mengenyangkan. Penyediaan kebutuhan nasi (beras) berhubungan pula dengan kecukupan pemenuhan pupuk untuk menjamin keberhasilan panen. Kebutuhan akan pupuk oleh petani meningkat setiap tahunnya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pupuk padi. Pemakaian pupuk untuk tanaman padi (gabah) dibutuhkan dalam jumlah yang terbilang besar. Menurut BB Padi (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi) Departemen Pertanian, kebutuhan pupuk untuk satu ton gabah padi di Indonesia setidaknya membutuhkan antara lain unsur hara Nitrogen (17,5 kg setara 39 kg Urea); unsur Fosfor (3 kg setara 9 kg SP-39) dan unsur Kalium (17 kg setara 34 kg KCl). >>> 

Baca Selengkapnya