Lompat ke konten

reaktor nuklir

Keunggulan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Terapung Untuk Indonesia

Pengembangan PLTN selama ini utamanya berfokus di PLTN darat. Mengingat, kebutuhan listrik utamanya memang di darat, bukan di laut. Demikian pula, perencanaan pembangunan PLTN di Indonesia selalu difokuskan untuk dibangun di darat. Hal ini logis ketika mempertimbangkan pulau-pulau besar yang butuh listrik dengan suplai besar. Namun, bagaimana dengan pulau-pulau kecil yang membutuhkan suplai listrik yang andal? Ditambah lagi potensi bencana gempa dan tsunami yang sewaktu-waktu dapat menyerang negeri ini [1,2].… Selengkapnya »Keunggulan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Terapung Untuk Indonesia

blank

Milestone Nuklir Cina: EPR dan APR1000 Pertama Di Dunia Mulai Beroperasi

Cina mencapai milestone baru dalam ekspansi kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mereka. Pada tanggal 29 Juni 2018, PLTN Taishan 1 telah terkoneksi dengan jaringan listrik dan menghasilkan listrik. PLTN ini merupakan PLTN pertama di dunia yang menggunakan teknologi European Pressurised Reactor (EPR) yang didesain oleh Framatome [1]. Baca juga: Perkembangan Teknologi Reaktor Nuklir Maju, Bagian 1 Perkembangan Teknologi Reaktor Maju, Bagian 2 PLTN Taishan merupakan bagian dari megaproyek PLTN… Selengkapnya »Milestone Nuklir Cina: EPR dan APR1000 Pertama Di Dunia Mulai Beroperasi

blank

Apa Benar Nuklir Mahal? (Tanggapan Untuk Arcandra Tahar)

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengungkapkan bahwa listrik dari energi nuklir itu mahal. Sebagaimana dilansir dari Viva.co.id (19/4), Pak Arcandra menggugat klaim bahwa listrik itu murah. “Banyak yang mengatakan, ‚mari nuklir, mana yang lebih murah, nuklir atau EBT lain‘. Banyak yang mengatakan nuklir itu USD 5-6 sen per kWh, tapi nuklir itu USD 14 sen per kWh, saya cek lapangan.“ Katanya. Beliau melanjutkan bahwa dirinya telah meninjau harga listrik dari… Selengkapnya »Apa Benar Nuklir Mahal? (Tanggapan Untuk Arcandra Tahar)

blank

Mengenal Lebih Dekat Reaktor Daya Eksperimental, Reaktor Nuklir Desain Anak Negeri

Walau litbang iptek nuklir telah dilakukan sejak hampir 60 tahun yang lalu, tetapi negeri ini belum juga masuk ke era nuklir. Belum ada satupun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang beroperasi di negeri ini. Penerimaan publik terhadap nuklir yang masih kurang dan permainan politik tidak sehat menghambat penerapan moda energi paling murah, bersih, selamat, reliabel dan sustainabel ini [1]. Rencana pembangunan PLTN sebenarnya sudah dimunculkan beberapa kali. Misalnya di Semenanjung… Selengkapnya »Mengenal Lebih Dekat Reaktor Daya Eksperimental, Reaktor Nuklir Desain Anak Negeri

blank

Progres Reaktor Daya Eksperimental, Reaktor Daya Nuklir Desain Anak Negeri

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menapaki langkah baru dalam pengembangan Reaktor Daya Eksperimental (RDE). Setelah pada tahun 2017 BATAN menyelesaikan basic engineering design (BED) RDE, maka pada tahun 2018, diharapkan detailed engineering design (DED) dapat dirampungkan [1]. Peta jalan pengembangan DED RDE diluncurkan pada seminar yang diadakan pada 8 Maret 2018 lalu. DED RDE direncanakan agar dapat terselesaikan tahun ini [2]. “Ada proses panjang yang kita mulai sejak tahun 2014,… Selengkapnya »Progres Reaktor Daya Eksperimental, Reaktor Daya Nuklir Desain Anak Negeri

blank

Peningkatan Nilai Guna Bahan Bakar Nuklir Dengan Kombinasi PWR-CANDU

PLTN kontemporer pada umumnya menggunakan teknologi pressurised water reactor (PWR). Sekitar 64% dari seluruh PLTN di dunia merupakan tipe PWR[1]. Desainnya sudah well-established. Namun, PWR masih memiliki ganjalan pada pemanfaatan bahan bakar. Konfigurasi reaktor nuklir PWR tidak didesain untuk mampu memanfaatkan potensi bahan bakar secara optimal. Nilai pemanfaatan bahan bakarnya hanya berkisar 0,5%. Angka ini didapatkan dari data bahwa tiap tahunnya, PWR berdaya 1.000 MWe membutuhkan 200 ton uranium alam,… Selengkapnya »Peningkatan Nilai Guna Bahan Bakar Nuklir Dengan Kombinasi PWR-CANDU

blank

Pemanfaatan Thorium di Reaktor Nuklir Kontemporer

Thorium merupakan bahan bakar nuklir yang belum populer digunakan. Teknologi reaktor maju seperti molten salt reactor (MSR) diproyeksikan untuk menggunakan thorium sebagai bahan bakar. Sementara, beberapa penelitian telah mengungkapkan potensi thorium untuk digunakan di reaktor maju lain seperti sodium-cooled fast reactor (SFR). Salah satu penelitian (Ismail et al) mengungkapkan bahwa penggunaan thorium dalam SFR dapat memperpanjang usia pakai bahan bakar nuklir dalam reaktor[1]. Baca juga Perkembangan Teknologi Reaktor Maju Bagian 1… Selengkapnya »Pemanfaatan Thorium di Reaktor Nuklir Kontemporer

blank

Thorium, Bahan Bakar Nuklir Masa Depan

Perkembangan teknologi reaktor nuklir maju membuka peluang bagi pemanfaatan thorium sebagai bahan bakar nuklir. Bagi sebagian kalangan, seperti Thorium Energy Alliance, thorium dianggap sebagai kunci utama revolusi industri nuklir, yang saat ini bisa dikatakan salah arah. Thorium merupakan nuklida radioaktif yang pertama kali ditemukan pada tahun 1829 oleh Jons Jakob Berzelius, ilmuwan Swedia. Waktu paruhnya mencapai 14 milyar tahun, lebih tua dari umur bumi. Waktu paruh adalah waktu yang dibutuhkan… Selengkapnya »Thorium, Bahan Bakar Nuklir Masa Depan

blank

Inovasi Bahan Bakar Nuklir Metalik Lightbridge

Sebagian besar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang beroperasi di dunia ini adalah tipe light water reactor (LWR)[1]. Reaktor tipe ini menggunakan bahan bakar nuklir berbentuk pelet dengan jenis uranium dioksida (UO2)[2]. Sebagian PLTN di Prancis menggunakan bahan bakar nuklir campuran antara UO2 dengan plutonium dioksida (PuO2), seringkali disebut mixed oxide (MOX)[2]. Bahan bakar dalam bentuk oksida memiliki keunggulan berupa titik leleh yang tinggi. Namun, konduktivitas termalnya rendah[2]. Akibatnya, panas… Selengkapnya »Inovasi Bahan Bakar Nuklir Metalik Lightbridge

blank

Perkembangan Teknologi Reaktor Maju, Bagian 2

Teknologi reaktor nuklir telah berkembang pesat sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1940-an. Reaktor daya nuklir yang digunakan di seluruh dunia saat ini adalah reaktor nuklir Generasi II dan III. Tidak lama lagi, pada dekade 2020-an, era reaktor nuklir Generasi IV (reaktor maju) akan menyambut kita. Baca juga: Benarkah Radiasi Nuklir Dapat Menyebabkan Kemandulan? Pada Bagian 1 (silahkan baca Perkembangan Teknologi Reaktor Nuklir Maju, Bagian 1), telah dibahas tiga dari enam teknologi reaktor… Selengkapnya »Perkembangan Teknologi Reaktor Maju, Bagian 2

blank

Perkembangan Teknologi Reaktor Nuklir Maju, Bagian 1

Teknologi reaktor nuklir kontemporer menyumbangkan 11,5% bauran listrik dunia[1] dan merupakan bauran energi bersih kedua terbesar setelah energi hidro[2]. Rekam jejak keselamatan dan performa PLTN selama lebih dari 50 tahun operasinya sangat baik, tidak tertandingi oleh moda energi lain. Terbukti dari angka kematian per TWh energi yang paling rendah dibandingkan moda energi lain[3], seperti yang ditunjukkan pada gambar 1. Tingkat keselamatan sangat baik tersebut tidak lepas dari standar keselamatan reaktor yang… Selengkapnya »Perkembangan Teknologi Reaktor Nuklir Maju, Bagian 1

blank

Mengenal Teknologi Reaktor Nuklir Kontemporer

Teknologi reaktor nuklir telah mengalami beberapa fase pengembangan. Reaktor nuklir yang pertama dibangun yakni Chicago Pile-1, masih sangat sederhana. Reaktornya terdiri dari susunan grafit dan uranium. Dibawah pengawasan Enrico Fermi dan Leo Szilard, Chicago Pile-1 berhasil menghasilkan reaksi fisi berantai. Seiring riset untuk keperluan nuklir sipil yang semakin berkembang, muncullah berbagai desain reaktor nuklir yang kelak menjadi acuan pembangunan PLTN di berbagai belahan dunia. Baca juga Benarkah Radiasi Nuklir Dapat Menyebabkan… Selengkapnya »Mengenal Teknologi Reaktor Nuklir Kontemporer

blank

Molten Salt Reactor – Reaktor Nuklir dengan Tingkat Keselamatan Tinggi

Energi nuklir adalah moda energi paling selamat (safe) dibandingkan moda energi lainnya. Death footprint energi nuklir hanya 0,04 kematian per TWh energi yang dibangkitkan[1]. Sebagai perbandingan, death footprint batubara sebesar 161 kematian per TWh energi, gas alam 4 kematian per TWh energi dan energi bayu 0,15 kematian per TWh energi[1]. Tingkat keselamatan tinggi ini merupakan hasil dari standar keselamatan tinggi dan sistem keselamatan yang relatif kompleks. Standar dan kompleksitas yang tinggi ditetapkan demi mencegah terjadinya kecelakaan parah pada proses… Selengkapnya »Molten Salt Reactor – Reaktor Nuklir dengan Tingkat Keselamatan Tinggi