Penemuan planet ekstrasurya terus menghadirkan kejutan bagi para ilmuwan. Salah satu kandidat menarik adalah TOI-270 d, sebuah planet sub-Neptunus yang terletak sekitar 73 tahun cahaya dari Bumi. Berdasarkan analisis terbaru menggunakan data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para peneliti menduga bahwa TOI-270 d mungkin memiliki lautan global di bawah atmosfer hidrogen yang tebal. Jika benar, planet ini dapat digolongkan sebagai “dunia hycean,” sebuah kategori planet yang menarik karena potensi keberadaan air cair dan bahkan kehidupan primitif.
Apa Itu TOI-270 d?
TOI-270 d adalah sebuah planet sub-Neptunus, yaitu planet yang ukurannya lebih kecil dari Neptunus tetapi lebih besar dari Bumi. Dengan radius sekitar dua kali lipat Bumi dan massa 4,2 kali massa Bumi, TOI-270 d mengorbit bintang kerdil merahnya setiap 11,4 hari. Berbeda dengan planet berbatu seperti Bumi, planet sub-Neptunus tidak memiliki permukaan padat. Sebaliknya, mereka lebih mirip Neptunus atau Uranus dengan komposisi yang didominasi oleh gas.
Namun, teori terbaru menunjukkan bahwa beberapa planet sub-Neptunus dapat memiliki lautan global yang dalam, tersembunyi di bawah atmosfer hidrogen tebal dan di atas lapisan es bertekanan tinggi yang berfungsi sebagai “dasar laut.”
Dunia Hycean: Planet dengan Lautan Global
Istilah “hycean” mengacu pada planet yang memiliki atmosfer hidrogen tebal dan lautan global. Dunia seperti ini dianggap berpotensi mendukung kehidupan karena keberadaan air cair, yang merupakan salah satu elemen utama bagi kehidupan seperti yang kita kenal. Berdasarkan data terbaru dari JWST, TOI-270 d kemungkinan besar memenuhi kriteria ini.
Namun, ada dua skenario utama yang dipertimbangkan oleh para ilmuwan. Pertama, TOI-270 d mungkin memiliki lautan global di bawah atmosfer hidrogen tebalnya. Kedua, planet ini mungkin terlalu panas untuk mendukung air cair, sehingga tidak memiliki lautan sama sekali. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan mana dari kedua skenario ini yang paling mungkin.
Penemuan Dimethyl Sulfide dan Etana
Salah satu temuan menarik dari analisis data JWST adalah deteksi sementara dimethyl sulfide (DMS) dan/atau etana (C2H6) di atmosfer TOI-270 d. DMS adalah senyawa kimia yang di Bumi sebagian besar dihasilkan oleh kehidupan laut seperti plankton. Oleh karena itu, keberadaan DMS sering dianggap sebagai potensi tanda kehidupan (biosignature).
Namun, penting untuk dicatat bahwa deteksi DMS di TOI-270 d masih bersifat tentatif dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Sebelumnya, senyawa ini juga diduga ditemukan di atmosfer planet ekstrasurya lain, K2-18b, tetapi klaim tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.
Struktur Internal yang Beragam
Salah satu tantangan dalam mempelajari planet sub-Neptunus seperti TOI-270 d adalah memahami struktur internalnya. Berdasarkan data yang ada, ada berbagai kemungkinan struktur internal untuk planet ini. Jika TOI-270 d adalah dunia hycean, maka ia memiliki lautan global di bawah atmosfer hidrogen tebalnya. Sebaliknya, jika planet ini terlalu panas untuk air cair, maka atmosfernya kemungkinan terdiri dari campuran gas dengan berat molekul tinggi tanpa keberadaan lautan.
Menariknya, TOI-270 d juga memiliki karakteristik unik karena terkunci secara tidal dengan bintangnya. Artinya, satu sisi planet selalu menghadap bintang (sisi siang), sementara sisi lainnya selalu berada dalam kegelapan (sisi malam). Dalam skenario “dunia hycean gelap,” lautan air mungkin hanya ada di sisi malam planet ini.

Tantangan dan Harapan Penelitian Ke Depan
Meskipun hasil penelitian terbaru memberikan petunjuk menarik tentang sifat TOI-270 d, masih banyak yang belum diketahui. Para peneliti menekankan bahwa diperlukan lebih banyak pengamatan untuk mengonfirmasi keberadaan lautan dan mengidentifikasi kondisi atmosfer serta struktur internal planet ini secara lebih akurat.
Jika TOI-270 d benar-benar memiliki lautan global, maka ini akan menjadi langkah besar dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Dunia hycean seperti TOI-270 d menawarkan lingkungan yang unik dan berpotensi mendukung kehidupan mikroba primitif. Selain itu, studi tentang planet ini juga dapat memberikan wawasan baru tentang keberagaman dunia ekstrasurya di galaksi kita.
Penemuan potensi lautan di TOI-270 d adalah bukti lain betapa luas dan beragamnya alam semesta ini. Dengan teknologi canggih seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb, manusia kini memiliki kemampuan untuk menjelajahi dunia-dunia jauh yang sebelumnya hanya bisa dibayangkan dalam fiksi ilmiah.
Namun, perjalanan untuk memahami sepenuhnya sifat TOI-270 d masih panjang. Penemuan ini bukan hanya tentang menjawab pertanyaan apakah planet tersebut memiliki lautan atau tidak, tetapi juga tentang membuka jalan menuju pemahaman lebih dalam tentang tempat kita di alam semesta.
Dunia hycean seperti TOI-270 d mengingatkan kita bahwa mungkin ada banyak planet dengan potensi kehidupan di luar sana. Siapa tahu, suatu hari nanti kita mungkin menemukan bahwa kita tidak sendirian di alam semesta ini.
Referensi
- Madhusudhan, N., et al. (2023). Hycean worlds: A new class of habitable planets. The Astrophysical Journal Letters, Vol. 918.
- Holmberg, M., et al. (2024). Atmospheric characterization of the sub-Neptune TOI-270 d with the James Webb Space Telescope. The Astrophysical Journal.
- Madhusudhan, N., et al. (2024). Tentative detection of dimethyl sulfide in the atmosphere of a sub-Neptune exoplanet. The Astrophysical Journal Letters.
- NASA Exoplanet Exploration – TOI-270 d: A sub-Neptune with potential global ocean; diakses 31 Desember 2025.
- European Space Agency (ESA) – James Webb observations reveal complex atmospheres on sub-Neptune exoplanets; diakses 31 Desember 2025.

