Eksplorasi Bulan sedang memasuki babak baru yang jauh lebih ambisius daripada sebelumnya. Dulu para astronaut hanya singgah sebentar di permukaan lalu kembali ke Bumi. Sekarang para ilmuwan berusaha mewujudkan kehadiran jangka panjang di Bulan. Usaha ini membutuhkan tempat tinggal yang aman, terlindungi dari radiasi, suhu ekstrem, dan ancaman mikrometeoroid yang setiap saat bisa menghantam permukaan. Tantangan ini membuat para peneliti mulai mencari solusi yang tidak hanya berada di permukaan Bulan tetapi juga di bawahnya.
Bulan memiliki lingkungan yang sangat keras. Pada siang hari suhu bisa melonjak hingga lebih dari seratus derajat, sementara pada malam hari suhu dapat turun hingga minus seratus tujuh puluh derajat. Tidak ada atmosfer yang melindungi permukaan dari radiasi Matahari dan kosmik. Kondisi ini berbahaya bagi manusia dan teknologi. Oleh karena itu para peneliti mencoba mencari cara untuk memanfaatkan struktur alami yang ada di bawah permukaan Bulan sebagai pelindung alami. Struktur seperti ini dapat memberikan suhu yang lebih stabil serta perlindungan terhadap radiasi.
Baca juga artikel tentang: Inkathazo: Galaksi Radio Raksasa Berukuran 32 Kali Lebih Besar Dari Galaksi Bima Sakti
Penelitian terbaru dari Chunyu Ding, Jiangwan Xu, Yuxiao Zhi, Ravi Sharma, dan beberapa rekan peneliti lainnya mendukung gagasan tersebut. Artikel mereka dalam jurnal npj Space Exploration tahun dua ribu dua puluh lima menjelaskan betapa pentingnya memetakan rongga bawah permukaan Bulan. Rongga ini dapat berupa tabung lava kuno atau ruangan kosong yang terbentuk akibat tumbukan meteorit. Struktur tersebut mungkin bisa menjadi tempat perlindungan alami bagi pangkalan manusia di masa depan.
Tabung lava adalah salah satu kandidat terbaik. Pada masa awal pembentukan Bulan aktivitas vulkanik menciptakan aliran lava yang kemudian mengalir di bawah permukaan. Ketika lava dingin di bagian luar tetapi masih mengalir di bagian dalam, terbentuklah tunnel panjang. Setelah aliran berhenti dan bagian dalam mengosong, muncullah tabung lava yang besar. Beberapa tabung lava di Bulan diduga memiliki ukuran sangat besar, bahkan cukup luas untuk menampung struktur tempat tinggal manusia. Kondisi di dalam tabung lava juga relatif stabil sepanjang waktu.

Selain tabung lava, rongga akibat tumbukan meteorit juga menjadi perhatian. Ketika sebuah benda luar angkasa menabrak permukaan Bulan, sebagian material dapat terlempar keluar sementara sebagian lagi mungkin membentuk ruang kosong di bawah permukaan. Ruang ruang alami ini bisa memiliki ukuran kecil atau besar. Jika terbukti cukup kuat, ruang ini bisa menyediakan lokasi aman bagi fasilitas penelitian atau tempat berlindung.
Untuk menemukan rongga bawah permukaan, para peneliti memerlukan teknologi yang bisa melihat apa yang ada di balik tanah Bulan. Salah satu alat yang paling efektif adalah radar penembus tanah. Radar ini mengirimkan gelombang ke dalam permukaan dan membaca sinyal pantulan dari berbagai lapisan. Teknik ini sudah digunakan pada rovers dan orbiter yang menjelajahi Mars dan Bulan. Namun penelitian terbaru menekankan bahwa usaha global diperlukan untuk memetakan struktur bawah permukaan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya mengandalkan beberapa titik data dari misi tertentu.
Penelitian tersebut menunjukkan hasil menarik dari misi Chang’e empat dan Chang’e tiga yang membawa radar untuk mempelajari struktur tanah Bulan. Data dari rover menunjukkan adanya lapisan tanah yang bertingkat dan bahkan menemukan rongga kecil di kedalaman sekitar tiga meter. Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa Bulan menyimpan banyak ruang kosong yang belum terpetakan.
Chunyu Ding dan tim juga memperkenalkan metode analisis radar yang disebut blind inversion. Metode ini memungkinkan peneliti menafsirkan struktur bawah permukaan dengan data terbatas. Dengan teknik ini para peneliti dapat memperkirakan keberadaan rongga yang tidak terlihat langsung oleh radar. Pendekatan seperti ini penting karena misi luar angkasa tidak selalu mendapatkan data penuh dari setiap titik. Blind inversion membantu mengisi kekosongan informasi agar gambaran keseluruhan lebih jelas.
Pemetaan rongga bawah permukaan Bulan memiliki banyak manfaat. Struktur alami seperti tabung lava dapat menjadi tempat tinggal dengan tingkat keamanan lebih tinggi daripada bangunan yang dibangun di permukaan. Manusia dapat membangun ruang tinggal di dalam rongga tersebut dan memanfaatkan dinding batu sebagai perlindungan dari radiasi. Suhu di dalam rongga juga lebih stabil sehingga mengurangi kebutuhan energi untuk menjaga kenyamanan suhu ruangan. Ruang bawah tanah juga dapat menyimpan cadangan air atau bahan bakar dengan lebih aman.
Para peneliti berpendapat bahwa misi orbital dengan radar penembus tanah sebaiknya menjadi langkah berikutnya dalam eksplorasi Bulan. Misi ini akan memetakan seluruh permukaan Bulan dan memberikan gambaran lengkap mengenai struktur bawah tanah. Informasi tersebut bukan hanya berguna untuk membangun pangkalan tetapi juga dapat mengungkap sejarah geologi Bulan.
Penggunaan struktur alami sebagai perlindungan juga dapat menurunkan biaya pembangunan pangkalan Bulan. Jika manusia membangun tempat tinggal langsung di permukaan, mereka perlu membuat dinding yang sangat tebal untuk menghadapi radiasi dan tumbukan mikrometeoroid. Material tersebut harus diangkut atau diproduksi di Bulan dengan teknologi yang rumit. Sementara itu rongga alami sudah memiliki lapisan pelindung yang kuat. Pangkalan di dalam tabung lava dapat dibangun dengan struktur ringan karena dinding alaminya sudah memberikan perlindungan besar.
Pendekatan ini tidak hanya lebih ekonomis tetapi juga lebih aman. Jika struktur buatan mengalami kerusakan, rongga alami tetap berada di tempat dan tetap memberikan perlindungan. Hal ini dapat menjadi perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan sebuah misi jangka panjang.
Masa depan eksplorasi Bulan bergerak menuju keberadaan manusia dalam jangka panjang. Penelitian tentang rongga bawah permukaan menunjukkan arah baru yang menjanjikan. Dengan memanfaatkan teknologi radar penembus tanah dan analisis yang canggih, manusia dapat menemukan tempat perlindungan alami yang dapat mempercepat pembangunan pangkalan permanen. Langkah ini membawa kita lebih dekat pada masa ketika Bulan bukan hanya tujuan singkat, tetapi menjadi tempat tinggal kedua umat manusia.
Baca juga artikel tentang: NASA Mengungkap Prototipe Teleskop Canggih untuk Deteksi Gelombang Gravitasi
REFERENSI:
Ding, Chunyu dkk. 2025. Towards a habitable Moon: probing subsurface cavities with global penetrating radar. npj Space Exploration 1 (1), 11.

