Aquileia, sebuah kota kuno di Italia yang pernah menjadi pusat peradaban Romawi, kembali menjadi sorotan dunia arkeologi. Baru-baru ini, para arkeolog menemukan pelabuhan sungai Romawi yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya, bersama dengan beberapa koin emas langka dari abad ke-4. Penemuan ini tidak hanya membuka lembaran baru dalam sejarah kota tersebut, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya Aquileia sebagai pusat perdagangan di masa Romawi.
Menguak Sejarah Tersembunyi di Fondo ex Pasqualis
Penemuan luar biasa ini terjadi di situs Fondo ex Pasqualis, yang terletak di bagian tenggara Aquileia. Situs ini telah menjadi area penelitian sejak tahun 2018, dengan dukungan pendanaan dari Aquileia Foundation. Dalam proses penggalian yang mencakup area seluas lebih dari 8.600 kaki persegi (sekitar 800 meter persegi), para arkeolog berhasil mengungkap berbagai artefak, struktur bangunan, dan lapisan tanah yang menyimpan jejak sejarah kota tersebut.
Salah satu temuan paling menarik adalah pelabuhan sungai yang dulunya menjadi pusat aktivitas komersial. Pelabuhan ini diyakini memainkan peran penting dalam jaringan perdagangan Kekaisaran Romawi pada periode akhir Romawi. Selain itu, para peneliti juga menemukan jalan yang kemungkinan besar merupakan bagian dari pelabuhan tersebut. Dengan restorasi yang tepat, jalan ini berpotensi dibuka untuk umum sebagai situs sejarah yang dapat dinikmati oleh masyarakat.
Kompleks Perdagangan dan Sistem Drainase yang Canggih
Penggalian di bagian selatan Aquileia mengungkapkan bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat aktivitas perdagangan yang ramai. Para arkeolog menemukan kompleks perdagangan besar yang kemungkinan digunakan pada masa pemerintahan Romawi. Bahkan, terdapat bukti bahwa wilayah ini telah dihuni sejak akhir abad ke-1 Masehi, jauh sebelum kompleks perdagangan tersebut dibangun.
Salah satu temuan menarik adalah 42 amphorae (wadah keramik besar) yang ditemukan di area tersebut pada tahun 2024 dan 2025. Wadah-wadah ini diyakini berfungsi sebagai bagian dari sistem drainase dan penguatan tanah yang sangat canggih untuk zamannya. Penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Romawi di Aquileia memiliki teknologi dan pengetahuan yang maju dalam mengelola lingkungan mereka.
Selain itu, para peneliti juga menemukan pilar-pilar yang menunjukkan adanya gudang-gudang besar di sekitar pelabuhan. Gudang-gudang ini terhubung dengan dermaga pertama yang ditemukan di daerah tersebut, yang terletak di cabang Sungai Natissa. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan selatan Aquileia dirancang untuk mendukung hubungan perdagangan dengan para pedagang yang datang dari Laut Adriatik.

Kehidupan Pasar dan Tragedi di Masa Lalu
Penelitian lebih lanjut mengungkapkan adanya enam bangunan di wilayah selatan yang digunakan untuk penyimpanan dan penjualan berbagai komoditas seperti biji-bijian, daging, sayuran, dan buah-buahan. Para arkeolog juga menemukan jalan beraspal dari periode Romawi, yang berasal dari decumanus (jalan utama) di utara kompleks tersebut. Menariknya, jejak roda yang dalam masih terlihat jelas di permukaan jalan ini, menunjukkan aktivitas transportasi yang intens pada masa itu.
Namun, sejarah kawasan ini tidak sepenuhnya mulus. Bukti menunjukkan bahwa suatu saat terjadi tragedi berupa runtuhnya portico (serambi beratap) di area pasar. Di bawah reruntuhan portico tersebut, para peneliti menemukan sejumlah besar biji-bijian sereal yang telah hangus terbakar. Meski demikian, kehidupan di kawasan tersebut tetap berlanjut setelah kejadian tragis itu.
Harta Karun Tersembunyi: Koin Emas Abad ke-4
Penemuan paling spektakuler dari penggalian ini adalah tiga koin emas langka yang ditemukan di bawah lantai portico. Koin-koin ini memiliki desain yang menunjukkan bahwa mereka dicetak pada masa pemerintahan Kaisar Valens, Magnus Maximus, dan Arcadius, sekitar akhir abad ke-4 Masehi. Keunikan koin-koin ini terletak pada fakta bahwa mereka bukan bagian dari sirkulasi moneter biasa, melainkan merupakan donasi kekaisaran—hadiah khusus dari kaisar kepada anggota istana penting pada acara-acara tertentu seperti peringatan kekaisaran.
Lokasi penemuan koin-koin ini menunjukkan bahwa mereka sengaja disembunyikan di bawah lantai portico. Para peneliti meyakini bahwa pemiliknya menyembunyikan koleksi tersebut saat berada dalam bahaya dan tidak pernah kembali untuk mengambilnya. Penemuan ini memberikan gambaran tentang dinamika sosial dan ekonomi Aquileia pada masa akhir Romawi.

Menyingkap Masa Lalu untuk Masa Depan
Penemuan pelabuhan sungai Romawi dan koin emas langka di Aquileia memberikan wawasan baru tentang peran kota ini dalam jaringan perdagangan Kekaisaran Romawi. Temuan-temuan ini juga menunjukkan betapa kompleksnya kehidupan masyarakat Romawi, mulai dari teknologi drainase yang canggih hingga dinamika pasar dan peristiwa tragis yang pernah terjadi.
Dengan restorasi dan penelitian lebih lanjut, situs Fondo ex Pasqualis memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik. Tidak hanya akan memperkaya pemahaman kita tentang masa lalu, tetapi juga akan memberikan manfaat ekonomi dan budaya bagi masyarakat setempat.
Aquileia sekali lagi membuktikan bahwa sejarah selalu memiliki cerita tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan. Melalui upaya para arkeolog dan dukungan dari berbagai pihak, kita dapat terus menggali warisan peradaban kuno ini dan belajar darinya untuk masa depan.
Referensi:
- Zaccaria, C. (2017). Aquileia and its river harbours in the Roman period. Journal of Roman Archaeology, Vol. 30.
- Carre, M.-B., & Pesavento Mattioli, S. (2019). Ports and river trade in northern Italy during the Late Roman Empire. Antiquité Tardive, Vol. 27.
- Aquileia Foundation. Archaeological excavations at Fondo ex Pasqualis, Aquileia. Diakses 1 Januari 2026.
- Italian Ministry of Culture (MiC). Roman Aquileia: port structures and late antique finds. Diakses 1 Januari 2026.
- Encyclopaedia Britannica. Aquileia. Diakses 1 Januari 2026.

