Sekelompok arkeolog di Inggris baru saja membuat penemuan luar biasa dalam dunia sejarah. Mereka menemukan ratusan koin perak yang masih dalam kondisi sangat baik—suatu hal yang jarang terjadi dalam penggalian arkeologi. Temuan ini begitu mengejutkan hingga membuat para arkeolog yang menemukannya gemetar karena menyadari betapa berharganya artefak tersebut.
Menurut pernyataan resmi dari Oxford Cotswold Archaeology (OCA) dan perusahaan pembangkit listrik yang terlibat dalam proyek tersebut, koin-koin ini berasal dari zaman Anglo-Saxon pada abad ke-11. Lokasi penemuannya cukup unik, yaitu di pinggiran pembangkit listrik tenaga nuklir yang sedang dibangun di sepanjang Pantai Suffolk, Inggris.
Para ahli meneliti lebih lanjut dan menemukan bahwa tumpukan koin ini berasal dari periode antara tahun 1036 hingga 1044. Fakta ini memberikan petunjuk penting tentang masa-masa yang penuh gejolak di Inggris saat itu. Penemuan ini juga berkaitan dengan penobatan Raja Edward The Confessor pada tahun 1042—salah satu raja terakhir Anglo-Saxon sebelum invasi Norman. Keberadaan koin ini menunjukkan bahwa masa peralihan kekuasaan tersebut mungkin telah membawa ketidakpastian ekonomi atau sosial bagi masyarakatnya, sehingga ada yang memilih menyembunyikan harta mereka dengan harapan bisa mengambilnya kembali di kemudian hari.
Penemuan ini tidak hanya bernilai secara finansial tetapi juga memiliki signifikansi sejarah yang besar. Setiap koin dapat memberikan wawasan tentang sistem moneter, perdagangan, dan dinamika politik di Inggris pada awal abad ke-11. Para sejarawan dan arkeolog kini tengah mempelajari lebih dalam artefak ini untuk mengungkap kisah di baliknya.
Baca juga artikel tentang: Dari Kertas Hingga AI: Jejak Inovasi China dalam Sejarah Dunia
Andrew Pegg, seorang peneliti dari Oxford Cotswold Archaeology (OCA), mengungkapkan betapa luar biasanya momen ketika ia pertama kali menemukan koin-koin bersejarah tersebut. “Saat menggali dan melihat sekilas sisi koin yang tersembunyi di dalam tanah, saya merasakan getaran kegembiraan yang luar biasa! Ini seperti menemukan kapsul waktu arkeologi yang sempurna,” ujarnya, dikutip dari New York Post pada Sabtu (18/1/2025).
Penemuan ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang masa lalu, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pegg. “Informasi yang kami peroleh dari koin-koin ini sungguh luar biasa. Saya merasa terhormat bisa berkontribusi dalam memperkaya sejarah Suffolk,” tambahnya.
Koin-koin perak ini berasal dari masa pemerintahan Raja Edward The Confessor, seorang penguasa Anglo-Saxon yang naik takhta pada abad ke-11. Masa pemerintahannya diwarnai oleh ketidakstabilan politik, di mana ia kerap mengasingkan lawan-lawan politiknya dan menyita properti mereka. Penemuan ini memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi sosial dan ekonomi pada masa itu, sekaligus menambah bukti sejarah mengenai gejolak yang terjadi di Inggris saat itu.

Tumpukan koin yang ditemukan ini memiliki nilai yang cukup besar pada masanya. Dengan total 320 pence, jumlah tersebut setara dengan harga hingga 16 ekor sapi pada abad ke-11, menjadikannya sebuah kekayaan yang signifikan. Menurut Alexander Bliss, seorang ahli numismatik dari Oxford Cotswold Archaeology (OCA), ini bukan sekadar tabungan biasa, melainkan kemungkinan besar sebuah simpanan darurat.
“Mungkin pemiliknya merasa khawatir dengan perubahan pemerintahan atau gejolak politik yang sedang berlangsung, sehingga mereka memilih untuk menyembunyikan harta ini demi keamanan,” jelas Bliss.
Penemuan ini menjadi semakin menarik karena kini terdapat tiga tumpukan koin serupa yang berasal dari periode 1042 hingga 1044 di seluruh Inggris. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa tahun-tahun pertama pemerintahan Raja Edward The Confessor penuh dengan ketidakstabilan dan ketidakpastian sosial. Keputusan seseorang untuk mengubur harta benda mereka bisa menjadi bukti nyata tentang situasi mencekam yang mereka hadapi pada saat itu.

Para peneliti menduga bahwa pemilik terakhir tumpukan koin ini kemungkinan adalah seseorang yang memiliki pengaruh di daerah setempat. Namun, entah karena alasan politik atau ketidakpastian di bawah pemerintahan Raja Edward The Confessor, ia merasa bahwa hartanya tidak akan dihargai atau aman. Akibatnya, ia memilih untuk menguburnya hanya beberapa hari setelah sang raja naik takhta.
Penemuan ini menjadi luar biasa bukan hanya karena jumlah dan usia koin-koin tersebut, tetapi juga karena beberapa di antaranya berasal dari percetakan uang kecil yang jarang terdokumentasikan di wilayah pedesaan Inggris. Lebih dari sekadar harta karun, koin-koin ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana masyarakat Anglo-Saxon pada abad ke-11 menyimpan dan melindungi kekayaan mereka.
Uniknya, koin-koin ini disimpan dengan cara yang sangat rapi dan teliti. Mereka pertama-tama dibungkus dalam lembaran logam timah yang dibuat dengan tangan, kemudian dilapisi dengan kain sebelum dikubur di dalam tanah. Metode ini tampaknya bertujuan untuk menjaga keutuhan koin selama mungkin. Namun, sebagian besar harta karun seperti ini telah terganggu oleh aktivitas pertanian selama berabad-abad, dan kurangnya catatan sejarah tentang penggunaan timah dalam pengawetan membuat para ahli logam kesulitan memahami praktik ini sepenuhnya.
“Keberadaan kantong tempat penyimpanan koin ini sangat penting, karena merupakan bagian dari keseluruhan objek dan membantu kami memahami bagaimana koin-koin tersebut disimpan,” jelas Alexander Bliss. “Kami juga ingin mengetahui apakah lembaran timah itu hanya berfungsi sebagai lapisan pelindung atau sebenarnya merupakan bagian dari benda yang lebih besar.”
Misteri terbesar dari penemuan ini adalah mengapa koin-koin tersebut tidak pernah diambil kembali. Ada kemungkinan bahwa pemiliknya meninggal sebelum sempat menggali kembali harta tersebut. Atau, mungkin ia terpaksa meninggalkan daerahnya karena diasingkan atau terlibat dalam konflik yang membuatnya tidak bisa kembali. Apa pun alasannya, harta ini tetap terkubur selama hampir 1.000 tahun, hingga akhirnya ditemukan oleh para arkeolog.
Baca juga artikel tentang: Sejarah Perjudian: Dari Zaman Kuno hingga Era Modern dan Proyeksi Masa Depan
REFERENSI:
Briggs, Rob. 2025. New perspectives on the Guildown cemetery, Guildford, Surrey. Academia.edu diakses pada tanggal 26 Mei 2025.
Sparks, Hannah. 2025. Millennia-old stash of hundreds of silver coins highlights a merciless history: ‘I was shaking when I first unearthed it’. New York Post: https://nypost.com/2025/01/12/science/rare-stash-of-hundreds-of-11th-century-silver-coins-dug-up-in-uk/ diakses pada tanggal 26 Mei 2025.

