Beberapa ilmuwan dari Barat berpendapat bahwa situs Gunung Padang dapat menjadi piramida tertua di dunia. Menanggapi keraguan tersebut, para arkeolog Indonesia mencoba memberikan sudut pandang yang berbeda untuk menilai temuan ini.
“Ya, memang mereka kesulitan membayangkan hal tersebut. Pada dasarnya, mereka juga ingin terlibat dalam penelitian ini,” kata Dr. Ali Akbar, seorang arkeolog dari Universitas Indonesia yang secara langsung meneliti situs Gunung Padang.
Ali Akbar melanjutkan, “Seperti yang disampaikan Menteri, jika ada peneliti asing atau peneliti lain yang ingin bergabung dalam penelitian, mereka dipersilakan. Saya pribadi juga terbuka untuk itu. Semakin banyak peneliti yang terlibat, semakin objektif hasil penelitian tersebut.“
Hingga saat ini, belum ada kolaborasi resmi dengan pihak asing. Meskipun begitu, Dr. Ali Akbar menyatakan bahwa banyak peneliti yang mendukung penelitian ini. Bahkan, ia sering diundang untuk memberikan kuliah umum di berbagai negara seperti Inggris, China, dan Korea Selatan, yang menunjukkan perhatian dan minat internasional terhadap situs Gunung Padang.
Baca juga artikel tentang: Mengungkap Misteri Geoarkeologi Gunung Padang menggunakan Kinetika Kimia
“Jadi, mereka sangat menghargai penelitian ini dan menunggu perkembangannya. Beberapa peneliti dari Amerika dan Belanda bahkan datang khusus untuk melihat situs Gunung Padang dan meminta saya untuk menemani mereka berkeliling melihat situs tersebut. Setelah melihatnya, mereka sangat terkesan dan mengakui bahwa situs ini memang luar biasa. Kami akan menunggu saja jika pemerintah memutuskan untuk membuka akses, dan jika itu terjadi, kami akan menyambut siapa saja yang datang dengan tangan terbuka,” ujar Dr. Ali Akbar.
Dalam wawancara tersebut, Dr. Ali Akbar menjelaskan bahwa perhatian dari pemerintah, khususnya Kementerian Kebudayaan, sangat besar terhadap penelitian situs Gunung Padang. Ia pun optimis bahwa dengan komitmen bersama, penelitian ini dapat berlanjut hingga tahap pemugaran situs.
“Sejauh ini, belum jelas apa saja kendala yang ada. Tapi jika saya pribadi, saya rasa masalahnya terletak pada kepemilikan lahan yang luas di situs ini. Sebagian tanahnya dimiliki oleh pemerintah pusat, sebagian lagi oleh pemerintah provinsi, dan sebagian lainnya oleh pemerintah kabupaten. Oleh karena itu, rencananya saya akan mengadakan audiensi dengan para gubernur dan bupati untuk menyosialisasikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan,” jelas Dr. Ali Akbar.
Penelitian mengenai Gunung Padang memang sangat menarik. Jika akhirnya ditemukan bukti yang cukup kuat bahwa situs ini adalah tempat peradaban tertua di dunia, maka sejarah umat manusia bisa berubah. Dr. Ali Akbar juga berpendapat bahwa semakin banyak bukti yang ditemukan tentang peradaban kuno di Indonesia.
Beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengejutkan dunia dengan penemuan-penemuan peradaban atau kebudayaan kuno, seperti penemuan Homo floresiensis di Flores yang sangat mengejutkan dunia pada waktu itu. Dengan adanya penemuan-penemuan mengejutkan ini, Dr. Ali berharap bahwa masyarakat dunia akan lebih siap menghadapi kejutan berikutnya tentang peradaban yang mungkin ditemukan di situs Gunung Padang.
Baca juga artikel tentang: Gunung Es Tertua di Dunia Berpindah Tempat, Apa Risiko yang Mengintai?
REFERENSI:
Natawidjaja, D.H dkk. 2023. RETRACTED: Geo-archeological prospecting of Gunung Padang buried prehistoric pyramid in West Java, Indonesia, Archeological Prospection, 31: O1 – O25. https://doi.org/10.1002/arp.1912 .

